Wednesday, January 13, 2016

Resensi Novel


DILEMA
Tiga Cerita Untuk Satu Rasa



Nama Penulis                    : Alvi Syahrin
Jumlah Halaman               : xiv + 334 Halaman
Penerbit                              : Bukune
Tahun Terbit                      : 2012





Sinopsis

Dilema : Tiga Cerita untuk Satu Rasa - Mengisahkan tentang tiga siswa kelas XI IPA 4 yang bersekolah di SMA Airlanga yaitu, Estrella, Kira, dan Adri. Cerita ini dimulai pada hari Senin ketika guru kimia tidak masuk untuk mengajar di kelas, namun memberikan tugas akhir untuk dikerjakan secara berkelompok  yang dikumpulkan dua minggu sebelum UAS. Estrella dan Kira duduk bersebelahan satu meja, mereka kekurangan satu anggota lagi untuk membuat kelompok. Akhirnya pilihan jatuh kepada Adri - seorang yang pendiam dan tertutup-  karena hanya dia yang belum kebagian kelompok, namun saat ini dia tidak sedang berada di dalam kelas. Bel istirahat berbunyi, Kira mengajak Estrella untuk ke kantin dan ternyata saat berjalan di koridor mereka berpapasan dengan Adri. Kira yang diam-diam menyukai Adri sejak awal bertemu di kelas, memulai untuk mengatakan bahwa mereka satu kelompok, dengan gugupnya. Tanpa basa-basi dan banyak berucap Adri hanya menjawab singkat dengan bertanya kapan mulai belajarnya.

Hari pertama belajar kelompok di rumah Kira, ia berdandan rapih dan sudah lebih dari setengah jam memandang cermin sambil memoleskan bedak tipis ke pipinya dan juga tidak ketinggalan lipgloss untuk membalut bibirnya agar tidak terlihat kering. Suara klakson motor terdengar dari balik pagar rumahnya, Adri sudah datang dan beberapa menit kemudian Estrella menyusul diantar oleh papanya. Setelah semuanya hadir mereka masuk menuju ruang tamu, Kira sengaja mengatur strategi duduk bersebelahan dengan Adri agar bisa dekat dengannya, sedangkan Estrella duduk di hadapannya. Suasananya sangat canggung karena Estrella dan Adri sama-sama mempunyai sifat yang pendiam dan Kira juga bingung akibat gugup yang diderita olehnya karena berdekatan dengan Adri.

Belajar kelompok hari kedua di rumah Estrella yang awalnya ia menolak lalu mengubah pikirannya menjadi setuju. Sedang serius belajar di halaman belakang tiba-tiba terdengar teriakkan dari dalam rumahnya, orang tua Estrella sedang bertengkar. Estrella meninggalkan Adri dan Kira, lalu dengan membendung air matanya yang akan segera tumpah menghampiri  orang tuanya. Estrella hancur, mimpi buruknya menjadi kenyataan, orang tuanya bercerai. Estrella tidak sanggup kembali ke teman-temannya, ia menangis dengan membenamkan wajahnya ke sofa. Kira dan Adri yang tidak enak hati karena mendengar keributan tadi perlahan menghampiri Estrella dan mengajaknya bicara dengan menenangkannya bahwa ia tidak sendiri.

Mereka bertiga semakin akrab dan mulai bersahabat, bahkan Adri sudah mulai menjadi pria yang ramah dengan dua gadis itu. Seiring bergulirnya wwaktu, Kira memberanikan diri untuk menyatakan perasaan sukanya kepada Adri dan mereka akhirnya jadian. Estrella yang mengetahui hal itu lantas cemas dengan keberadaannya, takut ditinggalkan lalu merasa kesepian lagi. Adri yang sangat mengerti dengan kondisi Estrella telah mengantisipasi agar tidak terjadi hal tersebut. Setiap Adri dan Kira berkencan, Adri selalu memaksa Kira untuk mengajak Estrella agar ia tidak merasa ditinggalkan oleh dua sahabatnya itu.

Kira mulai jenuh dengan adanya Estrella yang selalu mengikutinya saat berkencan dan Adri yang selalu membelanya apabila Kira tidak suka dengan Estrella. Konflik dalam persahabatan mereka bertiga mulai muncul , sementara di lain situasi Danny – yang juga teman sekelasnya – mulai memberanikan diri untuk mendekati Estrella namun ia tidak merespons perasaannya Danny.

Estrella sedang belajar di kamarnya, ia mendapati suara klakson dari luar pagarnya ternyata Kira yang berkunjung. Tanpa bermanis-manis Kira dengan tegas mengatakan bahwa ia tidak suka dengan hadirnya Estrella yang membuntutinya ketika berkencan dengan Adri. Estrella tersontak kaget dan tidak kuasa menahan air mata yang mengalir deras di pipinya, belum sempat Estrella mengatakan sekata pun, Kira telah pergi dari rumah itu. Estrella yang polos dan tidak mengerti apa-apa segera meminta maaf kepada Kira, namun hanya makian dari bibir Kira yang keluar.

Kira menanyakan tentang apa yang terjadi di antara mereka kepada Adri dan suasana semakin memanas. Adri malah bertengkar lagi dengan Kira dan di kelas pun Kira tidak ingin lagi duduk bersebelahan dengan Estrella, dia malah pindah ke belakang duduk dengan Gita.

Di lain suasana, Adri pulang ke rumahnya dan melihat ada sosok wanita yang sangat ia benci, yaitu calon ibu tirinya. Adri sangat menentang pernikahan itu karena ia tidak ingin ada yang menggantikan sosok ibu kandungnya. Dengan kalut Adri meninggalkan rumah dengan membawa baju-bajunya. Estrella dan Danny yang ingin menemui Adri ke rumahnya terkejut mendengar suara teriakkan dari dalam rumah Adri, memantaunya dari jauh mereka melihat Adri keluar rumah dengan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, lalu mereka mengikuti Adri di belakang . Handphone Adri terus bergetar lalu ia memelankan lajunya dan menerima panggilan masuk dari Kira yang ingin meminta maaf, belum selesai Kira berucap sudah dipotong oleh Adri dengan “Kita Putus!” kemudian Adri segera mematikan hpnya itu.

Tiba di taman Adri berhenti dan duduk di kursi taman, dengan takut Estrella dan Danny mengahampiri Adri dari kejauhan. Adri mencurahkan segala beban hidupnya, diikuti oleh Estrella yang menasihatinya dengan pelan. Di akhir percakapan Adri memeluk Estrella dan berkata “Aku menyangimu seperti adikku sendiri”. Danny yang berdiri di sana terbakar cemburu namun tidak bisa berkata apa-apa, Estrella yang merasa tidak enak hati menceritakan awal kedekatannya dengan Adri kepada Danny dan ia menjelaskan bahwa Estrella dan Adri tidak ada hubungan apa-apa, hanya sebatas memiliki nasib yang sama.

Telah sebulan Kira menjauhi Estrella dan Adri sampai akhirnya saat pengumuman hasil ujian pertukaran pelajar diumumkan. Estrella lulus ujian dan ia akan segera diberangkatkan ke Australia, semua teman kelasnya memberi selamat tetapi Kira tidak terlihat di dalam kelas, Kira berada di kantin. Tiba-tiba Gita dan Larissa menghampirinya dan menasihatinya untuk menghampiri Estrella untuk memberikan selamat. Kira masuk ke kelas lalu menemui Estrella, ia menjabat tangan Estrella dan segera pergi. Estrella memanggilnya dan menghampira Kira seraya berbisik “I miss us” Kira menghentikan langkahnya dan segera berbalik arah meminta maaf kepada Estrella lalu memeluknya.

Dua hari kemudian Estrella berangkat ke Australia, Adri, Kira dan Danny mengantarnya ke bandara. Suasana di sana sangat mellow dan mereka berikrar untuk selalu bersahabat selamanya dan jangan pernah saling melupakan.

Di Australia Estrella tetap kontekan dengan sahabat-sahabatnya, juga dengan Danny. Akhirnya dua tahun berlalu, Estrella kembali ke Indonesia setelah berhasil lulus dengan nilai yang sangat baik dari studinya di sana. Danny menawarkan diri untuk menjemput Estrella ke bandara, Danny sangat setia meskipun sempat dikecewakan karena Estrella tidak membalas perasaannya itu. Keesokan harinya Danny ke bandara membawa Kira dan Adri sesuai dengan rencananya.

Saat Estrella mencari-cari seseorang tiba-tiba terdengar suara cempreng yang khas dari Kira, mereka langsung berpelukan, tetapi Estrella merasa heran kenapa sahabat-sahabatnya bisa tahu tentang kepulangannya padahal sudah lama tidak saling berkomunikasi. Dengan sigap Kira menunjuk ke arah Danny, Estrella berjalan mendekat ke arah Danny. Dengan canggung Danny menggenggam tangan Estrella dan bertanya “Apa kabar?” Estrella menjawab dengan senyum, suasana hening sementara lalu Danny mengucapkan “Aku rindu kamu” Estrella memberikan senyum terbaiknya dan balas menggenggam tangan Andri dengan erat lalu berkata  “Terima kasih untuk kebaikannya selama ini. I’ve loved you since i left you” .

Kelebihan:
1)      Ceritanya sangat menarik dan mampu membawa pembaca tenggelam ke dalam ceritanya.
2)      Terdapat potongan lirik lagu di setiap awal babnya yang menggambarkan suasana kejadian dalam novel ini.
3)      Ceritanya unik, karena kisah akhirnya tidak terduga seperti kebanyakan kisah nonfiksi lainnya.
4)      Banyak quotes yang bisa dipetik di dalamnya.

Kekurangan:
1)      Terdapat beberapa rangkaian kata yang selalu diulang setiap babnya, sehingga membuat agak bosan.

2)      Masih ada sedikit kesalahan dalam penulisan

No comments:

Post a Comment