Monday, May 29, 2017

Review Jurnal No. 3 (Akuntansi Komparatif Eropa)



Nama Jurnal
Jurnal Manajemen & Kewirausahaan

Volume / Halaman
Vol. 5, No. 1, Maret  2003: 1 – 16

Nama Penulis
Devie

Judul Jurnal
Mengkaji Peluang Pasar Internasional Melalui Kinerja Ekonomi Negara-negara Uni Eropa

Tanggal Jurnal
Maret  2003

Tujuan Penelitian
Untuk melihat peluang memasuki pasar Uni Eropa dengan melihat kinerja keuangan negara- negara yang tergabung dalam EU yang diukur dari indikator ekonomi negara-negara tersebut.

Hasil Penelitian
Berdasarkan eksplorasi data indikator ekonomi EU sampai dengan tahun 2001 terungkap bahwa negara EU merupakan tujuan pasar dengan peluang yang cukup besar bagi negara di luar anggota termasuk Indonesia yang memiliki hubungan ekonomi dengan EU. Peluang ini berdasarkarkan indikator ekonomi GDP terbesar kedua setelah Amerika Serikat, dan 70,74% dikontribusi oleh perdagangan internasional melalui kegiatan ekspor-impor, selain itu indikator pertumbuhan ekonomi 1,5% lebih tinggi dari negara Amerika Serikat, diikuti dengan angka GDP perkapita yang tinggi, populasi penduduk menduduki ukuran terbesar ketiga setelah China dan India, dan bagi Indonesia terlihat nilai tukar euro terhadap rupiah yang cukup stabil. Negara EU yang mempunyai peluang pasar lebih besar untuk dimasuki adalah Irlandia, Luxemborg, dan Finlandia. Peluang pasar ini akan meningkat lagi di masa yang akan datang jika 10 kandidat anggota EU dengan kinerja ekonomi yang baik kecuali Turkey menjadi anggota tetap.

Kesimpulan Penelitian
Dengan melihat indikator ekonomi maka dapat dibuat garis besar bahwa :
  • Besarnya proporsi perdagangan Internasional terhadap angka GDP menunjukkan negara Uni Eropa makin membuka diri dan menggantung aktivitas ekonomi negara tersebut dengan negara lain.
  • Secara keseluruhan ekonomi dunia mengalami penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi, khusunya Amerika Serikat. Tetapi Negara yang tergabung dalam Uni Eropa (EU) menunjukkan penurunan yang lebih kecil.
  • Peluang untuk memasuki pasar Eropa dapat dilakukan baik dengan ekspor maupun investasi langsung. Perdagangan Indonesia dengan  negara Uni Eropa mengalami surplus neraca perdagangan, bahkan menduduki peringkat pertama dalam total ekspor Indonesia. Walaupun tanpa mengetahui negara mana saja yang melakukan investasi langsung ke negara Uni Eropa, data menunjukkan peningkatan investasi langsung di negara Uni Eropa yang berarti semakin banyak negara di luar Eropa yang melihat sisi positif  pasar di EU. Hal ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk melakukan investasi langsung.
  • Dibanding dolar, mata uang pondsterling dan Euro cenderung memiliki volatilitas yang lebih rendah, hal ini berdampak pada lebih kecilnya resiko bertransaksi dengan Euro dan pondsterling.
  • Tingkat GDP per kapita yang lebih tinggi dari Indonesia dan cenderung meningkat walaupun secara total GDP mengalami penurunan. Hal ini merupakan peluang, karena terjadi peningkatan daya beli masyarakat di negara EU.
  • Populasi di negara Uni Eropa menduduki posisi ketiga terbesar di dunia disertai dengan tingginya tingkat GDP perkapita, merupakan pasar yang sangat besar bagi perusahaan-perusahaan di luar EU termasuk Indonesia
  • Pasar Eropa akan semakin menarik pada tahun 2004 dengan masuk 13 negara kandidat yang secara pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibanding negara Uni Eropa, sehingga merupakan peluang pasar bagi negara lain termasuk  Indonesia.


Saturday, April 29, 2017

My First Spiritual Journey #Part3

It was like a dream come true. When I don't even dream about it yet.

Assalamualaykum Medina!





[Medina, Saudi Arabia]
Thuesday, 28 February 2017
Perjalanan dari Mecca ke Medina berapa lama ya... lupa, tapi lumayan jauh juga. Sampai hotel udah malem seinget aku, karena terasa dingin banget waktu turun bis. Iya berarti udah malem deh hahaha. Nunggu di lobby lama banget, nunggu buat dibagiin kunci kamar like usual. Waktu lagi nunggu denger tetangga abis minta password wifi ke receiptionist, wah kesempatan nih! Tapi aku nggak langsung minta pas dia duduk, kasih senggang waktu dulu beberapa menit baru memberanikan diri untuk nanya, trus dapet deh koneksi wifi nya :)))

Udah agak lama nunggu, akhirnya dapet kunci kamar dan alhamdulillah nggak ada masalah kayak waktu di Mecca. Kecuali, koper yang lama banget dibagiinnya karena entah kenapa itu koper bisa nyasar-nyasar padahal udah dibawa sesuai bis yang dinaikkin, alhasil aku dan mama turun naik lift untuk nyari koper kami ada dimana. Skip~

Kamarnya dingin bangettttt dan aku nggak berniat untuk mandi padahal baru dari perjalanan yang jauh hahah dan walaupun ada air hangat tapi tetep aja dingin. Noraknya lagi aku tidur pakai sarung tangan + kupluk biar nggak kedinginan, tapi waktu bangun entah udah kemana itu sarung tangan dan kupluk enyah dari tangan dan kepala.

Wednesday, 1 March 2017
Hari ini first trip nya ke Masjidil Qubaa, sepanjang perjalanan udah bener-bener beda dengan di Mecca, di sini udah banyak gedung-gedung dan pertokoan. Di Masjidil Qubaa cuma dikasih waktu sebentar banget 30 menit cuma untuk sholat sunnah 2 rakaat. Kaget luar biasa, tempatnya penuh banget dan susah banget buat masuk tempat solatnya. Tante ku masuk duluan, dia berhasil dapet tempat untuk solat akhirnya kita solat di tempat yang super dempet-dempetan dan nggak bisa berdoa lama-lama karena harus gantian banyak yang antre juga. Setelah keluar, tante ngajakin foto di halaman masjid dengan berlatar belakang Masjidil Qubaa, anehnya aku nggak kepikiran sama sekali untuk foto di situ kalo nggak diingetin sama tante wah bakalan nyesel banget nggak ada kenangan foto di sana. Udah puas foto dan wefie akhirnya kami kembali ke bis.






Perjalanan selanjutnya ke Jabal Magnet, itu loh yang katanya ada magnet di bawah jalanannya. Ternyata emang bener, supir bis kami nggak ngegas tapi bis bisa melaju dengan kecepatan sampai 120km/h bahkan lebih, masyaAllah.




 Thursday, 2 March 2017
Hari ini jadwalnya tour around Masjidil Nabawi, kami masuk dari gate 25 (lurusan dari hotel) awalnya mau ke museum asmaul husna dulu, aku udah seneng banget mau ke sana eh ternyata museumnya belum buka karna jam bukanya jam 9 sedangkan itu masih jam 8. Sempet kesel karna aku pikir masa pihak travel gatau jam bukanya sih kan mereka udah sering ke sini. Alhasil kami keliling dulu menuju gate berapa ya lupa pokoknya jauh banget, tepatnya di depan pintu pemakaman. Setelah itu niatnya mau balik ke museum asmaul husna karna udah tepat jam 9, eh ternyata pas sampai sana museum udah penuh banget dan akhirnya nggak jadi masuk astaghfirullah bete luar biasa I mean I was there in Medina, in front of that museum but they can't let me in when it's not the moment that can happen once a year. Malah mereka mengalihkan perjalanan ke pasar kurma dan nggak berniat untuk reschedule untuk masuk ke museum padahal besoknya udah mau pulang (aku nulis kalimat ini jadi berasa sedih lagi :((( )


Malam ini ke Raudhah...
**Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah ketika ditanya mengenai hadits:
ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة
“antara rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) dari taman-taman surga”
Beliau menjelaskan: “hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib dan Abu Hurairah dan beliau menilai hadits ini hasan gharib dari Ali. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Muslim dan selainnya dari jalan lain yang di dalamnya terdapat tambahan:
ومنبري على حوضي
‘dan mimbarku (kelak) akan berada di atas telagaku‘
Berangkat dari hotel sekitar jam 8 atau 9an malam, untuk datang ke sana dibagi berkelompok. Kebetulan kami masuk kloter kedua, jaraknya dengan kloter pertama sekitar 15 menitan tapi pas masuk masjidil nabawi dan mulai menunggu di tempat yang udah disediakan, kloter pertama udah nggak keliatan aja karna udah ketutupan jemaah dari Pakistan, Turki, Malaysia, dll. Nunggu giliran untuk masuk ke Raudhah bener-bener lama banget dan wajib dalam keadaan suci dari hadast, kebayang dong udah malem, dingin, duduk sila....yap ketiduran dan masuk angin! Itu harus ditahan banget, perut udah mules banget dan mata udah kiyep-kiyep karna kalo misalkan wudhu nya batal kan harus keluar masjidil nabawi dan mulai lagi ngantri dari belakang :(

Akhirnya berhasil masuk ke Raudhah itu sekitar jam 12 malem dari yang mata tinggal segaris, pas masuk raudhah langsung segar bugar + degdegan banget masyaAllah!! Tapi tetep yaa di dalem bejubel banget...BANGET. Jadi masuknya itu dipisahin antara rumpun melayu dengan lainnya, dikasih jeda sekitar 15menit baru diseling rumpun lainnya. Na'asnya, aku bertiga sama mama dan tante kejebak dengan rombongan yang entah kenapa sama pikiran mereka, jadi mereka itu solat sunnah (solat sebelum masuk raudhah) di dalam raudhah yang tempatnya itu bener-bener buat berdiri dan jalan aja susah nah mereka malah solat di tempat buat orang lewat. Kami bertiga terpisah sama rombongan karena mereka itu, rasanya pengen nangis sekaligus mau marah ke mereka karna gara-gara hambatan itu kami jadi kena dempet sama orang entah Pakistan atau Turki atau Arab yang notabene kasar-kasar, asal ngejorokin + main sikut nggak mau nunggu ngantri sabar. Aku sampe kelepasan teriak "Sabr!! Sabr!!" ke mereka (bukan rumpun Melayu) karna udah saking emosinya dan kesel juga karna kepalanya mama sampe kena sikut yang gede gitu, iya tubuh mereka kan tinggi besar.

Sedihnya pas banget di "karpet hijau" kami nggak bisa solat, bahkan aku nggak liat sama sekali "karpet hijaunya" dimana saking penuhnya lautan manusia. Mama bilang jalan terus aja solat di karpet merah (di sini udah lengang banget tempatnya) daripada pas solat keinjek-injek. Nah alhamdulillahnya, pas aku dan tante (mama nggak solat karna udah keburu batal, sayang banget) lagi baru mulai solat eh pemandunya lewat ngeliat kami, dia ngeberentiin kami trus nyuruh untuk balik solat di "karpet hijau" aja, you know pemandu, dia pasti tau seluk beluk Raudhah jadi dia bisa nganterin kami balik ke "karpet hijau" untuk solat di situ. Bersyukur banget alhamdulillah bisa solat dan berdoa di "karpet hijau", aku bahkan sampe nangis saat sujud. Oiya, posisi solatnya emang super duper banget sih parah sempit banget kedesek orang-orang, bahkan pas sujud itu kepala aku nempel sama kakinya orang yang lagi solat juga di depan aku :( Tapi yaudalayaa yang penting kedapetan juga :) Kelar solat kami langsung balik ke hotel dan waktu udah menunjukkan pukul 00.30

 Friday, 3 March 2017
Hari ini subuhan terakhir di Medina, sedih banget dan nggak semangat karna bakalan ninggalin tanah haraam ini. Mama nyuruh buat ngerekam suasana masjid dan lagi-lagi bodohnya aku sama sekali nggak kepikiran untuk mengabadikan momen-momen dari kemaren. Aku nggak kepikiran untuk foto-foto, aku cuma ngeluarin kamera untuk sekedar fotoin arsitektur masjid cuma 2 sampe 3x foto trus udah hp aku masukin tas lagi.

Aku pernah denger (entah denger atau baca tulisan) orang bilang "kamu nggak bisa nikmatin suatu tempat kalo sibuk ngambil foto" tapi buat aku itu salah besar, justru kita bisa menikmati lagi dan lagi suasana itu nantinya dengan adanya foto atau video yang kita abadikan, asalkan tau situasi dan kondisi juga sih untuk berfotonya. AND YOU KNOW????? I WAS FOREVER REGRET CAUSE I DON'T TOOK SO MUCH PICTURE *cryyyyy

Siangnya kami udah bersiap-siap menuju Jeddah untuk pulang ke Bekasi hhhhhhh

[Jeddah, Saudi Arabia]
Sampe Jeddah udah malem sekitar jam 8an, karena macet dan ramai niat untuk ke Laut Merah dibatalin. Akhirnya kami langsung menuju resto yang udah disiapkan, di jalan menuju resto (udah turun bis) aku kaget dong ngeliat warga di sana kok isinya Chinese semua lol terus langsung kepikiran oh iya udah bukan di tanah haraam lagi. Shocknya karna selama seminggu aku ngeliat orang semuanya menutup aurat terus pas sampe Jeddah ternyata isinya Chinese semua nggak pake hijab, padahal di Indonesia juga banyak yang nggak nutup aurat sih~

Setelah makan langsung menuju King Abdul Aziz Airport, take off jam 04.00 dan landing di Soekarno Hatta jam 18.20 nunggu koper dan pembagian zam-zam berjam-jam baru kelar jam 20.00 dong lama sekali. Sampe rumah jam 22an.

[Bekasi, Indonesia]
Perjalanan umroh selama 9 hari sudah selesai, i feel blessed, really blessed alhamdulillah sudah diberikan kesempatan berharga oleh Allah di umur yang masih 21tahun aku udah menunaikan ibadah umroh bersama orang tua, one of my life goals have been achieved.



Aku nulis cerita sekuel ini sebagai kenangan aku di sana supaya aku bisa flashback dan tersenyum saat inget waktu ibadah di sana dan juga untuk motivasi aku untuk berdoa dan beribadah lebih giat lagi supaya bisa kembali ke sana dengan jodohnya aku :)) Semoga bisa jadi motivasi juga untuk kamu yang baca ini  ❤❤


to read the previous part klik http://anamufidah22.blogspot.co.id/2017/04/my-first-spiritual-journey-part2.html

Review Jurnal No.8 (Standar Audit dan Akuntansi Global)

Nama Jurnal
Jurnal Ekonomika dan Bisnis
Volume / Halaman
Vol.16 110 No.11/132-148
Nama Penulis
Ida Nurhayati, SE, MSi
Judul Jurnal
Dampak Konvergensi Standar Akuntansi Keuangan Terhadap International  Financial Reporting Standards ( IFRS ) pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI ( Studi Kasus Perusahaan Manufaktur )
Tanggal Jurnal
Agustus 2014
Tujuan Penelian
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana pengaruh konvergensi Standar Akuntansi Keuangan terhadap International Financial Reporting Standards ( IFRS ) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Metode Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan populasi perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam Indonesia Capital Market Directory (ICMD) tahun 2012 yaitu sebanyak 146 perusahaan dan memiliki laporan keuangan tahun 2012 yang dapat diakses memalui www.idx.co.id
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menemukan bahwa :
1. Seluruh perusahaan sampel mematuhi standar akuntansi keuangan yang baru sebagai pedoman dalam penyusunan laporan keuangan yang berakhir tahun 2012;
2. Dari 84 perusahaan sampel, yang menyatakan bahwa penerapan standar akuntansi keuangan yang baru berpengaruh secara signifikan terhadap laporan keuangan adalah sebanyak 33 perusahaan sedangkan 51 perusahaan menyatakan tidak berpengaruh secara signifikan;
3. Standar akuntansi keuangan baru yang paling banyak berpengaruh terhadap laporan keuangan adalah PSAK No. 60 yang berpengaruh terhadap 30 perusahaan, PSAK No. 24 berpengaruh terhadap 12 perusahaan, dan PSAK No. 10 berpengaruh terhadap 9 perusahaan, sedangkan PSAK yang lainya pengaruhnya lebih kecil.
Kesimpulan
Dari hasil dan pembahasan tersebut di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Bahwa semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia dalam menyusun laporan keuangannya telah didasarkan pada standar akuntansi keuangan yang berlaku.
2. Dari 84 perusahaan manufaktur yang dijadikan sampel terdapat 33 perusahaan yang menyatakan bahwa perubahan standar akuntansi keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap laporan keuangan tahun 2012sedangkan 51 perusahaan yang lain menyatakan perubahan standar akuntansi keuangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap laporan keuangan tahun 2012.
3. Standar akuntansi keuangan yang paling banyak berdampak secara signifikan terhadap laporan keuangan tahun 2012 adalah pernyataan standar akuntansi keuangan nomor 60 tentang Instrumen Keuangan : Pengungkapan.

Review Jurnal No.7 (Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga)

Nama Jurnal
Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil   
Volume / Halaman
Vol.5 128 No.16/122-135
Nama Penulis
Andreani Caroline Barus
Judul Jurnal
Analisis Faktor - faktor yang Mempengaruhi Peristensi Laba Pada Perusahaan Manufaktur di BEI
Tanggal Jurnal
Juni 2015
Tujuan Penelian
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh aliran kas operasi, perbedaan antara laba akuntansi dengan laba fiskal, dan tingkat hutang secara simultan maupun parsial terhadap persistensi laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2009 sampai 2011.
Metode Penelitian
Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009 sampai 2011. Dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh 58 perusahaan yang akan dijadikan sebagai sampel penelitian.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, aliran kas operasi, perbedaan antara laba akuntansi dengan laba fiskal dan tingkat hutang berpengaruh signifikan terhadap persistensi laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009 sampai 2011. Namun secara parsial, hanya aliran kas operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap persistensi laba, sedangkan perbedaaan antara laba akuntansi dengan laba fiskal dan tingkat hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap persistensi laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009-2011. 
Kesimpulan
Setelah dilakukan analisis dan pengujian hipotesis, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: variabel aliran kas operasi, perbedaan antara laba akuntansi dengan laba fiskal dan tingkat hutang secara simultan berpengaruh signifikan terhadap persistensi laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2009-2011, variabel aliran kas operasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap persistensi laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2009-2011, variabel perbedaan antara laba akuntansi dengan laba fiskal dan variabel tingkat hutang secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap persistensi laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2009-2011 dan berdasarkan hasil koefisien determinasi yang  dilihat dari nilai Adjusted R2, aliran kas operasi, perbedaan antara laba akuntansi dengan laba fiskal dan tingkat hutang mempengaruhi persistensi laba sebesar 0,466 atau 46,6%. Sedangkan sisanya 0,534 atau 53,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti dalam penelitian ini.

Wednesday, April 26, 2017

Review Jurnal No.5 (Pelaporan dan Pengungkapan)

Nama Jurnal
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia

Volume / Halaman
Vol. 3, No. 2 / Hal 239 – 260

Nama Penulis

Intan Herlina Oktaviani dan Dwi Martani
Judul Jurnal

Analisis Pengungkapan Laporan Keungan Perusahan Pembiayaan
Tanggal Jurnal

Desember, 2006
Tujuan Penelitian

Untuk memberikan bukti empiris tentang pengungkapan laporan keuangan dari perusahaan pembiayaan dan faktor-faktor yang menentukan tingkat pengungkapan.

Variabel Penelitian
Variabel dependen : tingkat pengungkapan yaitu tingkat pengungkapan informasi pada laporan keuangan perusahaan pembiayaan.

Variabel independen : Status, Ukuran KAP, Ukuran Perusahaan, Tingkat profitabilitas.

Hasil Penelitian
Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengungkapan perusahaan pembiayaan sebesar 78,35% pada tahun 2004. Ada peningkatan sekitar 1,21% dibandingkan dengan tingkat pengungkapan pada tahun 2003. Ada perbedaan yang signifikan pada tingkat pembiayaan antara status perusahaan dan ukuran perusahaan namun tidak ada perbedaan yang signifikan antara ukuran auditor.

Kesimpulan
1.      Rata-rata tingkat pengungkapan atas informasi pada laporan keuangan perusahaan pembiayaan adalah 78,35%. Pada tahun 2004 terjadi peningkatan rata-rata tingkat pengungkapan sebesar 1,21% dari tahun sebelumnya.

2.      Terdapat perbedaan rata-rata tingkat pengungkapan laporan keuangan pada kelompok berdasarkan status perusahaan, total aset perusahaan dan tingkat profitabilitas. Tidak terdapat perbedaan rata-rata tingkat pengungkapan laporan keuangan pada kelompok berdasarkan ukuran KAP.

3.      Faktor status perusahaan, ukuran KAP, ukuran perusahaan dan tingkat profitabilitas secara bersama-sama mempengaruhi secara signifikan tingkat pengungkapan pada laporan keuangan. Pengaruh keempat faktor tersebut cukup dominan dengan R-square sebesar 38%. Hal ini dikarenakan faktor status perusahaan dan total aset memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan.

Friday, April 14, 2017

My First Spiritual Journey #Part2

It was like a dream come true. When I don't even dream about it yet.

[Jeddah, Saudi Arabia]
Sabtu 25 Februari 2017
Akhirnya kaki ku bisa leluasa berjalan kesana - kemari setelah 9 jam perjalanan. Kegiatan selanjutnya masih saja menunggu, bedanya ini menunggu di King Abdul Aziz Airport!!!!! Hey, akhirnya gue sampai di Arab hhahaa. Nunggu sekitaran dua jam lebih, kalo nggak salah jam 04.30 baru masuk bis untuk menuju Mecca, di dalem bis dengerin ceramah sambil terngantuk-ngantuk dan tidur nyenyak. 

Ternyata jarak Jeddah - Mecca lumayan jauh juga, baru tiba di hotel jam 6.30. Sepanjang jalan dari jam 5 itu jalanan masih sepi dan gelap banget, tanah kosong dan, banyak jabal (gunung). Waktu udah deket waktu subuh jalanan mulai ramai, di sini gue kebangun karna diingetin udah mau sampai. Seriously, orang-orang banyak yang mulai keluar jalan kaki dengan jarak yang masih agak jauh menuju masjidil haram. Dan gue juga liat banyak orang yang lagi solat di trotoar, mungkin lagi solat tahajud. Di situ gue bener-bener ngerasa terharu banget, semua orang di tanah haram taat oleh perintah Allah bener-bener gue ngeliat orang-orang dari segala penjuru jalan kaki (ada juga yang naik mobil) semua menuju ke satu tempat, Masjidil Haram.

[Mecca, Saudi Arabia]
Sesampai di hotel, kami disuruh sarapan dulu sambil nunggu pembagian kunci kamar. Di kantin sini mulai lah gue sebut ujian pertama, kenapa? Jadi gini, di kantin itu emang tempatnya udah penuh oleh orang-orang yang baru dateng, ada satu meja panjang yang kosong tapi udah ditandain pake tas yang artinya di situ udah ada yang nempatin, tapi gatau kenapa tante gue nekat buat duduk di kursi yang emang udah ada tas nya itu, sampe kami kembali setelah ngambil makan emang belum ada orang yang datang, mungkin dia masih antre ngambil makanan. Makanan udah tinggal sedikit, datanglah si empunya kursi kebingungan tempatnya diambil sedangkan dia mau makan. Gue inisiatif buat nyuruh om gue bergeser ke kursi sebelah, emang di situ juga penuh tas orang (di meja nya) tapi setidaknya geser dulu lah sebentar mumpung orangnya belum dateng. Tapi om gue nggak mau geser, akhirnya si ibu yang punya kursi itu berdiri nunggu tante gue makan dan itu lama. Dia ngomongnya sih emang gapapa tapi gue tau banget kalo dia kesel karna keliatan jelas dari ekspresi mukanya. Skip~

Makan udah selesai, kunci kamar udah diambil dan langsung lah kami menuju kamar hotel. Di sinilah hukum sebab-akibat terjadi, gue sih mikirnya begitu karna pas banget lah pokoknya. Hal yang sebenernya nggak mungkin, kejadian lah saat itu, di kartu tertulis 903 yang angkanya nggak jelas either itu 9 atau 4 karena ditulis tangan bukan ketikan, kami nanya orang dan dijawab kalo itu angka 4 which means on the 4th floor. Kami ke sana dan ternyata kuncinya nggak  fit on it, oh yaudah berarti yang bener itu angka 9, naik lah kami setelah nunggu lift lama banget. Kami ke kamar 903 dan kaget lah lagi ternyata di situ udah ada orangnya, gue langsung banyak-banyak istighfar tapi nggak berani nyebut kalo itu karma pokoknya istighfar aja terus.

Kami ketok kamarnya, unfortunately salah satu orangnya itu mulutnya rempong banget berisik dan segala nyuruh gue ke kamar sebelah untuk cari tau ada kemungkinan atau enggak kalo kuncinya itu sebenernya kunci kamar sebelah. Gue coba masukin kartunya itu ke pintu kamar sebelah, emang nggak bisa dan di sana juga udah ada orangnya, Si ibu ini tetep ngotot sambil kebingungan siapa yang sebenernya tinggal di kamar 903 ini. Sambil dia berisik dan mencoba menghubungi panitia, gue tinggalin aja buat solat subuh karna saat itu udah jam 7 udah kelewat satu jam dari adzan subuh. Jam 7.30 akhirnya perseteruan selesai dan yang tinggal di 903 adalah gue sekeluarga, alhamdulillah.

Jam 8 kami keluar kamar dan bersiap untuk melaksanakan umroh, tanpa mandi, sikat gigi, atau memakai wewangian karena emang semua hal itu dilarang. Kami berjalan ke Masjidil Haram, nggak jauh dari hotel jaraknya. Sepanjang perjalanan gue merasa bersyukur banget akhirnya sampai juga ke tanah haram.

Masuk Masjidil Haram lalu menuju The Holy Kakbah gue ngerasa antara percaya dan nggak percaya kalo gue udah berada di situ, alhamdulillah wasyukurillah. Mulai tawaf gue agak kebingungan karna itu penuh eheheh takut ilang dari rombongan karna kebawa arus. Gue bergandengan sama mama dan tante, nggak pernah lepas kecuali saat mengangkat tangan di depan Hajr Aswat. Lupa di putaran ke berapa gue bener-bener yang nangis terharu sambil terus ngucap do'a tapi nggak berani ngeluarin suara tangisan, jadi air mata ngalir terus aja sambil rada sesegukan.

Masyaa Allah rasanya nikmat dan bersyukur banget, you guys should be there at least once in a lifetime to feel that euphoria. I pray for you guys, semoga muslimin dan muslimah yang baca ini bisa segera dipanggil ke sana, aamiin o:-)

Biasanya gue gampang banget ngerasa capek walaupun cuma jalan sebentar, tapi waktu tawaf sama sekali nggak ngerasa capek. Baru terasa pinggang agak kaku itu waktu lagi rukuk saat solat dua rokaat setelah tawaf. Terus lanjut lagi sa'i bareng keluarga gue berenam, sayangnya setelah beberapa kali balik Safa - Marwah kami terpisah dengan om dan tante gue yang satu (tante gue ada dua). Sampai umroh selesai belom ketemu juga padahal kami berempat udah nunggu agak lama.



Setelah ketemu, gue langsung ngasih tau ke tante gue buat cepetan potong rambut mumpung masih ada rombongan yang juga lagi potong rambut (tante gue nggak bawa gunting, jadi harus pinjam ke rombongan lain). Selesai umroh, kami ingin buru-buru kembali ke hotel karena udah mulai lapar dan badan juga terasa lengket banget.

Sore menunggu adzan magrib kami istirahat tidur sebentar dan berniat untuk melaksanakan solat magrib di Masjidil Haram dan melakukan tawaf. Tidur dari jam 16 dan ternyata kami tidur sangat nyenyak dan akhirnya baru kebangun jam 19.30 lol kaget dooong magrib udah kelewat jauh banget tapi untungnya belom adzan isya. Batal lah rencara awal, alhasil kami solat magrib di kamar dan setelah itu kami makan malam di kantin hotel.

Malamnya sekitar jam 20.30 kalo nggak salah, kami berangkat ke Masjidil Haram berempat untuk melaksanakan tawaf, ternyata jumlah massanya lebih banyak daripada yang tadi pagi, mungkin karena hawanya lebih sejuk tidak terik kena sinar matahari. Setelah selesai tawaf dan solat dua rokaat, gue mulai ngambil catatan-catatan titipan doa dari teman-teman, mendoakan mereka lalu fotoin catetan itu di depan kakbah. Ternyata buat fotoin itu butuh sedikit perjuangan juga yaa karena pas banget arah depan Hajr Aswat emang penuh banget lebih penuh daripada sudut kakbah yang lain.




Hari-hari di Mecca berjalan sangat lancar dengan rutinitas tidur - bangun - mandi - makan - ibadah - repeat. Dan yap bersyukurnya lagi gue sama sekali nggak bermasalah dengan makanan apapun yang disajikan di sini, emang menunya itu masakan Indonesia tapi makanan yang biasanya gue nggak doyan pun di sini gue bisa makan semuanya dengan nikmat. Padahal waktu di rumah sempet khawatir juga dengan selera makan gue yang bandel ini.



Replika Maqam Ibrahim
@ Museum Kaaba



Kami di Mecca selama 4 hari dan rasanya kayak cuma sehari doang di sana, sedih banget ninggalin kota Mecca ini. Selalu berdoa supaya bisa kembali lagi dan lagi ke Masjidil Haram.

to be continue...