DILEMA
Tiga Cerita Untuk
Satu Rasa
Nama Penulis : Alvi Syahrin
Jumlah Halaman :
xiv + 334 Halaman
Penerbit :
Bukune
Tahun Terbit :
2012
Sinopsis
Dilema : Tiga Cerita untuk Satu Rasa - Mengisahkan
tentang tiga siswa kelas XI IPA 4 yang bersekolah di SMA Airlanga yaitu, Estrella,
Kira, dan Adri. Cerita ini dimulai pada hari Senin ketika guru kimia tidak
masuk untuk mengajar di kelas, namun memberikan tugas akhir untuk dikerjakan
secara berkelompok yang dikumpulkan dua
minggu sebelum UAS. Estrella dan Kira duduk bersebelahan satu meja, mereka
kekurangan satu anggota lagi untuk membuat kelompok. Akhirnya pilihan jatuh
kepada Adri - seorang yang pendiam dan tertutup- karena hanya dia yang belum kebagian kelompok,
namun saat ini dia tidak sedang berada di dalam kelas. Bel istirahat berbunyi,
Kira mengajak Estrella untuk ke kantin dan ternyata saat berjalan di koridor
mereka berpapasan dengan Adri. Kira yang diam-diam menyukai Adri sejak awal
bertemu di kelas, memulai untuk mengatakan bahwa mereka satu kelompok, dengan
gugupnya. Tanpa basa-basi dan banyak berucap Adri hanya menjawab singkat dengan
bertanya kapan mulai belajarnya.
Hari pertama belajar kelompok di rumah Kira, ia berdandan
rapih dan sudah lebih dari setengah jam memandang cermin sambil memoleskan
bedak tipis ke pipinya dan juga tidak ketinggalan lipgloss untuk
membalut bibirnya agar tidak terlihat kering. Suara klakson motor terdengar
dari balik pagar rumahnya, Adri sudah datang dan beberapa menit kemudian
Estrella menyusul diantar oleh papanya. Setelah semuanya hadir mereka masuk
menuju ruang tamu, Kira sengaja mengatur strategi duduk bersebelahan dengan
Adri agar bisa dekat dengannya, sedangkan Estrella duduk di hadapannya. Suasananya
sangat canggung karena Estrella dan Adri sama-sama mempunyai sifat yang pendiam
dan Kira juga bingung akibat gugup yang diderita olehnya karena berdekatan
dengan Adri.
Belajar kelompok hari kedua di rumah Estrella yang awalnya
ia menolak lalu mengubah pikirannya menjadi setuju. Sedang serius belajar di
halaman belakang tiba-tiba terdengar teriakkan dari dalam rumahnya, orang tua
Estrella sedang bertengkar. Estrella meninggalkan Adri dan Kira, lalu dengan membendung
air matanya yang akan segera tumpah menghampiri orang tuanya. Estrella hancur, mimpi buruknya
menjadi kenyataan, orang tuanya bercerai. Estrella tidak sanggup kembali ke
teman-temannya, ia menangis dengan membenamkan wajahnya ke sofa. Kira dan Adri
yang tidak enak hati karena mendengar keributan tadi perlahan menghampiri
Estrella dan mengajaknya bicara dengan menenangkannya bahwa ia tidak sendiri.
Mereka bertiga semakin akrab dan mulai bersahabat, bahkan
Adri sudah mulai menjadi pria yang ramah dengan dua gadis itu. Seiring bergulirnya
wwaktu, Kira memberanikan diri untuk menyatakan perasaan sukanya kepada Adri
dan mereka akhirnya jadian. Estrella yang mengetahui hal itu lantas cemas
dengan keberadaannya, takut ditinggalkan lalu merasa kesepian lagi. Adri yang
sangat mengerti dengan kondisi Estrella telah mengantisipasi agar tidak terjadi
hal tersebut. Setiap Adri dan Kira berkencan, Adri selalu memaksa Kira untuk
mengajak Estrella agar ia tidak merasa ditinggalkan oleh dua sahabatnya itu.
Kira mulai jenuh dengan adanya Estrella yang selalu
mengikutinya saat berkencan dan Adri yang selalu membelanya apabila Kira tidak
suka dengan Estrella. Konflik dalam persahabatan mereka bertiga mulai muncul ,
sementara di lain situasi Danny – yang juga teman sekelasnya – mulai memberanikan
diri untuk mendekati Estrella namun ia tidak merespons perasaannya Danny.
Estrella sedang belajar di kamarnya, ia mendapati suara
klakson dari luar pagarnya ternyata Kira yang berkunjung. Tanpa bermanis-manis
Kira dengan tegas mengatakan bahwa ia tidak suka dengan hadirnya Estrella yang
membuntutinya ketika berkencan dengan Adri. Estrella tersontak kaget dan tidak
kuasa menahan air mata yang mengalir deras di pipinya, belum sempat Estrella
mengatakan sekata pun, Kira telah pergi dari rumah itu. Estrella yang polos dan
tidak mengerti apa-apa segera meminta maaf kepada Kira, namun hanya makian dari
bibir Kira yang keluar.
Kira menanyakan tentang apa yang terjadi di antara mereka
kepada Adri dan suasana semakin memanas. Adri malah bertengkar lagi dengan Kira
dan di kelas pun Kira tidak ingin lagi duduk bersebelahan dengan Estrella, dia
malah pindah ke belakang duduk dengan Gita.
Di lain suasana, Adri pulang ke rumahnya dan melihat ada
sosok wanita yang sangat ia benci, yaitu calon ibu tirinya. Adri sangat
menentang pernikahan itu karena ia tidak ingin ada yang menggantikan sosok ibu
kandungnya. Dengan kalut Adri meninggalkan rumah dengan membawa baju-bajunya.
Estrella dan Danny yang ingin menemui Adri ke rumahnya terkejut mendengar suara
teriakkan dari dalam rumah Adri, memantaunya dari jauh mereka melihat Adri
keluar rumah dengan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, lalu mereka mengikuti
Adri di belakang . Handphone Adri terus bergetar lalu ia memelankan
lajunya dan menerima panggilan masuk dari Kira yang ingin meminta maaf, belum
selesai Kira berucap sudah dipotong oleh Adri dengan “Kita Putus!” kemudian
Adri segera mematikan hpnya itu.
Tiba di taman Adri berhenti dan duduk di kursi taman,
dengan takut Estrella dan Danny mengahampiri Adri dari kejauhan. Adri mencurahkan
segala beban hidupnya, diikuti oleh Estrella yang menasihatinya dengan pelan. Di
akhir percakapan Adri memeluk Estrella dan berkata “Aku menyangimu seperti
adikku sendiri”. Danny yang berdiri di sana terbakar cemburu namun tidak bisa
berkata apa-apa, Estrella yang merasa tidak enak hati menceritakan awal
kedekatannya dengan Adri kepada Danny dan ia menjelaskan bahwa Estrella dan
Adri tidak ada hubungan apa-apa, hanya sebatas memiliki nasib yang sama.
Telah sebulan Kira menjauhi Estrella dan Adri sampai
akhirnya saat pengumuman hasil ujian pertukaran pelajar diumumkan. Estrella lulus
ujian dan ia akan segera diberangkatkan ke Australia, semua teman kelasnya
memberi selamat tetapi Kira tidak terlihat di dalam kelas, Kira berada di
kantin. Tiba-tiba Gita dan Larissa menghampirinya dan menasihatinya untuk
menghampiri Estrella untuk memberikan selamat. Kira masuk ke kelas lalu menemui
Estrella, ia menjabat tangan Estrella dan segera pergi. Estrella memanggilnya
dan menghampira Kira seraya berbisik “I miss us” Kira menghentikan langkahnya
dan segera berbalik arah meminta maaf kepada Estrella lalu memeluknya.
Dua hari kemudian Estrella berangkat ke Australia, Adri,
Kira dan Danny mengantarnya ke bandara. Suasana di sana sangat mellow dan
mereka berikrar untuk selalu bersahabat selamanya dan jangan pernah saling
melupakan.
Di Australia Estrella tetap kontekan dengan
sahabat-sahabatnya, juga dengan Danny. Akhirnya dua tahun berlalu, Estrella
kembali ke Indonesia setelah berhasil lulus dengan nilai yang sangat baik dari
studinya di sana. Danny menawarkan diri untuk menjemput Estrella ke bandara,
Danny sangat setia meskipun sempat dikecewakan karena Estrella tidak membalas
perasaannya itu. Keesokan harinya Danny ke bandara membawa Kira dan Adri sesuai
dengan rencananya.
Saat Estrella mencari-cari seseorang tiba-tiba terdengar
suara cempreng yang khas dari Kira, mereka langsung berpelukan, tetapi Estrella
merasa heran kenapa sahabat-sahabatnya bisa tahu tentang kepulangannya padahal
sudah lama tidak saling berkomunikasi. Dengan sigap Kira menunjuk ke arah
Danny, Estrella berjalan mendekat ke arah Danny. Dengan canggung Danny
menggenggam tangan Estrella dan bertanya “Apa kabar?” Estrella menjawab dengan
senyum, suasana hening sementara lalu Danny mengucapkan “Aku rindu kamu”
Estrella memberikan senyum terbaiknya dan balas menggenggam tangan Andri dengan
erat lalu berkata “Terima kasih untuk
kebaikannya selama ini. I’ve loved you since i left you” .
Kelebihan:
1)
Ceritanya sangat menarik
dan mampu membawa pembaca tenggelam ke dalam ceritanya.
2)
Terdapat potongan lirik
lagu di setiap awal babnya yang menggambarkan suasana kejadian dalam novel ini.
3)
Ceritanya unik, karena kisah
akhirnya tidak terduga seperti kebanyakan kisah nonfiksi lainnya.
4)
Banyak quotes yang bisa
dipetik di dalamnya.
Kekurangan:
1)
Terdapat beberapa rangkaian
kata yang selalu diulang setiap babnya, sehingga membuat agak bosan.
2)
Masih ada sedikit kesalahan
dalam penulisan

No comments:
Post a Comment