Sosok Misterius
Oleh Ana Mufidah
Hari
itu malam Selasa, angin berhembus kencang sekali dan air pun menghantam sangat
deras mengguyur daerah perumahan Asri Wangi. “Hari ini kan malam Selasa bukan
malam Jum’at kliwon tapi kenapa suasana malam ini sangat menyeramkan?”
terdengar sayup-sayup keluhan seorang gadis remaja.
Waktu
sudah menunjukkan larut malam, tapi tak sedikitpun rasa kantuk memberatkan mata
untuk beranjak tidur. Gadis itu malah mendekat ke arah jendela kamarnya yang
berada di lantai 2. Menerawang gelapnya perumahan yang diselimuti awan hitam
berbumbu derasnya hujan, melihat ke kanan lalu ke kiri, melihat ke bawah lalu
ke depan. Dengan seketika muncullah sekelibat redup-redup cahaya putih yang
berlalu sangat cepat menuju rumah seberang.
“Hah?
Sosok apa yang baru saja aku lihat di seberang sana?” tersentak kaget.
Bulu
kudukpun mulai berdiri serentak, bagai pasukan tentara yang terbangun mendengar
bunyi alarm , ya gadis itu mulai merinding setelah melihat penampakan
yang tidak diduganya sama sekali.
“Aku
harus tidur sekarang juga!! Tapi bagaimana kalau sosok itu ternyata tiba-tiba
sudah berada di kamarku? Bagaimana caraku untuk menyelamatkan diri kalau nanti
terjadi apa-apa? Tapi kalau aku tidak tidur aku juga takut makhluk itu
membayang-bayangi pikiranku.” Saut-menyaut perkataan dalam hatinya.
Berusaha
menenangkan pikiran, akhirnya gadis itu mendengarkan lagu dari gadget miliknya.
Terlalu larut dalam buaian lagu yang didengarnya, maka gadis itupun tertidur
lelap.
Dentangan jam
bersautan dangan gemuruh suara petir yang mulai bergesekan di langit. Hujanpun belum
kunjung reda, jalan-jalan di sekitar perumahan sudah penuh dengan genangan air
yang hampir-hampir menjadi tempat berendam bagi hewan-hewan kecil di tepian
jalan.
“Teng
tong toong teng…teng teng tong teng… waktu menunjukkan pukul 2” terdengar bunyi jam dari lantai satu.
“Aaaahhh
janngaaannnn!!!!!” teriakan gadis itu saat terbangun dari tidurnya.
“Alhamdulillah,
ternyata hanya mimpi. Mimpi itu terlihat sangat nyata, ah mungkin aku terlalu
memikirkan sosok misterius itu. Dan……..pantas saja aku mimpi buruk, ternyata
aku lupa berdo’a bahkan music playerku pun masih nyala. Lebih baik aku
cepat-cepat berdo’a lalu kembali tidur” Menenangkan diri lalu mencoba untuk melelapkan
tidur kembali.
Mentari pagi
mulai menyinari alam yang semalaman penuh telah diselimuti awan hitam. Burung-burung
berkicauan merdu seolah menyambut datangnya pagi yang cerah ini. Gadis cantik
itupun berangkat ke sekolahnya dan berusaha keras melupakan segala hal yang terjadi
pada malam itu.
Saat tiba
di sekolahnya, sang gadis pun mendengar sekelibat percakapan teman sekomplek
perumahannya yang ternyata membicarakan sosok misterius yang juga dilihatnya
semalam.
“Ternyata
bukan aku saja yang melihat sosok misterius itu. Lalu makhluk apa yang
menghampiri rumah kosong di seberang rumahku semalam?” bisiknya dalam hati.
Usahanya untuk
melupakan sosok misterius itu seketika gagal setelah mendengar percakapan
temannya. Sosok misterius itu masih menghantui pikirannya dan membuat cabang-cabang
pikiran yang mengganggu fokusnya.
No comments:
Post a Comment