Wednesday, November 27, 2013

Cerita Misteri

Sosok Misterius
Oleh Ana Mufidah

            Hari itu malam Selasa, angin berhembus kencang sekali dan air pun menghantam sangat deras mengguyur daerah perumahan Asri Wangi. “Hari ini kan malam Selasa bukan malam Jum’at kliwon tapi kenapa suasana malam ini sangat menyeramkan?” terdengar sayup-sayup keluhan seorang gadis remaja.

            Waktu sudah menunjukkan larut malam, tapi tak sedikitpun rasa kantuk memberatkan mata untuk beranjak tidur. Gadis itu malah mendekat ke arah jendela kamarnya yang berada di lantai 2. Menerawang gelapnya perumahan yang diselimuti awan hitam berbumbu derasnya hujan, melihat ke kanan lalu ke kiri, melihat ke bawah lalu ke depan. Dengan seketika muncullah sekelibat redup-redup cahaya putih yang berlalu sangat cepat menuju rumah  seberang.

            “Hah? Sosok apa yang baru saja aku lihat di seberang sana?” tersentak kaget.

            Bulu kudukpun mulai berdiri serentak, bagai pasukan tentara yang terbangun mendengar bunyi alarm , ya gadis itu mulai merinding setelah melihat penampakan yang tidak diduganya sama sekali.

            “Aku harus tidur sekarang juga!! Tapi bagaimana kalau sosok itu ternyata tiba-tiba sudah berada di kamarku? Bagaimana caraku untuk menyelamatkan diri kalau nanti terjadi apa-apa? Tapi kalau aku tidak tidur aku juga takut makhluk itu membayang-bayangi pikiranku.” Saut-menyaut perkataan dalam hatinya.

            Berusaha menenangkan pikiran, akhirnya gadis itu mendengarkan lagu dari gadget miliknya. Terlalu larut dalam buaian lagu yang didengarnya, maka gadis itupun tertidur lelap.

Dentangan jam bersautan dangan gemuruh suara petir yang mulai bergesekan di langit. Hujanpun belum kunjung reda, jalan-jalan di sekitar perumahan sudah penuh dengan genangan air yang hampir-hampir menjadi tempat berendam bagi hewan-hewan kecil di tepian jalan.

“Teng tong toong teng…teng teng tong teng… waktu menunjukkan pukul 2” terdengar bunyi jam dari lantai satu.

“Aaaahhh janngaaannnn!!!!!” teriakan gadis itu saat terbangun dari tidurnya.

“Alhamdulillah, ternyata hanya mimpi. Mimpi itu terlihat sangat nyata, ah mungkin aku terlalu memikirkan sosok misterius itu. Dan……..pantas saja aku mimpi buruk, ternyata aku lupa berdo’a bahkan music playerku pun masih nyala. Lebih baik aku cepat-cepat berdo’a lalu kembali tidur” Menenangkan diri lalu mencoba untuk melelapkan tidur kembali.

Mentari pagi mulai menyinari alam yang semalaman penuh telah diselimuti awan hitam. Burung-burung berkicauan merdu seolah menyambut datangnya pagi yang cerah ini. Gadis cantik itupun berangkat ke sekolahnya dan berusaha keras melupakan segala hal yang terjadi pada malam itu.

Saat tiba di sekolahnya, sang gadis pun mendengar sekelibat percakapan teman sekomplek perumahannya yang ternyata membicarakan sosok misterius yang juga dilihatnya semalam.

“Ternyata bukan aku saja yang melihat sosok misterius itu. Lalu makhluk apa yang menghampiri rumah kosong di seberang rumahku semalam?” bisiknya dalam hati.

Usahanya untuk melupakan sosok misterius itu seketika gagal setelah mendengar percakapan temannya. Sosok misterius itu masih menghantui pikirannya dan membuat cabang-cabang pikiran yang mengganggu fokusnya.



No comments:

Post a Comment