Tuesday, November 26, 2013

Manajemen Keuangan

Pendahuluan

Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.

Seorang manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

Unsur manajemen keuangan harus diketahui oleh seorang manajer. Misalkan saja seorang manajer keuangan tidak mengetahui apa-apa saja yang menjadi unsur-unsur manajemen keuangan, maka akan muncul kesulitan dalam menjalankan suatu perusahaan tersebut.

Sebab itu, seorang manajer keuangan harus mampu mengetahui segala aktivitas manajemen keuangan, khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaannya untuk merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajer keuangan harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun internal.

Landasan Teori

1.       Menurut Liefman
Manajemen Keuangan merupakan usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.

2.       Menurut Depdiknas
Manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan.

3.       Menurut Agus Sartono
Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien. (2001:6)

4.       Menurut JF Bradley
Manajemen keuangan adalah bidang manajemen bisnis yang ditujukan untuk penggunaan model secara bijaksana & seleksi yang seksama dari sumber modal untuk memungkinkan unit pengeluaran untuk bergerak ke arah mencapai tujuannya.

5.       Menurut Brigham dan Houston yang diterjemahkan oleh Dodo, H. Dan Herman, W.
“Manajemen keuangan merupakan bidang yang terluas dari tiga bidang keuangan, dan memiliki kesempatan karir yang sangat luas”

6.       Menurut Weston dan Copeland yang diterjemahkan oleh Jaka, W. dan Kirbrandoko
Yaitu sebagai berikut: “Manajemen keuangan dapat dirumuskan oleh fungsi dan tanggung jawab para manajer keuangan. Fungsi pokok manajemen keuangan antara lain menyangkut keputusan tentang penanaman modal, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden pada suatu perusahaan”

Pembahasan

Pengertian Manajemen Keuangan

            Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.

Tiga Aktivitas (Fungsi) Utama Manajemen Keuangan

a.      Allocation of funds (aktivitas penggunaan dana)
yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. Alokasi dana berbentuk:
-          Financial assets (aktiva finansial) yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, misalnya: saham, sertifikat deposito, atau obligasi.
-          Real assets (aktiva riil) yaitu aktiva nyata, misalnya: tanah, bangunan, peralatan.

b.      Raising of funds (aktivitas perolehan dana)
yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana baik dari sumber internal perusahaan maupun sumber eksternal perusahaan, termasuk juga politik dividen. Sumber dana pada perusahaan secara keseluruhan.

c.       Manajemen assets (aktivitas pengelolaan aktiva)
yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva-aktiva, harus dikelola seefisien mungkin.

Fungsi Manajeman Keuangan

Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan :

a)      Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
b)      Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
c)      Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
d)      Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
e)      Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
f)       Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
g)      Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
h)      Pelaporan Keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi

Fungsi Manajer Keuangan

Fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :

a.      Melakukan pengawasan atas biaya

b.      Menetapkan kebijaksanaan harga

c.       Meramalkan laba yang akan datang

d.      Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

Keputusan yang Diambil Manajemen Keuangan

Ada tiga keputusan yang diambil manajemn keuangan yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan mengenai dividen. Kegiatan mencari alternatif sumber dana menimbulkan adanya arus kas masuk, sementara kegiatan mengalokasikan dana dan pembayaran dividen menimbulkan arus kas keluar, maka manajemen keuangan sering disebut manajemen aliran (arus) kas.

Keterangan lebih lanjut dari masing-masing keputusan sebagai berikut: (Van Horne)

1.      Financing dicision (keputusan pendanaan atau pembelanjaan pasif)
Implementasi dari rasing of funds, meliputi besarnya dana, jangka waktu penggunaan, asalnya dana, serta persyaratan-persyaratan yang timbul karena penarikan dana tersebut.
Hasil financing dicision tercermin di sebelah kanan dari neraca.
Raising of funds bisa diperoleh dari internal (modal sendiri) meliputi: saham preferen, saham biasa, laba ditahan dan cadangan, maupun eksternal (modal asing) jangka pendek maupun jangka panjang. Sumber dana jangka pendek, misalnya utang dagang (trade payable atau open account), utang wesel (notes payable), utang gaji, dan utang pajak. Sumber dana jangka panjang misalnya, utang bank, dan obligasi.

2.      Investmenf Dicision (keputusan investasi atau pembelanjaan aktif)
Implementasi dari allocation off funds.
Allocation of funds bisa dalam jangka pendek dalam bentuk working capital, berupa aktiva lancar atau jangka panjang dalam bentuk capital investment, berupa aktiva tetap.
Tercermin di sisi aktiva (kiri) sebuah neraca. Komposisi aktiva harus ditetapkan misalnya berapa aktiva total yang dialokasikan untuk kas atau persediaan, aktiva yang secara ekonomis tidak dapat dipertahankan harus dikurangi, dihilangkan atau diganti.

3.      Dividen Policy (keputusan mengenai dividen)
Berhubungan dengan penentuan prosentase dari keuntungan neto yang akan dibayarkan sebagai cash dividend.
Penentuan stock dividen dan pembelian kembali saham.

Tanggung Jawab Staf Keuangan

Tugas staf keuangan adalah mendapatkan dan mengoperasikan sumber-sumber daya sehinggadapat memaksimalkan nilai perusahaan dengan berbagai aktivitas (Brigham & Houston: 2006, 18) yaitu:

1.      Peramalan dan perencanaan yaitu, mengkoordinasi proses perencanaan yang akan membentuk masa depan perusahaan.

2.      Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan yaitu, membantu menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutusakan aset spesifik yang harus diperoleh, dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset.

3.      Koordinasi dan control yaitu, berinteraksi dengan karyawan-karyawan lain untuk memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi se-efisien mungkin.

4.      Berinteraksi dengan pasar keuangan yaitu, berinteraksi untuk mendapatkan atau menanamkan dana perusahaan.

5.      Manajemen risiko yaitu, bertanggung jawab untuk program manajemen risiko secara keseluruhan termasuk mengidentifiksi risiko dan kemudian mengelolanya secara efisien.

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan manajemen keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian, apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.
Analisis Sumber Dana dan Penggunaannya

Analisis sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.

Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana.

Pada umumnya rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu :

1.      Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya.

2.      Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.


3.      Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.

4.      Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.

5.      Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya, pertumbuhan ekonomi, dan industri.

6.      Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.

Modal dalam perusahaan

Modal merupakan kumpulan dari barang-barang modal, yaitu semua barang yang ada dalam rumah tangga perusahaan dalam fungsi produktifnya untuk membentuk pendapatan.  Jadi, yang dimaksud dengan modal bukan hanya uang saja, tetapi termasuk juga aktiva yang ada dalam perusahaan, yang digunakan untuk menjalankan operasi perusahaannya.  

Pada hakikatnya masalah manajemen keuangan adalah menyangkut masalah keseimbangan keuangan di dalam perusahaan.

Dengan demikian manajemen keuangan berarti mengadakan keseimbangan antara aktiva dengan pasiva yang dibutuhkan beserta mencari susunan kualitatif dari aktiva dan pasiva tersebut dengan sebaik-baiknya.

Keseimbangan antara aktiva dengan pasiva ditunjukan sebagai berikut :

1.        Struktur Kekayaan (Assets Structure)
2.        Struktur Modal (Capital Structure)
3.        Struktur Keuangan (Financial Structure)

Pedoman atau aturan struktur keuangan dalam hubungan antara struktur keuangan dan struktur kekayaan adalah sebagai berikut:

1.      Struktur Keuangan Konservatif Vertical, memberikan batas keseimbangan yang harus
dipertahankan oleh suatu perusahaan mengenai besarnya modal asing dan modal sendiri
2.      Struktur Keuangan Konservatif Horizontal, memberikan batasan keseimbangan yang
harus dipertahankan oleh suatu perusahaan mengenai besarnya modal sendiri dengan besarnya aktiva tetap ditambah persediaan pengaman.

Berdasarkan asumsi bahwa, manajemen keuangan yang sehat pada suatu perusahaan seharusnya dibangun atas dasar modal sendiri. Modal sendiri adalah modal yang tahan terhadap resiko, maka aturan keuangan menetapkan bahwa besarnya modal asing dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh melebihi besarnya modal sendiri yaitu, angka perbandingan antara jumlah modal asing dengan modal sendiri tidak boleh melebihi 1:1.

Prinsip Dasar dalam Manajemen Keuangan

1.      Risk-Return Trade Off

Prinsip ini mengatakan ‘There is a trade-off between risk and return’. Orang menyukai keuntungan tinggi dengan resiko rendah (prinsip risk aversion). Kondisi ‘hig return, low risk’ ini tidak akan tercapai karena semua orang menginginkannya (prinsip self-interest behavior). Prinsip ini mengatakan ‘jika Anda menginginkan keuntungan besar, bersiaplah untuk menanggung risiko yg besar pula atau ‘high risk, high return’

Dalam bisnis dan investasi dikenal istilah "High Risk, High Return". Istilah ini terkait dengan aksioma nomor 1 yaitu harus ada pertukaran antara resiko dan return. Maksud dari hal ini adalah apabila resiko bertambah maka return seharusnya turut bertambah. Hal ini dimaksudkan sebagai harus ada pertambahan return sebagai kompensasi dari pertambahan resiko yang akan ditanggung oleh investor. Oleh karena itu, suatu hal yang wajar apabila terdapat istilah high risk, high return. Sebagai contoh dari ilustrasi ini, gaji seorang pembalap F1 akan lebih besar dari gaji seorang pemain bulutangkis. Kenapa? karena seorang pembalap F1 memiliki resiko untuk tewas dalam arena lebih besar daripada seorang pemain bulutangkis. Sebagai pengganti resiko yang diterima maka diberikan return (dalam hal ini gaji) yang lebih besar.

2.      Time Value of Money

Prinsip ini mengatakan ‘Time has a time value’. Prinsip ini mengajarkan bahwa uang Rp. 1.000 yg kita terima hari ini tidak sama nilainya dengan uang Rp 1.000 yg kita terima bulan depan. Banyak orang tidak menyadari implikasi dari pertumbuhan majemuk (compound growth) atau bunga-berbunga pada keputusan keuangan.

Aksioma kedua mengenai nilai dari suatu uang. Uang yang Anda terima sekarang akan lebih berharga daripada  uang dengan jumlah yang sama yang akan Anda terima setahun yang akan datang. Di samping inflasi yang melanda suatu negara yang mengakibatkan nilai suatu mata uang turun, terdapat pula faktor resiko, yaitu resiko timbul karena tidak adanya kepastian (uncertainty). Kaitan dengan konsep atau aksioma kedua ini adalah apabila Anda ditawari uang dan Anda diberi pilihan akan mengambilnya sekarang atau setahun lagi dengan jumlah yang sama, akan lebih baik jika Anda mengambil pilihan untuk mengambil sekarang. Hal ini dikarenakan uang yang Anda terima sekarang sudah menjadi milik Anda, sedangkan uang yang akan Anda miliki setahun lagi belum menjadi milik Anda dan masih terdapat kemungkinan uang itu tidak menjadi milik Anda. Dari konsep kedua inilah mengapa pada setiap utang-piutang terdapat bunga (interest) yaitu sebagai pengganti resiko yang akan muncul karena ketidak mampuan untuk membayar (default).

3.      Incremental benefit (cash flow)

Prinsip ini mengatakan ‘Financial decisions are based on incremental benefit’. Prinsip ini mengajarkan bahwa, keputusan keuangan harus didasarkan pada selisih antara nilai dengan suatu alternatif dan nilai tanpa alternatif tersebut. Incremental benefit adalah keuntungan tambahan yang harus dibandingkan dengan incremental cost atau biaya tambahan.

Dalam aksioma nomor 3 telah dijelaskan bahwa satu-satunya aset yang memiliki pelaporan sendiri adalah kas. Kas sendiri dilaporkan dalam statement of cash flow dan di dalamnya terdapat bagaimana aliran kas masuk dan kas keluar. Dalam proses evaluasi keuangan, salah satu komponen yang akan dievaluasi berasal dari statement of cashflow. Bahan pertimbangan dalam evaluasi ini adalah terkait dengan opportunity cost yaitu pengorbanan yang timbul dikarenakan kita memilih salah satu pilihan. Kaitannya dengan aksioma keempat adalah menurut Martin Keown,

"Incremental Cash Flow is the difference between the cash flow if the project is taken on versus if the project is not taken on"

Hal ini terkait dengan segala konsekuensi yang akan diterima dalam pengambilan keputusan atau penolakan atas suatu proyek.

4.      Efficient Capital Market

                   Prinsip ini mengatakan ‘Capital market are efficient’. Capital market atau pasar modal yang efisien adalah pasar modal dimana harga aktiva finansial yang diperjual belikan mencerminkan seluruh informasi yang ada dan dapat menyesuaikan diri secara cepat terhadap informasi baru. Agar pasar modal dapat efisien secara informasi, pasar modal tersebut harus efisien secara operasi (operational efficiency), misal kemudahan dalam berjual-beli sekuritas.
              
              Pada pembahasan sebelumnya telah dikatakan bahwa tujuan utama dari manajemen keuangan adalah untuk memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham. Kesejahteraan yang dimaksud di sini merupakan nilai dari saham yang dipegang oleh pemegang saham. Yang jadi pertanyaan, mengapa harga dari suatu saham dapat berubah? Hal ini dikarenakan supply and demand yang ada pada pasar. Harga terbentuk setelah mencapai titik keseimbangan (equilibrium). Dalam manajemen keuangan, harga yang terbentuk ini selalu menjadi nilai dari suatu perusahaan. Artinya penerapan dari memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham dapat diimplementasikan dengan memfokuskan pada setiap kebijakan yang ada di perusahaan. Keputusan yang tepat akan berdampak pada kenaikan nilai dari suatu perusahaan dan sebaliknya. Oleh karena itu, jika hanya memaksimalkan profit dari perusahaan melalui metode akuntansi, tidak akan berdampak pada perubahan harga saham. Karena memaksimalkan profit melalui akuntansi adalah hal yang mudah, Anda tinggal melakukan pemotongan pada setiap beban, maka jadilah profit Anda lebih besar.

5.      Prinsip ‘Self Interest Behavior
              Prinsip ini mengatakan ‘People act in their own financial self interest’. Inti prinsip ini adalah orang akan memilih tindakan yang memberikan keuntungan (secara keuangan) yang terbaik bagi dirinya.

6.      Prinsip ‘Risk aversion’
Prinsip ini mengatakan  ‘When all else is equal, people prefer higher return and lower risk’. Inti prinsip ini adalah orang akan memilih alternatif dengan rasio keuntungan (return) dan risiko (risk) terbesar.

7.      Prinsip ‘Diversification’
Prinsip ini mengatakan ‘Diversification is beneficial’. Prinsip ini mengajarkan bahwa tindakan diversifikasi adalah menguntungkan karena dapat meningkatkan rasio antara keuntungan dan risiko.

8.      Prinsip ‘Two Sided Transactions’
Prinsip ini mengatakan ‘Each financial transaction has at least two sides’. Prinsip ini mengingatkan kita bahwa dalam mempelajari dan membuat keputusan keuangan, kita tidak hanya melihat dari sisi kita, tetapi juga mencoba melihat dari sisi lawan transaksi kita.

9.      Prinsip ‘Signating’
Prinsip ini mengatakan ‘Action convey information’. Prinsip ini mengajarkan bahwa setiap tindakan mengandung informasi.

10.  Prinsip ‘Option’
Prinsip ini mengatakan ‘Option is valuable’. Option atau opsi adalah suatu hak tanpa kewajiban untuk melalukan sesuatu. Prinsip option ini menjadi dasar pengembangan sekuritas turunan (derivative security) option yg berguna untuk melakukan hedging (tindakan pengurangan resiko). Disamping itu, prinsip option banyak membantu dalam menganalisis dan memahami pengambilan keputusan keuangan.

Kesimpulan

            Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian, dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.

Tujuan manajemen keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Maka, apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.

Pada hakikatnya masalah manajemen keuangan adalah menyangkut masalah keseimbangan keuangan di dalam perusahaan. Dengan demikian manajemen keuangan berarti mengadakan keseimbangan antara aktiva dengan pasiva yang dibutuhkan beserta mencari susunan kualitatif dari aktiva dan pasiva tersebut dengan sebaik-baiknya.



Sumber:




1 comment: