Awan hitam bertandang lagi di atas kepalanya, lagi lagi aku bingung apa yang harus aku perbuat untuk mengusir awan hitam itu dan menggantinya dengan pelangi.
Telah sepekan kita tak bercengkrama melempar tawa, tidak kah kau rindu? Kalau aku, iya. Belum juga setengah tahun kita kembali dalam hubungan yang baik, sekarang kamu sudah melempar muram lagi.
Maaf, karna aku telah membuat kesahalan yang tidak aku sadari.
Maaf, karna aku terlalu sering mengucapkan maaf.
Tapi aku lebih suka dikritik atas kesalahanku daripada, kamu diam tanpa aku tau apa salahku dan perlahan kamu pergi menghilang.
Aku benci karna aku butuh kamu, aku butuh kamu ada bersamaku.
Tak apa bila kita adu suara sampai aku menitiskan air mata, asal setelahnya kita bisa baik kembali. Tidak seperti ini, kamu marah dalam diam lalu pergi.
Masalah tidak lantas selesai bila kamu selalu begitu.
Dewasalah seperti ucapanmu, sikapmu harus sejalan dengan apa yang kamu katakan. Kembalilah.

No comments:
Post a Comment