Pendahuluan
Manajemen
keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan,
pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh
suatu organisasi atau perusahaan.
Seorang
manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus mengetahui bagaimana mengelola
segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib dilakukan karena keuangan
merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan.
Unsur
manajemen keuangan harus diketahui oleh seorang manajer. Misalkan saja seorang
manajer keuangan tidak mengetahui apa-apa saja yang menjadi unsur-unsur
manajemen keuangan, maka akan muncul kesulitan dalam menjalankan suatu
perusahaan tersebut.
Sebab itu,
seorang manajer keuangan harus mampu mengetahui segala aktivitas manajemen
keuangan, khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaannya untuk
merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajer
keuangan harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun internal.
Landasan Teori
1.
Menurut Liefman
Manajemen Keuangan merupakan usaha untuk menyediakan uang dan
menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.
2.
Menurut Depdiknas
Manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan
keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban
dan pelaporan.
3.
Menurut Agus Sartono
Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana baik
yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara
efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau
pembelanjaan secara efisien. (2001:6)
4.
Menurut JF Bradley
Manajemen keuangan adalah bidang manajemen bisnis yang
ditujukan untuk penggunaan model secara bijaksana & seleksi yang seksama
dari sumber modal untuk memungkinkan unit pengeluaran untuk bergerak ke arah
mencapai tujuannya.
5.
Menurut Brigham dan Houston
yang diterjemahkan oleh Dodo, H. Dan Herman, W.
“Manajemen keuangan merupakan bidang yang terluas dari tiga
bidang keuangan, dan memiliki kesempatan karir yang sangat luas”
6.
Menurut Weston dan Copeland
yang diterjemahkan oleh Jaka, W. dan Kirbrandoko
Yaitu
sebagai berikut: “Manajemen keuangan dapat dirumuskan oleh fungsi dan tanggung
jawab para manajer keuangan. Fungsi pokok manajemen keuangan antara lain menyangkut
keputusan tentang penanaman modal, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian
deviden pada suatu perusahaan”
Pembahasan
Pengertian
Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan adalah suatu
kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian,
pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau
perusahaan.
Tiga Aktivitas
(Fungsi) Utama Manajemen Keuangan
a.
Allocation of funds (aktivitas penggunaan dana)
yaitu aktivitas untuk
menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. Alokasi dana berbentuk:
-
Financial assets (aktiva finansial) yaitu selembar
kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh
penghasilan, misalnya: saham, sertifikat deposito, atau obligasi.
-
Real assets (aktiva riil) yaitu aktiva nyata, misalnya:
tanah, bangunan, peralatan.
b.
Raising of funds (aktivitas perolehan dana)
yaitu aktivitas untuk
mendapatkan sumber dana baik dari sumber internal perusahaan maupun sumber
eksternal perusahaan, termasuk juga politik dividen. Sumber dana pada
perusahaan secara keseluruhan.
c.
Manajemen assets (aktivitas pengelolaan aktiva)
yaitu setelah dana diperoleh dan
dialokasikan dalam bentuk aktiva-aktiva, harus dikelola seefisien mungkin.
Fungsi Manajeman
Keuangan
Berikut ini
adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan :
a)
Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan
pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
b)
Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan
keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
c)
Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan
untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
d)
Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber
dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
e)
Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan
serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
f)
Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta
perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
g)
Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas
keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
h)
Pelaporan Keuangan, penyediaan informasi tentang
kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi
Fungsi Manajer Keuangan
Fungsi manajer keuangan meliputi
hal-hal sebagai berikut :
a.
Melakukan pengawasan atas biaya
b.
Menetapkan kebijaksanaan harga
c.
Meramalkan laba yang akan datang
d.
Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja
Keputusan yang
Diambil Manajemen Keuangan
Ada tiga
keputusan yang diambil manajemn keuangan yaitu keputusan investasi, keputusan
pendanaan, dan keputusan mengenai dividen. Kegiatan mencari alternatif sumber
dana menimbulkan adanya arus kas masuk, sementara kegiatan mengalokasikan dana
dan pembayaran dividen menimbulkan arus kas keluar, maka manajemen keuangan
sering disebut manajemen aliran (arus) kas.
Keterangan lebih lanjut dari
masing-masing keputusan sebagai berikut: (Van Horne)
1.
Financing dicision (keputusan pendanaan atau
pembelanjaan pasif)
Implementasi dari rasing of funds, meliputi besarnya
dana, jangka waktu penggunaan, asalnya dana, serta persyaratan-persyaratan yang
timbul karena penarikan dana tersebut.
Hasil financing dicision tercermin di sebelah kanan
dari neraca.
Raising of funds bisa diperoleh dari internal (modal
sendiri) meliputi: saham preferen, saham biasa, laba ditahan dan cadangan,
maupun eksternal (modal asing) jangka pendek maupun jangka panjang. Sumber dana
jangka pendek, misalnya utang dagang (trade payable atau open account), utang
wesel (notes payable), utang gaji, dan utang pajak. Sumber dana jangka panjang
misalnya, utang bank, dan obligasi.
2.
Investmenf Dicision (keputusan investasi atau
pembelanjaan aktif)
Implementasi dari allocation off funds.
Allocation of funds bisa dalam jangka pendek dalam bentuk
working capital, berupa aktiva lancar atau jangka panjang dalam bentuk capital
investment, berupa aktiva tetap.
Tercermin di sisi aktiva (kiri) sebuah neraca.
Komposisi aktiva harus ditetapkan misalnya berapa aktiva total yang
dialokasikan untuk kas atau persediaan, aktiva yang secara ekonomis tidak dapat
dipertahankan harus dikurangi, dihilangkan atau diganti.
3.
Dividen Policy (keputusan mengenai dividen)
Berhubungan dengan penentuan prosentase dari
keuntungan neto yang akan dibayarkan sebagai cash dividend.
Penentuan stock dividen dan pembelian kembali saham.
Tanggung
Jawab Staf Keuangan
Tugas staf
keuangan adalah mendapatkan dan mengoperasikan sumber-sumber daya sehinggadapat
memaksimalkan nilai perusahaan dengan berbagai aktivitas (Brigham & Houston:
2006, 18) yaitu:
1.
Peramalan dan perencanaan yaitu, mengkoordinasi proses
perencanaan yang akan membentuk masa depan perusahaan.
2.
Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan yaitu,
membantu menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutusakan aset
spesifik yang harus diperoleh, dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset.
3.
Koordinasi dan control yaitu, berinteraksi dengan
karyawan-karyawan lain untuk memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi se-efisien
mungkin.
4.
Berinteraksi dengan pasar keuangan yaitu, berinteraksi
untuk mendapatkan atau menanamkan dana perusahaan.
5.
Manajemen risiko yaitu, bertanggung jawab untuk
program manajemen risiko secara keseluruhan termasuk mengidentifiksi risiko dan
kemudian mengelolanya secara efisien.
Tujuan
Manajemen Keuangan
Tujuan manajemen
keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian, apabila
suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.
Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar
dari tindakan yang tidak diinginkan.
Analisis Sumber Dana dan Penggunaannya
Analisis
sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer
keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan
asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana
dan penggunaan dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi
dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.
Langkah
pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang
disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan
perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber
atau penggunaan dana.
Pada umumnya rasio keuangan yang
dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu :
1.
Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya.
2.
Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur
seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya
dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.
3.
Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur
efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas
melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai
jenis harta.
4.
Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk
mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap
penjualan dan investasi perusahaan.
5.
Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur
seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya, pertumbuhan ekonomi,
dan industri.
6.
Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi
perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi
pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.
Modal dalam
perusahaan
Modal
merupakan kumpulan dari barang-barang modal, yaitu semua barang yang ada dalam
rumah tangga perusahaan dalam fungsi produktifnya untuk membentuk
pendapatan. Jadi, yang dimaksud dengan
modal bukan hanya uang saja, tetapi termasuk juga aktiva yang ada dalam
perusahaan, yang digunakan untuk menjalankan operasi perusahaannya.
Pada
hakikatnya masalah manajemen keuangan adalah menyangkut masalah keseimbangan
keuangan di dalam perusahaan.
Dengan
demikian manajemen keuangan berarti mengadakan keseimbangan antara aktiva
dengan pasiva yang dibutuhkan beserta mencari susunan kualitatif dari aktiva
dan pasiva tersebut dengan sebaik-baiknya.
Keseimbangan antara aktiva dengan
pasiva ditunjukan sebagai berikut :
1.
Struktur
Kekayaan (Assets Structure)
2.
Struktur Modal
(Capital Structure)
3.
Struktur
Keuangan (Financial Structure)
Pedoman
atau aturan struktur keuangan dalam hubungan antara struktur keuangan dan
struktur kekayaan adalah sebagai berikut:
1.
Struktur Keuangan Konservatif Vertical, memberikan
batas keseimbangan yang harus
dipertahankan
oleh suatu perusahaan mengenai besarnya modal asing dan modal sendiri
2.
Struktur Keuangan Konservatif Horizontal, memberikan
batasan keseimbangan yang
harus dipertahankan oleh suatu
perusahaan mengenai besarnya modal sendiri dengan besarnya aktiva tetap
ditambah persediaan pengaman.
Berdasarkan
asumsi bahwa, manajemen keuangan yang sehat pada suatu perusahaan seharusnya
dibangun atas dasar modal sendiri. Modal sendiri adalah modal yang tahan
terhadap resiko, maka aturan keuangan menetapkan bahwa besarnya modal asing
dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh melebihi besarnya modal sendiri yaitu,
angka perbandingan antara jumlah modal asing dengan modal sendiri tidak boleh
melebihi 1:1.
Prinsip
Dasar dalam Manajemen Keuangan
1. Risk-Return
Trade Off
Prinsip
ini mengatakan ‘There is a trade-off between risk and return’. Orang menyukai
keuntungan tinggi dengan resiko rendah (prinsip risk aversion). Kondisi ‘hig
return, low risk’ ini tidak akan tercapai karena semua orang menginginkannya
(prinsip self-interest behavior). Prinsip ini mengatakan ‘jika Anda
menginginkan keuntungan besar, bersiaplah untuk menanggung risiko yg besar pula
atau ‘high risk, high return’
Dalam
bisnis dan investasi dikenal istilah "High Risk, High Return".
Istilah ini terkait dengan aksioma nomor 1 yaitu harus ada pertukaran antara
resiko dan return. Maksud dari hal ini adalah apabila resiko bertambah maka return seharusnya
turut bertambah. Hal ini dimaksudkan sebagai harus ada pertambahan return sebagai kompensasi dari
pertambahan resiko yang akan ditanggung oleh investor. Oleh karena itu, suatu
hal yang wajar apabila terdapat istilah high
risk, high return. Sebagai contoh dari ilustrasi ini, gaji seorang pembalap
F1 akan lebih besar dari gaji seorang pemain bulutangkis. Kenapa? karena
seorang pembalap F1 memiliki resiko untuk tewas dalam arena lebih besar
daripada seorang pemain bulutangkis. Sebagai pengganti resiko yang diterima
maka diberikan return (dalam
hal ini gaji) yang lebih besar.
2. Time Value of Money
Prinsip
ini mengatakan ‘Time has a time value’. Prinsip ini mengajarkan bahwa uang Rp.
1.000 yg kita terima hari ini tidak sama nilainya dengan uang Rp 1.000 yg kita
terima bulan depan. Banyak orang tidak menyadari implikasi dari pertumbuhan majemuk
(compound growth) atau bunga-berbunga pada keputusan keuangan.
Aksioma
kedua mengenai nilai dari suatu uang. Uang yang Anda terima sekarang akan lebih
berharga daripada uang dengan jumlah yang sama yang akan Anda terima
setahun yang akan datang. Di
samping inflasi yang melanda suatu negara yang mengakibatkan nilai suatu mata
uang turun, terdapat pula faktor resiko, yaitu resiko timbul karena tidak
adanya kepastian (uncertainty). Kaitan dengan konsep atau aksioma kedua
ini adalah apabila Anda ditawari uang dan Anda diberi pilihan akan mengambilnya
sekarang atau setahun lagi dengan jumlah yang sama, akan lebih baik jika Anda
mengambil pilihan untuk mengambil sekarang. Hal ini dikarenakan uang yang Anda
terima sekarang sudah menjadi milik Anda, sedangkan uang yang akan Anda miliki
setahun lagi belum menjadi milik Anda dan masih terdapat kemungkinan uang itu
tidak menjadi milik Anda. Dari konsep kedua inilah mengapa pada setiap
utang-piutang terdapat bunga (interest) yaitu sebagai pengganti resiko
yang akan muncul karena ketidak mampuan untuk membayar (default).
3. Incremental benefit (cash flow)
Prinsip
ini mengatakan ‘Financial decisions are based on incremental benefit’. Prinsip ini mengajarkan bahwa, keputusan
keuangan harus didasarkan pada selisih antara nilai dengan suatu alternatif dan
nilai tanpa alternatif tersebut. Incremental benefit adalah keuntungan tambahan
yang harus dibandingkan dengan incremental cost atau biaya tambahan.
Dalam
aksioma nomor 3 telah dijelaskan bahwa satu-satunya aset yang memiliki
pelaporan sendiri adalah kas. Kas sendiri dilaporkan dalam statement of cash flow dan
di dalamnya terdapat bagaimana aliran kas masuk dan kas keluar. Dalam proses
evaluasi keuangan, salah satu komponen yang akan dievaluasi berasal dari statement
of cashflow. Bahan
pertimbangan dalam evaluasi ini adalah terkait dengan opportunity cost yaitu
pengorbanan yang timbul dikarenakan kita memilih salah satu pilihan. Kaitannya
dengan aksioma keempat adalah menurut Martin Keown,
"Incremental Cash Flow is
the difference between the cash flow if the project is taken on versus if the
project is not taken on"
Hal ini
terkait dengan segala konsekuensi yang akan diterima dalam pengambilan
keputusan atau penolakan atas suatu proyek.
4. Efficient
Capital Market
Prinsip ini mengatakan ‘Capital market are efficient’. Capital market atau pasar modal yang efisien adalah pasar modal dimana harga aktiva finansial yang diperjual belikan mencerminkan seluruh informasi yang ada dan dapat menyesuaikan diri secara cepat terhadap informasi baru. Agar pasar modal dapat efisien secara informasi, pasar modal tersebut harus efisien secara operasi (operational efficiency), misal kemudahan dalam berjual-beli sekuritas.
Pada pembahasan sebelumnya telah
dikatakan bahwa tujuan utama dari manajemen keuangan adalah untuk memaksimumkan
kesejahteraan pemegang saham. Kesejahteraan yang dimaksud di sini
merupakan nilai dari saham yang dipegang oleh pemegang saham. Yang jadi
pertanyaan, mengapa harga dari suatu saham dapat berubah? Hal ini dikarenakan supply and demand yang ada
pada pasar. Harga terbentuk setelah mencapai titik keseimbangan (equilibrium).
Dalam manajemen keuangan, harga yang terbentuk ini selalu menjadi nilai dari
suatu perusahaan. Artinya penerapan dari memaksimalkan kesejahteraan pemegang
saham dapat diimplementasikan dengan memfokuskan pada setiap kebijakan yang ada
di perusahaan. Keputusan yang tepat akan berdampak pada kenaikan nilai dari
suatu perusahaan dan sebaliknya. Oleh karena itu, jika hanya memaksimalkan
profit dari perusahaan melalui metode akuntansi, tidak akan berdampak pada
perubahan harga saham. Karena memaksimalkan profit melalui akuntansi adalah hal
yang mudah, Anda tinggal melakukan pemotongan pada setiap beban,
maka jadilah profit Anda lebih besar.
5. Prinsip
‘Self Interest Behavior
Prinsip ini
mengatakan ‘People act in their own financial self interest’. Inti prinsip ini
adalah orang akan memilih tindakan yang memberikan keuntungan (secara keuangan)
yang terbaik bagi dirinya.
6. Prinsip ‘Risk
aversion’
Prinsip
ini mengatakan ‘When all
else is equal, people prefer higher return and lower risk’. Inti prinsip ini adalah orang akan
memilih alternatif dengan rasio keuntungan (return) dan risiko (risk) terbesar.
7. Prinsip
‘Diversification’
Prinsip
ini mengatakan ‘Diversification is beneficial’. Prinsip ini mengajarkan bahwa tindakan
diversifikasi adalah menguntungkan karena dapat meningkatkan rasio antara
keuntungan dan risiko.
8. Prinsip
‘Two Sided Transactions’
Prinsip
ini mengatakan ‘Each financial transaction has at least two sides’. Prinsip
ini mengingatkan kita bahwa dalam mempelajari dan membuat keputusan keuangan,
kita tidak hanya melihat dari sisi kita, tetapi juga mencoba melihat dari sisi
lawan transaksi kita.
9. Prinsip
‘Signating’
Prinsip
ini mengatakan ‘Action convey information’. Prinsip
ini mengajarkan bahwa setiap tindakan mengandung informasi.
10. Prinsip
‘Option’
Prinsip ini mengatakan ‘Option is valuable’. Option atau opsi
adalah suatu hak tanpa kewajiban untuk melalukan sesuatu. Prinsip option ini menjadi dasar pengembangan sekuritas
turunan (derivative security) option yg berguna untuk melakukan hedging
(tindakan pengurangan resiko). Disamping itu, prinsip option banyak membantu
dalam menganalisis dan memahami pengambilan keputusan keuangan.
Kesimpulan
Manajemen
keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan,
pengelolaan, pengendalian, pencarian, dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh
suatu organisasi atau perusahaan.
Tujuan manajemen
keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Maka, apabila suatu saat
perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang
manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari
tindakan yang tidak diinginkan.
Pada
hakikatnya masalah manajemen keuangan adalah menyangkut masalah keseimbangan
keuangan di dalam perusahaan. Dengan demikian manajemen keuangan berarti
mengadakan keseimbangan antara aktiva dengan pasiva yang dibutuhkan beserta
mencari susunan kualitatif dari aktiva dan pasiva tersebut dengan
sebaik-baiknya.
Sumber:
Fakta dan Realita Perusahaan Maju
ReplyDelete