Friday, October 2, 2020

Twenty Five


Hello again, dear.


Ternyata sampai juga aku di tahap hidup sekarang ini. Bulan ini, beberapa hari lagi, umur aku 25 tahun. Belum tau sih akan sampai atau enggak. Semoga aku bisa sampai ke sana dan bahkan melewati tahun-tahun berikutnya. 


By the way, aku senang banget, ketakutan ku sudah beranjak sirna, terima kasih kamu tidak menghantuiku lagi. Takut akan hal apa sih? Jawabannya adalah pernikahan. 


Aku mau cerita sedikit, dulu waktu aku lulus kuliah umur 22thn, beberapa teman ku udh ada yang menikah. Lalu dengan pikiran yang sangat impulsive, aku menargetkan diri untuk menikah di umur 24thn atau 25thn. 

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun sampai tiba aku di pertengahan umur 23thn. 

Iya, beberapa orang silih berganti menjadi “wadah curhatku” dan aku masih sangat semangat untuk menikah di umur 24thn.


Sangat tidak menyangka, waktu itu ada lelaki yang menyatakan ingin melamar, lalu tiba-tiba pikiranku kacau, terpikirkan bayang-bayang buruk menikah muda, sampai aku memutuskan bahwa aku tidak siap menikah di umur 24thn atau bahkan 25thn, aku merasa masih kekanakan. 

Singkat cerita, syukurlah ternyata dia bukan jodohku, pikiranku sedikit lega melepaskan bayang-bayang pernikahan. 


Lho ternyata itu malah awal mula dari terbukanya jalan jodohku, mungkin? Karena setelahnya, ada lagi orang lain, tapi tidak perlu aku ceritakan. Langsung saja ke kisah bahagianya ya? Ok. 


Beberapa bulan kemudian, tidak sampai setahun. Sebentar, aku akan ceritakan, tapi maaf tidak akan detail. 


Sebulan sebelum ulang tahun ku yang ke 24thn, ada lelaki yang ternyata bersusah payah mencari instagram ku, ingin mengenal lebih dalam via social media

Anehnya, aku mengizinkan orang asing ini mengenal dunia ku. Sebagai sedikit informasi, beberapa tahun ke belakang aku sangat membatasi pertemanan di instagram. 

Mungkin ini yang namanya jalan jodoh? Dilancarkan begitu saja. Ah tunggu dulu. 


Aku lanjut ya. Lelaki ini, tidak berani menyapa ku sama sekali sampai berbulan. Sampai-sampai malah aku duluan yg menyapanya dengan komen story-nya, tidak ada maksud apa-apa, hanya mempertanyakan rasa penasaran ku atas apa yang dia posting. 

Setelah itu, baru dia mulai berani membuka topik. Mohon maaf, aku belum merasa tertarik atau rasa apapun, bahkan aku tidak mengenalnya, hanya sekedar tau wajah karena beberapa kali bertemu. 

Singkat cerita, dia ingin mengenalku lebih jauh bahkan ingin menjadi teman hidupku. Terkejut? Lumayan hehe. 

Aku diminta untuk memikirkan, apakah bersedia atau tidak. Aku belum mengenalnya, seiring waktu berjalan, kami mencoba untuk mengenal sambil aku berpikir. 


Segala kekurangan dan kelebihannya, di awal ternyata lumayan sulit untuk meyakinkan diri ku apalagi keluarga besar ku. Ada pro dan kontra, pendapat dari beberapa kakak ku, hal yang biasa sebenarnya.

Beberapa bulan aku membuatnya menunggu jawaban, maafkan aku ya Mas. 

Keputusannya, aku mengizinkan ia untuk menemani masa muda ku, hingga menua dan mati, insyaAllah. 

Setelah aku memberikan jawaban, aku pikir rencana selanjutnya akan mulus. Ternyata kami, kita semua, seluruh dunia, harus ikhlas menerima pandemi covid ini. 

Hikmahnya, kami bisa mengenal lagi lebih dalam sebelum terburu-buru lanjut ke tahap berikutnya. Alhamdulillah.


Seiring berjalannya waktu, bulan demi bulan, sudah hampir setahun kami mengenal, loh kok ternyata kami satu frekuensi. Bahagia? Pada tahap ini, iya, aku bahagia. 

Tapi belum, perjalanan kami belum sesempurna itu, ada beberapa yang masih kami harapkan dapat segera terwujud, tidak perlu aku sebut, tapi aku minta doanya ya? Semoga diijabah oleh Allah, aamiin. Terima kasih. 


By the way, waktu di awal mengenalnya, aku masih agak takut dengan bayang-bayang pernikahan. Ini jujur. Apa lagi sih yang ditakutkan? Masih hal yang sama. Am I capable to this step of life? In this age?

Alhamdulillah, semakin dekat dengan hari kami, aku semakin yakin dan rasa takut ku telah pergi. Yang ku rasa saat ini “yes, i am capable to this marriage things” apabila ternyata belum, maka aku akan berusaha untuk bisa menjalani hari-hari pernikahan dengan baik. Karena yang aku sadari yaitu, aku nggak sendirian, ada dia yang menemani dan akan membimbing. 


Sampai sini aja ya ceritanya. 

By the way, bulan ini kami lamaran, aku sangat excited menunggu hari itu tiba. Masih ada rasa nggak nyangka, target aku bisa tercapai. 

Semoga acara kami lancar dan kehidupan pernikahan kami selalu berada di jalan yang diridhoi oleh Allah. Aamiin aamiin yarabbal alaamiin.


Terima kasih sudah bersedia membaca ceritaku. 

1 comment:

  1. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    ReplyDelete