PEMBAHASAN
2.1 Beberapa kriteria koperasi sukses dapat
dilihat dari :
1. Peningkatan keanggotaan perorangan.
Ada dua faktor
keanggotaan yang perlu diperhatikan yaitu :
- kemampuan
ekonomi,digerakkan untuk keperluan menyusun investasi, lalu
- tingkat kecerdasan
anggota,merupakan penentu mutu manajemen.
2. Peningkatan modal,
merupakan salah satu indikator utama dari
kemandirian koperasi.
3. Peningkatan pelayanan kepada anggota dan
masyarakat.
Kriteria ini sukar
dihitung secara kuantitatif. Anggota dapat merasakan efeknya dengan
membandingkan sebelum dan sesudah ada koperasi. Sedangkan masyarakat dapat
merasakannya melalui pelayanan yang diberikan.
Salah satu contoh
koperasi yang berhasil ataupun sukses dalam pelaksanaannya adalah Koperasi
Sejahtera Bersama (KSB) Bogor yang mendirikan SB Mart, Furnimart dan Mer
Furniture.
Hal ini dapat kita lihat
pada jaringan minimarket SB Mart bertebaran di Jawa Barat. Total hingga saat
ini ada 45 gerai yang tersebar di Bandung, Bogor, hingga kawasan Puncak. Ada
juga toko mebel Mer Furniture dan Furnimart yang punya sembilan toko di Depok, Kuningan,
dan Bandung. Omzet usaha ini juga cukup besar. Dalam sehari, satu gerai SB Mart
bisa menghasilkan Rp 8 juta. Sebulan, keseluruhan minimarket tersebut
menghasilkan Rp 9,6 miliar. Begitu juga dengan sembilan toko mebel yang
omzetnya bisa mencapai Rp 1,3 miliar per bulan. Sehingga dengan demikian atas
keberhasilan koperasi ini maka kesejahteraan anggota bertambah dan masyarakat
umum pun merasakan manfaat positif dari pelayanannya tersebut.
2.2 Kisah
Sukses Koperasi 78
Tidak
bisa di pungkiri, jika koperasi merupakan salah satu badan usaha penunjang perekonomian
di Negara Indonesia. Bahkan badan usaha tersebut di bawah naungan langsung Departemen
Koperasi dan Perindustrian.Koperasi sendiri berasal dari perkataan CO dan OPERATION yang
mengandung arti kerjasama untuk mencapai tujuan.oleh sebab itu definisi
koperasi dapat di artikan sebagai “ suatu perkumpulan yang beranggotakan
orang-orang atau badan-badan yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai
anggota, dengan bekerjasama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi
kesejahteraan jasmaniah para anggotanya”. Dasar hukum dan pengertian dari koperasi sendiri
tertuang dalam UU no 25 tahun 1992, UU yang di syahkan di Jakarta
pada tanggal 21 October 1992, dan di tanda tangani oleh presiden Soeharto.
Sepertihalnya kota-kota
industri
di Indonesia, kota Balikpapan mempunyai begitu banyak badan usaha koperasi.
Salah satunya adalah Koperasi PUSAKA 78, sebuah koperasi yang terbilang “Hidup”.
Koperasi PUSAKA 78 terbentuk pada tanggal 08 juli 1978, di cetuskan oleh beberapa
staff accounting yang saat itu bekerja di perusahaan Oil dan Gas
bernama UNION (sekarang CHEVRON), dengan tujuan awal memenuhi segala kebutuhan
para anggotanya. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 09 Juni 1979,
Koperasi PUSAKA 78 mendapat pengesahan dari Departemen Koperasi dengan nomor badan hukum 485/BH/15. Berawal dari jumlah anggota sebanyak 47
orang, dengan simpanan awal sebesar Rp.1000, koperasi yang sudah berjalan
selama lebih dari 34 tahun tersebut, kini sudah beranggotakan 1.125
orang, dan mempunyai omset sekitar lebih dari 27 Milyar (
berdasarkan harta aktiva dan passiva ), sebuah nilai omset yang fantastis bagi sebuah
badan usaha berbentuk koperasi. Awalnya koperasi tersebut hanya beranggotakan karyawan
UNION, namun Karena pengelolaan managemen yang tepat, ahkirnya banyak mengundang
minat dari pihak luar UNION untuk bergabung sebagai anggota, beberapa kalangan tersebut
berasal dari Instansi ,swasta, dan beberapa perusahan minyak dan gas,
perusahaan mining (batubara) beserta para sub kontraktornya.
Selayaknya sebuah badan
usaha yang berbentuk koperasi, maka pimpinan managemen tertinggi di sebut sebagai
Ketua Umum, dan jabatan tersebut saat ini diisi oleh Bapak Ary Retmono,
beliau merupakan salah satu staff di CHEVRON. Setiap tahunnya koperasi PUSAKA
78 melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), yaitu pelaporan aktivitas selama setahun
dengan menitik beratkan pada pencapaian proyeksi dan pembagian Sisa Hasil Usaha
( SHU), pada rapat tersebut biasanya di hadiri oleh beberapa tamu undangan yang
terdiri dari Dinas Perindustrian Dagang dan Koperasi (DISPERINDAGKOP), Pemkot
Balikpapan, beberapa perwakilan koperasi lain dan Notaris, dan demi bias menampung
keseluruhan peserta rapat maka tempat yang biasa di pergunakan adalah aula
Hotel atau audiotorium.
Seiring perjalanan waktu
Koperasi PUSAKA 78 sudah memiliki 4 unit bidang usaha, yaitu Unit
Simpan Pinjam, Unit Perniagaan dan Jasa, Unit Swalayan dan 2 Unit Biro
Perjalanan Wisata berstatus IATA agent. Yang di maksud IATA agent adalah,
sebuah biro perjalanan yang diberi wewenang dalam hal reservasi dan ticketing
internasional.Unit-unit tersebut berdiri sendiri dalam artian berada di gedung
yang terpisah dan bersifat permanen (tidaksewa). Tiap unit dipimpin oleh seorang
manager yang di pilih melalui seleksi pihak managemen dan pengurus koperasi.Walaupun
berbentuk koperasi, dalam hal pemenuhan hak dan kewajiban karyawannya yang
berjumlah 68 orang.Koperasi PUSAKA 78 berpedoman pada undang-undang Ketenaga kerjaan
seperti pembayaran upah berdasarkan standard UMR, pemberian seragam kerja,
jaminan kesehatan (JAMSOSTEK).Dan setiap karyawan di daftarkan kepada Dirjen
Pajak, sehingga masing-masing karyawan mempunyai kartu NPWP.
Bentuk sosialisasi dari
itu semua tertuang di peraturan perusahaan yang di cetak dalam bentuk buku
kemudian didistribusikan kepada setiap karyawan, yang sebelumnya sudah mendapat
pengesahan dari pihak dinas tenaga kerja kota Balikpapan, dengan tembusan kepada
Walikota dan Kepala Dinas Tenaga Kerjadan Transmigrasi.
Berdasarkan prestasi
yang sudah di capai, dalam bidang pengembangan sebuah badan usaha berbentuk Koperasi,
maka tidak heran jika Departemen Koperasi pusat, memberikan penghargaan kepada Koperasi
PUSAKA 78 sebagai koperasi terbaik se-Indonesia. Bahkan Koperasi PUSAKA 78
merupakan koperasi percontohan industri di Kalimantan Timur, khususnya kota
Balikpapan, hingga tidak jarang, pihak managemen menerima kunjungan studi
banding dari luar kota bahkan luar provinsi, di samping itu PUSAKA 78 di
jadikan tujuan riset para akademisi di bidangEkonomi.
Berikut
adalah beberapa penghargaan yang sudah di terima oleh Koperasi PUSAKA78
Ø TINGKAT
NASIONAL.
Tahun1981
:Koperasi Harapan (tahun I).
Tahun1988
:KoperasiTerbaik I.
Tahun1989
:KoperasiTeladan (tahun I).
Tahun1994
:KoperasiTeladanUtama (tahun I).
Tahun1999
:KoperasiBerprestasi.
Ø TINGKAT
PROPINSI KALIMANTAN TIMUR.
Tahun1980
:KoperasiTerbaik.
Tahun1987
:Koperasi Teladan..
Tahun1989
:Koperasi TeladanUtama.
Tahun1997
:Koperasi Teladan.
Ø TINGKAT
KOTA BALIKPAPAN.
Tahun1989
:Koperasi TeladanUtama.
Tahun2000
:Koperasi Berprestasi.
Tahun2001
:Koperasi Berprestasi Bid. SimpanPinjam.
Tahun2002
:Koperasi Berprestasi Pelayanan Terbaik Tk. Nasional.
(Penghargaan
Hari Jadike 105 Kota Balik papan).
Tahun2010
:Koperasi Berprestasi Tahun 2010
Tahun2011
:Koperasi Berprestasi Kategori Unit Perdagangan
Dengan
benar-benar menjalankan prinsip kewirausahaan Koperasi yaitu suatu sikap mental
positif dalam berusaha secarak operatif,
dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risiko
dan berpegang teguh pada prinsip identitas Koperasi, dalam mewujudkan terpenuhinya
kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama, sudah mengantarkan sebuah
hasil yang membanggakan bagi Koperasi PUSAKA 78
2.3
CONTOH KOPERASI YANG SUKSES DI INDONESIA
Koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia, ada
beberapa contoh koperasi yang sukses dalam menjalankan prinsip- prinsip
koperasi dah tujuan umum koperasi. Contohnya antara lain :
A.
Koperasi yang Sukses Kelola Pasar
Pasar Ritel dan Pasar Buah Jakabaring yang dikelola koperasi
merupakan satu contoh sukses pengembangan pasar tradisional.Meski aktivitas
Pasar Buah dan Ritel Jakabaring mulai dipenuhi pengunjung pada pukul 19.00
hingga subuh, kedua pasar yang terletak di kawasan Jakabaring, Palembang
tersebut sangat berarti bagi Pemerintah Kota Palembang karena dapat
menggerakkan perekonomian rakyat.
Selama ini koperasi tersebut telah memiliki karyawan
sekitar 50 orang dan anggota 300 pedagang buah, dari jumlah itu, 120 anggotanya
telah menempati kios di Pasar Buah. Selain kopeari ini juga memberikan cicilan
murah, juga membantu untuk mendapat pinjaman dana dari perbankan.Pasar Tradisional Berkonsep
Modern Kunci sukses program ini,
katanya, terletak pada keseriusan Pemkot dan koperasi untuk terus mengembangkan
pasar tradisional yang berkonsep modern.
B. Sukses Koperasi Simpan Pinjam Sukma
Mulya
Koperasi Kusuma Mulya Semarang Bermodal awal 10 jutaan
sekarang sudah memiliki aset ratusan juta. Koperasi Simpan Pinjam Kusuma Mulya
Semarang di dirikan pada tahun 2000, dengan modal awal 10 juta rupiah, dengan
jumlah anggota sebanyak 40 orang.
Koperasi Kusuma Mulya pada awalnya hanya bergerak di
bidang simpan pinjam. Pada tahun 2007 Koperasi mengadakan Rapat Anggota Tahunan
dengan agenda penyampaian laporan pertanggung jawaban pengurus koperasi masa
bhakti 2004 – 2007 dan pemilihan pengurus koperasi yang baru.Rapat Anggota
Tahunan, memutuskan bahwa rapat menerima laporan pertanggung jawaban pengurus
koperasi masa bhakti 2004-2007. Selanjutnya rapat memilih pengurus koperasi
masa bhakti 2007 -2010 melalui pemungutan suara. Hasil voting yang terpilih
menjadi pengurus koperasi adalah Ketua AgusSantosa.SE Sekretaris
Rokhayati Bendahara Iria Wati.SE, Dewan Pengawan Pratiknya
SH dan Saino.
C. Sukses Koperasi Karyawan Indosat
(Kopindosat)
Berdiri pada 15 Agustus
1984, dengan jumlah anggota sebanyak ± 800 orang dengan modal awal dari iuran
anggota yang berasal dari alokasi bonus karyawan.
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Koperasi DKI Jakarta Tentang Pengesahan Koperasi Sebagai Badan Hukum No. 111/BLK/1984 tanggal 30 Nopember 1984Tahun 2004 tepatnya tanggal 2 Maret, terjadi penggabungan (amalgamasi) antara Kopindosat dengan Koperasi Antariksa yang merupakan Koperasi Pegawai PT. Satelindo, seiring dengan proses merger PT. Satelindo dengan PT. Indosat, Tbk.
Melalui penggabungan tersebut, jumlah anggota Kopindosat bertambah menjadi ± 4000 orang.
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Koperasi DKI Jakarta Tentang Pengesahan Koperasi Sebagai Badan Hukum No. 111/BLK/1984 tanggal 30 Nopember 1984Tahun 2004 tepatnya tanggal 2 Maret, terjadi penggabungan (amalgamasi) antara Kopindosat dengan Koperasi Antariksa yang merupakan Koperasi Pegawai PT. Satelindo, seiring dengan proses merger PT. Satelindo dengan PT. Indosat, Tbk.
Melalui penggabungan tersebut, jumlah anggota Kopindosat bertambah menjadi ± 4000 orang.
Koperasi dikatakan sukses apabila didukung 3 kriteria koperasi
sukses yakni : organisasi permodalan yang cukup,ada usaha didalamnya dan
memantapkan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat dalam tatanan perekonomian
yang demokratis dan berkeadilan
Ø
![]() |
Tingkat Bunga Deposito 1 Bulan Tahun 1990 – 1998
Suku bunga simpanan
berjangka 1 bulan pada tahun
1990-1998 bersifat fluktuasi dan suku
bunga atau tinggkat deposito tertinggi dicapai oleh bank pemerintah daerah pada
tahun 1998 sebesar 42,05 dan terendah dicapai oleh bank persero pada tahun 1993
sebesar 8,25 .
Ø Tingkat Bunga
Deposito 1 Bulan Tahun 1999 – 2005

Suku bunga simpanan
berjangka 1 bulan pada tahun 1999-2005 tertinggi di dominasi pada tahun 2001
dan terendah pada tahun 2004 pada kelompok bank yang berbeda diantaranya Bank
Pemerintah Daerah , Bank swasta Nasional,Bank asing dan campuran dan Bank umum.
Ø
![]() |
Tingkat Bunga Deposito 1 bulan pada tahun 2006 - 2009
Tingkat suku bunga
simpanan berjangka 1 bulan tertinggi di dominasi pada tahun 2008 dan terendah
2009.
Ø Tingkat Bunga
Deposito 2010-2013

Pada tahun 2010 – 2013 Tingkat suku bunga simpanan berjangka 1 bulan ,tertinggi di capai pada bank swasta nasional dengan tingkat bunga 8,53 pada tahun 2013, dan terendah dicapai pank asing dan campuran dengan tingkat bunga senilai 5,00 pada tahun 2011.
Sumber :

