Tuesday, October 29, 2013

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia pada PT. Pertamina


Pendahuluan

Pada saat industri berkembang setelah terjadi revolusi industri, kebanyakan perusahaan masih memfokuskan dirinya sebagai organisasi yang mencari keuntungan belaka. Perusahaan memandang bahwa sumbangan kepada masyarakat cukup diberikan dalam bentuk penyediaan lapangan kerja, penyediaan kebutuhan masyarakat melalui produknya dan pembayaran pajak kepada negara. Oleh karena itu konsep Corporate Social Responsibiliy atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan muncul sebagai akibat adanya kenyataan bahwa pada dasarnya karakter alami dari setiap perusahaan adalah mencari keuntungan semaksimal mungkin tanpa memperdulikan kesejahteraan karyawan, masyarakat dan lingkungan alam PT. Pertamina (Persero) sudah lama menjalankan program CSR. Bahkan sebelum diamanahkan undang-undang. Waktu itu, namanya community development atau comdev yang berarti pengembangan masyarakat. Lalu keluar ketentuan UU Perseroan Terbatas No. 40/2007. Isinya, berupa amanah kepada setiap perusahaan yang mengelola sumber daya alam untuk menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat. Korporasi harus menganggarkan dana tersebut tanpa menyebutkan untung atau rugi. Undang-undang itu juga berlaku kepada semua perusahaan, tidak berbicara BUMN atau non-BUMN. Sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Utama No. Kpts-40/C00000/ 2008-S0 tanggal 4 Agustus dan Kpts-42/C00000/2008-S0 tanggal 12 Agustus 2008 tentang Pemberlakuan Organisasi Corporate Social Responsibility (CSR), Pertamina telah membentuk Departemen Khusus yang menangani kegiatan CSR dan PKBL dengan mengangkat dua pejabat setingkat manager masing- masing manager CSR dan PKBL langsung berada di bawah koordinasi Direktur Keuangan.

Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengembangan SDM pada PT. Pertamina?
2. Bagaimana efektivitas SDM pada PT. Pertamina?
3. Apa saja kompensasi yang diberikan oleh PT. Pertamina? 

A. Sejarah PT. Pertamina 

PT. Pertamina adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT PERMINA. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN PERMINA dan setelah merger dengan PN PERTAMIN di tahun 1968 namanya berubah menjadi PN PERTAMINA. Dengan bergulirnya Undang Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi PERTAMINA. Sebutan ini tetap dipakai setelah PERTAMINA berubah status hukumnya menjadi PT PERTAMINA (PERSERO) pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

PT PERTAMINA (PERSERO) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum & HAM melalui Surat Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya berdasarkan PP No.31 Tahun 2003 "TENTANG PENGALIHAN BENTUK PERUSAHAAN PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI NEGARA (PERTAMINA) MENJADI PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)".
Sesuai akta pendiriannya, Maksud dari Perusahaan Perseroan adalah untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut.

Adapun tujuan dari Perusahaan Perseroan adalah untuk:
1. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perseroan secara efektif dan efisien.
2. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil olahan dan turunannya.
2. Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat pendiriannya, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang telah mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik Perseroan.
3. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquified Natural Gas (LNG) dan produk lain yang dihasilkan dari kilang LNG.
4. Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam nomor 1, 2, dan 3.
Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MIGAS baru, Pertamina tidak lagi menjadi satu-satunya perusahaan yang memonopoli industri MIGAS dimana kegiatan usaha minyak dan gas bumi diserahkan kepada mekanisme pasar.

Visi :
Menjadi Perusahaan Minyak Nasional Kelas Dunia

Misi :
Menjalankan usaha inti minyak, gas, dan bahan bakar nabati secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.

B. Pengertian Sistem Informasi SDM

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer, dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktiitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sumber daya manusia adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa Inggris disebut HRD (Human Resources Department).

Menurut Ensiklopedia ikipedia Sistem Informasi SDM merupakan sebuah bentuk interseksi atau pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. Sistem Informasi SDM itu sendiri adalah prosedur sistematik untuk pengumpul, menyimpan, mempertahankan, menarik, dan memvalidasi data yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk mempunyai kemampuan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan atau pilihan banyak orang yang lebih berhubungan dengan aktivitas perencanaan SDM baru.

Sedangkan sistem informasi manajemen dibangununtuk mendukung proses yang berjalan dalam organisasi, dimana tercakup di dalamnya antara lain proses perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian. Secara akurat sistem informasi manajemen harus dapat memberikan informasi mengenai kondisi riil organisasi. Salah satu bagian dari sistem informasi manajemen yang penting adalah Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM), karena sumber daya manusia merupakan asset yang sangat berharga bagi organisasi.

C. Strategi SDM

Strategi perusahaan untuk bidang Sumber Daya Manusia dibedakan untuk rencana SDM jangka pendek dan rencana SDM jangka panjang, meliputi:

Rencana SDM Jangka pendek :
1. Rekrutmen SDM untuk kaderisasi
2. Mutasi internal
3. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan

Rencana SDM Jangka panjang :
1. Penguasaan teknologi bisnis gas yang dilakukan bersama para shipper dengan mengadakan program pelatihan pekerja untuk meningkatan pengetahuan pekerja agar dapat bersaing di pasar
2. Untuk bidang IT, MySAP yang semakin tepat guna sehingga semua proses yang ada dapat lebih cepat, tepat dan efisien

3. Peningkatan kemampuan pekerja melalui program – program kursus yang terjadwal dan terbuka untuk semua pekerja.

D. Pengembangan SDM

Pengembangan SDM difokuskan kepada penciptaan pekerja yang profisien, profesional, berkomitmen, berdedikasi dan berorientasi bisnis. Untuk mencapai hal tersebut di atas, Perusahaan telah menetapkan strategi korporat berikut untuk pengembangan SDM:

1. Mengimplementasikan pengembangan pekerja yang terorganisasi dan konsisten sehingga para pekerja memiliki kompetensi, ketrampilan, dedikasi, kinerja dan produktivitas yang tinggi.

2. Memberikan penghargaan dalam bentuk kesejahteraan dan remunerasi yang kompetitif serta memberikan perlindungan kepada pekerja sesuai dengan standar perusahaan migas di Indonesia dan peraturan yang berlaku.

3. Menciptakan dan mengembangkan hubungan industri yang aman untuk menciptakan suasana yang harmonis dan nyaman guna mendukung produktivitas yang tinggi

Strategi korporat ini menjadi dasar untuk pengimplementasian program pengembangan SDM. Perusahaan memiliki keyakinan bahwa pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang sehingga Perusahaan memiliki komitmen terhadap program pengembangan yang sistematik dan berkelanjutan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan bisnis.

Perusahaan telah mengimplementasikan proses rekruitmen dan seleksi pekerja yang transparan guna memperoleh ahli dan lulusan Sarjana baru untuk regenerasi. Proses rekruitmen dan seleksi awal dilaksanakan melalui pihak ketiga yang independent seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjadjaran.

Melanjutkan kebijakan tahun 2001, Perusahaan telah mengembangkan sistem dan program manajemen karir berdasarkan kemampuan dan kinerja (merit system). Program dan sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan transparansi dalam pengembangan karir pekerja Pertamina di masa mendatang.

Untuk menciptakan budaya perusahaan yang mendukung proses transformasi, Perusahaan telah melakukan program sosialisasi untuk Nilai-nilai unggulan yang dikenal dengan FIVE-M (Focus, Integrity, Visionary, Excellence and Mutual Respect).

Untuk pengukuran kinerja, Perusahaan menggunakan Ukuran Kerja Terpilih dan Indeks Produktivitas. Pengukuran ini meningkatkan pengembangan yang berkelanjutan untuk mempercepat pencapaian status sebagai perusahaan bertaraf Internasional.


E. Efektivitas Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan 

Sumber informasi program tanggung jawab sosial perusahaan mayoritas diketahui dari pihak petugas, yaitu dari pihak Manajer dan asisten Corporate Social Responsibilty dan Program Bina Lingkungna PT. Pertamina (Persero) UPMS I. Namun, siapapun yang menjadi sumber informasi program tanggung jawab sosial perusahaan bukanlah suatu masalah, hal ini tentu membuktikan bahwa informasi program tanggung jawab sosial perusahaan terpublikasi dengan baik. Setelah mendapat informasi yang diinginkan mengenai program tanggung jawab sosial perusahaan dan ikut bergabung dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosiak perusahaan, mayoritas responden memahami bahwa program di bidang sistem pendidikan, kesehatan, infrastruktur sosial, keagamaan yang dilaksanakan di Lingkungan XII Kelurahan Silalas Kecmatan Medan Barat adalah bagian dari komitmen dan kewajiban perusahaan yang dijalankan guna memenuhi tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar daerah operasional perusahaan. Pihak yang menetapkan sasaran program adalah Manajer dan asisten Corporate Social Responsibilty dan Program Bina Lingkungan PT.Pertamina (Persero) UPMS I. Pertimbangan atau ukuran yang digunakan oleh Manajer dan asisten Corporate Social Responsibilty dan Program Bina Lingkungan PT. Pertamina (persero) UPMS I Medan dalam menetapkan sasaran program secara umum adalah masyarakat yang berada di sekitar operasional perusahaan termasuk masyarakat kelurahan silalas. Tujuan program tanggung jawb sosial perusahaan adalah Menuju Kehidupan Lebih Baik. baik dari segi pendapatan, pekerjaan, kesehatan, pendidikan dan kehidupan yang layak. Melalui berbagai bidang program Corporate Social Responsibilty dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan oleh pihak Manajer Humas (Corporate Social Responsibilty) PT. Pertamina (Persero) UPMS I diharapkan para peserta mampu membangun kemandirian dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan pengetahuan responden tentang target program tanggung jawab sosial perusahaan, lebih banyak responden yang kurang mengetahui target program yaitu 25,53%, dibandingkan responden yang mengetahui target program dengan hasil persentase yang hanya 48,94%. Responden mengaku bahwa mereka lupa dengan materi target yang pernah disosialisasikan. Sedangkan dua belas responden yang tidak tahu mengenai masalah target menganggap bahwa target program adalah tanggung jawab pihak petugas sehingga responden tidak pernah menanyakan hal tersebut. Menanggapi hal ini, maka pihak perusahaan sebaiknya memberikan informasi lengkap mengenai profil Corporate Social Responsibilty PT. Pertamina (Persero) UPMS I kepada masyarakat, karena dengan mengetahui target program, peserta dapat ikut serta memberi penilaian, apakah target program tanggung jawab sosial perusahaan tercapai atau tidak, dan sejauh mana program yang mereka laksanakan tercapai. Sosialisasi penetapan target dibicarakan melalui diskusi dan perembukan, oleh karena itu target yang ditetapkan untuk setiap kegiatan diketahui oleh masyarakat yang rutin mengikuti pertemuan. Masyarakat diposisikan sebagai obyek sekaligus subyek pemberdayaan, di mana Masyarakat diberi kesempatan untuk berkontribusi menentukan target kegiatan karena masyarakat disebut sebagai pihak yang lebih mengetahui kondisi di lapangan. Misalnya untuk target kegiatan program. Pertimbangan atau ukuran yang digunakan oleh pihak Community Development Department dalam menetapkan sasaran program secara umum adalah masyarakat yang berada di sekitar operasional perusahaan termasuk Lingkungan XII Keluruhan Silalas Kecamatan Medan Barat, marginal sosial ekonominya dan dinamika kependudukan menjadi prioritas dari program tanggung jawab sosial perusahaan, sifat mayoritas dari masyarakat Lingkungan XII kelurahan silalas adalah adanya saling bekerjasama dan berswadaya, serta mentaati pola kesepakatan yang di tetapkan secara bersama.

Secara khusus penetapan sasaran program ditentukan oleh bidang program dan kegiatan yang dilaksanakan, misalnya di bidang pelatihan kemampuan interpesonal, sasaran program adalah masyarakat yang mata pencahariannya adalah sebagai buruh dengan ekonomi lemah. Di bidang pendidikan, sasaran program difokuskan pada siswa-siswi yang kurang mampu dan memiliki prestasi yang baik. Di bidang kesehatan seluruh masyarakat berhak memperoleh pelayanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan kesehatan dan pengobatan massal, sunatan massal di khususkan bagi anak yang akan disunat sedangkan pemberian paket gizi dikhususkan bagi balita dan ibu hamil. Sasaran di bidang keagamaan dan bakti sosial adalah warga Lingkungan XII yang berada di bantaran Sungai Deli dan masyarakat Lingkungan XII yang berada tepat didaerah perkantoran PT. Pertamina (Persero) UPMS I Medan. Setiap warga desa dapat berpartisipasi dalam program tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi masyarakat yang tercatat namanya di administrasi divisi Corporate Social Responsibilty dan Program Kemitraan Bina Lingkungan yang lebih diutamakan untuk mengikuti setiap bidang program. Oleh karena itu masyarakat yang ingin ikut bergabung dalam program tersebut, harus menunjukkan komitmennya, mengikuti progran dengan serius dan bertanggungjawab. Ketepatan Waktu Pemberian Bantuan, Penyuluhan dan sosialisasi program tanggung jawab sosial perusahaan yang diberikan oleh pihak perusahaan di Lingkungan XII Kelurahan Silalas Kecamatan Medan Barat dilaksanakan secara berkelanjutan. Setiap bidang program atau kegiatan dari tanggung jawab sosial perusahaan seharusnya penyuluhan diadakan rutin minimal dua kali dalam setahun sesuai dengan waktu yang ditentukan seperti; penyuluhan kesehatan, penyuluhan lingkungan, penyuluhan sanitasi, penyuluhan (pelatihan) kemampuan interpersonal (Workshop). Disamping itu untuk meningkatkan pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan dan mendukung aktivitas program, pihak perusahaan juga memberikan berbagai pelatihan yang bermanfaat bagi peserta seperti; pelatihan peningkatan dalam kreatifitas dalam berdagang, pelatihan bagi calon wirausahawan dan pelatihan peningkatan kualitas pendidikan bagi siswa-siswi berprestasi.

Tercapainya Target yang Ditetapkan melalui Berbagai Kegiatan, sebanyak dua puluh empat responden (51,06%) berpendapat bahwa target kegiatan program tanggung jawab sosial perusahaan tercapai. Hal ini dapat diketahui dari banyaknya bidang program (kegiatan) Corporate Social Responsibilty yang direalisasikan di Linkungan XII Kelurahan Silalas Kecamatan Medan Barat, dan pada umumnya dilaksanakan tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Sembilan responden (19,15%) berpendapat bahwa target kegiatan yang ditetapkan kurang tercapai, hal ini disebabkan responden yang diambil datanya adalah peserta dari Corporate Social Responsibilty yang baru masuk dalam program tanggung jawab sosial perusahaan. Kurangnya pengalaman responden mempengaruhi pencapaian target sesuai dengan target yang telah disepakati. Sedangkan empat belas responden (29,97%) mengatakan bahwa target kegiatan program tanggung jawab sosial perusahaan tidak tercapai karena responden belum merasakan adanya perubahan pendapatan. Namun hasil pencapaian target kegiatan ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu pihak Staff Manajer, Asisten Divisi Corporate Social Responsibilty, Program Kemitraan Bina Lingkungan dan peserta dari Corporate Social Responsibilty perlu bekerja sama melakukan suatu terobosan baru dengan ide yang lebih kreatif dalam upaya peningkatan kualitas target kegiatan. Pencapaian Tujuan yang Ditetapkan melalui Berbagai Kegiatan, sebanyak tujuh belas responden (36,17%) berpendapat bahwa pencapaian tujuan yang ditetapkan melalui berbagai kegiatan tercapai, responden berpendapat bahwa banyak manfaat yang mereka peroleh dari bantuan dan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan PT. Pertamina (Persero) UPMS I yang terealisasi di Lingkungan VII Kelurahan Silalas. Tujuan program tanggung jawab sosial perusahaan adalah terciptanya masyarakat yang sejahtera, yang diwujudkan berdasarkan target dan sasaran program. Upaya peningkatan pendapatan dan basis modal masyarakat, diusahakan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan di bidang “sistem Kemitraan” sebagai berikut: Kegiata pemberian bantuan bina lingkungan untuk lingkungan dibawah koordinasi kelurahan silalas. Untuk memenuhi target “masyarakat lebih berpendidikan” maka pihak perusahaan mengupayakan program tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan, yang direalisasikan melalui pemberian bantuan beasiswa bagi siswa-siswi di lingkungan yang disalurkan melalui kelurahan. Sumber Kelemahan Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, dua belas responden (25,53%) mengaku bahwa sumber kelemahan pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan PT. Pertamina (Persero) UPMS I Medan utamanya bersumber dari peserta. 

Inti dari pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan sangat dipengaruhi oleh kesiapan peserta dalam mengemban komitmen dan tanggung jawab. Kurangnya etos kerja peserta juga mempengaruhi pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan berhasil atau tidak. Sebanyak dua belas responden (44,68%) menyatakan bahwa kelemahan yang dihadapi adalah bersumber dari kelurahan. Masyarakat mengaku bahwa kelurahan kurang memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan untuk lingkungan-lingkungan di bawah koordinasi kelurahan silalas. Menurut dua belas responden (25,53%) bahwa letak kelemahan program tanggung jawab sosial perusahaan tersebut, umunya bersumber dari pihak perusahaan. Responden berpendapat bahwa terjadi penurunan kualitas kinerja bagian Corporate Social Responbility dalam menjalankan tugas Corporate Social Responbility di Kelurahan Silalas. Evaluasi program tanggung jawab sosial perusahaan, tidak boleh hanya semata-mata materi yang hanya dibuktikan dengan laporan saja. Evaluasi dalam hal ini memerlukan tindak lanjut untuk meninjau kelemahan dan kendala yang ada dilapangan, sehingga program tanggung jawab sosial perusahaan dapat berjalan seimbang sesuai dengan kebutuhan masyarakat binaan, karyawan, sesuai dengan tujuan tanggung jawab sosial perusahaan dan rencana program.

F. Kompensasi

Kompensasi merupakan salah satu faktoor penting bagi kelangsungan kerja karyawan di perusahaan yang pengaruhnya pada kepuasan kerja, loalitas ataupun aspek kerja lainnya. Di dalam masa krisis keuangan ini, bagaimanakah perusahaan menerapkan kebijakan kompensasina agar aktivitas perusahaan terus berlangsung dan karyawanpun tidak menganggur. Sudah menjadi wacana umum bahwa kompensasi dan benefit merupakan alat untuk mendapatkan dan mempertahankan karyawan terbaik di perusahaan. Meskipun ada factor lain yang menjadi pertimbangan karyawan untuk loyal di suatu tempat, tidak dipungkiri bahwa kompensasi yang menarik merupakan salah satu alasan bagi karyaan untuk bertahan. Hasil survey WorkAsia 2007/2008 yang sempat dirilis konsultan sumber daya manusia (SDM), Watson Wyatt, menyimpulkan, pendorong utama keterikatan karyawan di perusahaan adalah focus kepada pelanggan, kompensasi dan benefit, serta komunikasi. 

PT. Pertamina mengikuti perkembangan remunerasi melalui survey yang dilakukan oleh lembaga-lembaga ternama untuk dapat secara terus menerus menyesuaikan program kompensasi agar kompetitif di pasar tenaga kera sesuai industrinya dan uuntuk menghargai prestasi kerja individu maupun kelompok.
PT. Pertamina menyediakan kompensasi bagi karyawan, diantaranya:

1. Upah tetap. Upah ini dilihat dari golongan pekerja yaitu bisa dikelompokkan menjadi 16 tingkatan (16-         1 dengan makin kecil angka tingkatannya maka makin besar upahtetap yang didapat) dan dari 16                 tingkatan tersebut digolongkan menjadi 3 kriteria, yaitu: 
        a. Minimal (16 – 10)
        b. Median (10 – 7)
        c. Maximal (6 – 1)
2. Tunjangan daerah
3. Tunjangan jabatan

PT. Pertamina memiliki komitmen untuk menyejahterakan pekerja. Kami peduli terhadap kesejahteraan pekerja dan keluarga sehingga dapat memberikan kinerja terbaik. Kami mendorong tercapainya keseimbangan antara bekerja dan kehidupan social. 

Kami  juga memberikan beberapa benefit berupa:

1. Asuransi dan layanan kesehatan (untuk Anda dan anggota keluarga) dengan benefit:
        a. Medical check-up (setahun sekali untuk pekerja, 3 tahun sekali untuk suami/istri)
        b. Rawat jalan, rawat inap, kelahiran, dan kesuburan
        c. Perawatan gigi
        d. kacamata
2. Jamsostek
3. Bonus, cara untuk menghitung besarnya bonus dengan penilaian kinerja karyawan tahunan. Biasanya             nilai kinerja karyawan diantara 1 – 8
4. Tabungan pekerja
5. Uang pengganti
6. Istirahat tahunan
7. Pensiunan (50% dari upah pekerja)
8. Rumah dinas (General manager, Manager, pekerja yan sesuai dengan kesepakatan kerja)
9. Fasilitas dan kegiatan olah raga
10. Kegiatan sosial dan keagamaan

Pemberian kompensasi sekarang ini sudah signifikan jika dilihat dari dua sisi yakni secara obektif maupun subjektif. 

Jika dilihat secara objektif, terus terang dilihat dari nominalnya peningkatan cukup terasa dan sangat signifikan, alaupun apabila dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan sejenis masih belum yang tertinggi. Sedangkan dilihat secara subjektifpun cukup apalagi bila dibandingkan dengan sebelumnya.

Dengan diubahnya sistem pemberian kompensasi PT. Pertamina maka dari konsep tersebut adalah manajemen akan menjadikan Pertamina sebagai perusahaan yang mempunyai daya saing, dalam hal kompensasi terhadap pekerjanya. Perusahaan berharap akan bisa menarik tenaga-tenaga proofesional yang saat ini bekerja di perusahaan pesaing Pertamina, dan sekaligus mempertahankan para pekerja yang mempunyai kempetensi. Dengan mempunyai daya saing tinggi, Pertamina akan dengan mudah untuk mencari tenaga kerja baru yang berkualitas. Hal ini bisa dilakukan apabila kompensasi bagi para pekerja Pertamina masuk di dalam perhitungan para tenaga professional. Dengan demikian perusahaan di luar Pertamina uga akan meningkatan kompensasinya untuk mempertahankan pekerjanya, dan seterusnya sesuai dengan tuntutan zaman. Hal yang tidak kalah penting adalah dengan terus meningkatkan kompensasi terhadap pekerjanya, Pertamina akan bisa mempertahankan pekerjanya yang berkompeten.

Kesimpulan
Perusahaan telah mengembangkan sistem dan program manajemen karir berdasarkan kemampuan dan kinerja. Program dan sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan transparansi dalam pengembangan karir  pekerja Pertamina dimasa mendatang. 

Sumber

http://indonesia.go.id/in/bumn/pt-pertamina/2920-profil/8814-pt-pertamina
http://www.bumn.go.id/pertamina/id/tentang-kami/tentang-sdm/
http://rinafarida-rina.blogspot.com/2012/03/sistem-informasi-manajemen-pt-pertamina.html
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&ved=0CDAQFjAB&url=http%3A%2F%2Fjurnal.usu.ac.id%2Findex.php%2Fws%2Farticle%2Fdownload%2F2143%2F1177&ei=bb5vUsDNE4KTrgfS2oGQDQ&usg=AFQjCNHmP3QL6CMBo80HDpL0Zxc2cqBwsw&sig2=rZxxXaK8k23e17WabQnQ5A&bvm=bv.55123115,d.bmk
http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI._MANAJEMEN_FPEB/197207152003121-CHAIRUL_FURQON/014._SIM-sistem_informasi_SDM-contoh_kasus.pdf

Sunday, October 13, 2013

Organisasi Bisnis


Pendahuluan
Latar Belakang

                Organisasi bisnis merupakan sumber penghasilan terbesar yang banyak digeluti oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Untuk dapat menjalankan bisnis, kita harus menjadi dan atau mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas serta mempunyai sumber-sumber daya pendukung lainnya. Maka dari itu kita harus memerhatikan segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis, sebelum memulai mendirikan bisnis tersebut supaya terlahir lebih banyak lagi pengusaha-pengusaha sukses yang berkualitas.

Rumusan Masalah
1.      Bisnis
2.      Lingkungan bisnis
3.      Organisasi bisnis
4.      Peluang organisasi bisnis
5.       Contoh bisnis


Tujuan

                Untuk menginspirasi para pemuda supaya bisa mengisi waktu luang dengan cara membuat usaha yang bisa menghasilkan uang. Dan juga berusaha untuk menghadirkan sosok-sosok pebisnis muda yang tangguh dan sukses dalam kariernya.
 
Landasan Teori

    1.      Huat, T Chwee (1990)

Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society.


   2.      Steinford ( 1979)

Business is an institution which produces goods and services demanded by people.” Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.


   3.      Griffin dan ebert (1996)

“Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.


   4.      Hughes dan Kapoor

“Business is an organization that provides goods or services in order toearn provit”. Sejalan dengan definisi tersebut, aktifitas bisnis melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan profit (laba). Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar.


   5.      Allan Afuah (2004)

“Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an industry. Maksudnya Bisnis ialah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur.


   6.      Glos, Steade dan Lowry (1996)

Bisnis merupakan sekumpulan aktifitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sember daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen.


   7.      Musselman dan Jackson (1992)

Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.


   8.      Mahmud Machfoed

Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.


   9.      Brown dan Petrello (1976)

“Business is an institution which produces goods and service demanded by people.” Artinya  bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.

   10.  Steinford (1979)

“Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people.” Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen.  Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memiliki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memiliki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU)  dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.



Pengertian Bisnis

             Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

Pengertian Lingkungan Bisnis

            Lingkungan adalah keseluruhan unsur-unsur yang dapat saling berhubungan dan saling mempengaruhi terhadap suatu keadaan dan kegiatan tertentu. Lingkungan Bisnis adalah Keseluruhan unsur baik individu, lembaga, dan lain-lain yang dapat mempengaruhi kegiatan bisnis untik menciptakan pendapatan da mendapatkan keuntungan.

Pengertian Organisasi Bisnis

Pengertian organisasi bisnis yaitu, suatu organisasi yang melakukan aktivitas ekonomi dan bertujuan untuk menghasilkan keuntungan (profit).  Contonya seperti  iklan yang ditayangkan di televisi, pihak iklan akan memperoleh keuntungan yang didapat dari penonton yang merasa tertarik atau butuh dengan produk yang ditayangkan sehingga akan membeli produk yang diiklankan tersebut.

Tujuan Bisnis 

                Tujuan bisnis tidak lebih dan tidak lain adalah memperoleh keuntungan, karena semua orang yang berbisnis mulanya berawal dari pikiran-pikiran dan keinginan mereka untuk memperoleh keuntungan sehingga muncul inisiatif untuk menjalankan bisnis dari keinginan mereka tersebut. Meskipun tujuan utama mereka adalah memperoleh keuntungan, namun hal tersebut bukan berarti bahwa mereka tidak mempunyai tujuan lain selain tujuan tersebut, masih banyak tujuan- tujuan para pembisnis yang ingin mereka raih dan tujuan antara satu dan yang lainya bisa saja berbeda. Tujuan lain yang ingin dicapai oleh pelaku bisnis itu diantaranya :
·         Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
·         Tanggung jawab social
·         Ingin mencukupi berbagai kebutuhannya
·         Untuk memakmurkan keluarga
·         Ingin memanfaatkan waktu luang
·         Ingin mempunyai usaha sendiri dan tidak bekerja pada orang lain

Etika Bisnis 

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, dan masyarakat.

Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan menaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

Barbara Pachter, penulis buku 'The Essentials Of Business Etiquette' menulis tentang sejumlah kemampuan khusus yang perlu dipahami para profesional sebelum terjun ke dalam situasi bisnis tertentu. Berikut merupakan etika bisnis yang perlu dipahami yang terdapat dalam buku tersebut:

1. Sebutkan nama lengkap Anda
Dalam situasi bisnis, Anda sebaiknya menyebutkan nama lengkap Anda saat berkenalan. Namun jika nama Anda terlalu panjang atau sulit diucapkan, Anda lebih baik sedikit menyingkatnya.

2. Berdirilah saat memperkenalkan diri
Berdiri saat mengenalkan diri Anda akan menegaskan kehadiran Anda. Jika kondisinya tidak memungkinkan Anda untuk berdiri, setidaknya mundurkan kursi, dan sedikit membungkuk agar orang lain menilai positif kesopanan Anda.

3. Ucapkan Terima Kasih secukupnya
Dalam percakapan bisnis dengan siapapun, bos atau mitra perusahaan, Anda hanya perlu mengucapkan terima kasih satu atau dua kali. Jika Anda mengatakannya berlebihan, orang lain akan memandang Anda sangat memerlukannya dan sangat perlu bantuan.

4. Sebarkan ucapan terima kasih lewat email setelah pertemuan bisnis
Setelah Anda menyelesaikan pertemuan bisnis, kirimkan ucapan terima kasih secara terpisah ke email pribadi rekan bisnis Anda. Pengiriman lewat email sangat disarankan, mengingat waktu tibanya akan lebih cepat.

5. Jangan duduk sambil menyilang kaki
Tak hanya wanita, para pria pun senang menyilangkan kakinya saat duduk. Namun untuk kondisi kerja, posisi duduk seperti ini cenderung tidak sopan. Selain itu, posisi duduk seperti ini juga bisa berpengaruh negatif pada kesehatan Anda.

6. Tuan rumah yang harus membayar
Jika Anda mengundang rekan bisnis Anda untuk makan di luar, maka Anda yang harus membayar tagihan. Lalu bagaimana jika Anda seorang perempuan, sementara rekan bisnis atau klien Anda, laki-laki, dan ingin membayar? Anda tetap harus menolaknya. Anda bisa mengatakan, perusahaan yang membayarnya dan itu bukan uang pribadi Anda. (Sis/Igw)

Bentuk Organisasi Bisnis

1.      Perusahaan Perseorangan

Dalam perusahaan perorangan,seorang pemilik tunggal mengambil segala keputusan dan bertanggung jawab secara pribadi atas segala hal yang dilakukan oleh perusahaan. Namun seseorang tersebut juga mempunyai kewajiban tidak terbatas akan hutang yang ditanggung oleh perusahaan apabila mengalami kerugian.

2.      Perusahaan Persekutuan (FIRMA)

Persekutuan (firma dan komanditer) merupakan bentuk organisasi bisnis di mana dua orang atau lebih bertindak sebagai pemilik dari perusahaan sehingga tanggung jawab dan hak yang ada akan ditanggung oleh mereka. Firma adalah perseroan yang didirikan untuk menjalankan suatu perusahaan di bawah satu nama dimana peserta-pesertanya langsung dan sendiri-sendiri bertanggung jawab sepenuhnya kepada pihak ketiga. Sedangkan persekutuan Komanditer (CV) adalah perseroan yang didirikan untuk menjalankan suatu perusahaan yang dibentuk oleh satu orang atau lebih sebagai pihak yang bertanggung jawab renteng (solider) dan satu orang atau lebih sebaai pihak lain yang memercayakan uangnya (Lupiyoadi R. dan Wacik J, 1998).

3.      Perseroan Terbatas(PT)
Perseroan Terbatas (PT) merupakan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi atas saham, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-undang serta peraturan pelaksanaannya.

4.      Koperasi

Koperasi sebagai suatu sistem ekonomi, mempunyai kedudukan politik yang cukup kuat karena memiliki landasan konstitusional, yaitu berpegang pada pasal 33 UUD 1945, khususnya ayat 1 yang menyebutkan bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Mohammad Hatta adalah sebagai bapak pendiri koperasi.
Dalam penjelasan konstitusi tersebut juga dikatakan bahwa, sistem ekonomi di Indonesia didasarkan pada asas Demokrasi Ekonomi. Dimana produksi dilakukan oleh semua dan untuk semua yang wujudnya dapat ditafsirkan sebagai koperasi. Dan sistem ekonomi dunia, koperasi disebut juga sebagai the third way artinya “jalan ketiga” serta menurut sosiolog Inggris yang bernama Anthony Giddens bahwa koperasi dipopulerkan sebagai “jalan tengah” antara kapitalisme dan sosialisme.

Jika Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan usaha berskala besar, maka koperasi mewadahi usaha-usaha kecil, walaupun jika telah bergabung dalam koperasi menjadi badan usaha skala besar juga seperti di negara-negara kapitalis yaitu di Eropa Barat, Amerika Utara, dan Australia, koperasi juga menjadi wadah usaha kecil dan konsumen berpendapatan rendah. Bahkan pedesaan di Jepang, koperasi menggantikan peranan bank atau semacam “Bank Rakyat”, yaitu koperasi yang beroperasi dengan sistem perbankan (Rahardjo, kompas, 9 Agustus 2002). Di Indonesia, Bung Hatta sendiri menganjurkan didirikannya 3 macam koperasi yaitu: 
·       Koperasi konsumsi, yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai
·       Koperasi produksi, yang merupakan wadah bagi kaum petani, ternak, maupun nelayan
·       Koperasi kredit, yang melayani pedagang dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal, serta

Cara Mencari Peluang Bisnis

·         Kumpulkan tekad yang bulat untuk memulai usaha tersebut
·         Pikirkan usaha yang tidak lekang oleh zaman
·         Jalin relasi yang baik dengan semua orang yang sekiranya akan memberikan manfaat
·         Pilih lokasi yang strategis
·         Target konsumen
·         Meminimalisasikan resiko yang akan teradi

Contoh Organisasi Bisnis

Ide untuk berwirausaha memang banyak macamnya. Bahkan sesuatu yang kecil dan sepele seperti stik es krim bisa menghasilkan ratusan juta rupiah per bulan. Berikut ini merupakan profil Doni Indra, pengusaha stik beromzet 6 juta batang stik es krim per bulan. (Dikutip dari www.kompas.com)

Tak hanya es krim saja yang butuh gagang atau stik. Lihat saja, stik yang biasanya hanya untuk es krim itu kini bisa juga dipakai untuk gagang penganan dari cokelat atau nugget. Bahkan, salon kecantikan juga butuh stik. Dengan harga berkisar Rp 10 sampai Rp 22 per batang, pembuat stik bisa meraup omzet hingga ratusan juta rupiah. Stik atau tusuk kayu berbentuk pipih yang biasa dipakai untuk gagang es krim ternyata juga dibutuhkan untuk gagang penganan seperti cokelat ataupun nugget.

Itulah sebabnya, barang kecil seukuran 9 cm sampai 12 cm ini bisa menghasilkan keuntungan yang gede. Apalagi, kini salon kecantikan pun membutuhkan stik ini. Salah satu produsen sendok dan stik es krim ini adalah Doni Indra. Walau baru memulai bisnis pada 2011, pemilik CV Elang Manunggal di Tangerang ini sudah menangguk pesanan stik dan sendok es krim dalam jumlah besar. “Produk ini termasuk barang repeat order sehingga pesanan terus datang,” katanya.

Stik dan sendok es krim termasuk barang repeat order karena sifatnya sekali pakai. Tak hanya es krim, beberapa produk makanan lain seperti cokelat dan nugget juga banyak yang menggunakan produk ini. Bahkan, menurut Doni, permintaan juga acap datang dari salon kecantikan untuk mengaduk krim. Meski jumlah permintaan dari salon kecantikan tidak besar, tetapi pesanan selalu datang tiap bulan. Saat ini, Doni mengaku telah mengantongi delapan pelanggan tetap.

Dari pelanggan-pelanggannya itu, Doni mengungkapkan, bisa menjual sekitar 6 juta batang stik es krim per bulan. Bahkan, jika permintaan melonjak, dia sering menggandeng perajin stik tradisional. Dengan harga Rp 17-Rp 22 per batang, Doni tak sungkan menyatakan mampu meraup omzet hingga sebesar Rp 100 juta per bulan. Dari total omzet sebesar itu, setidaknya Doni bisa membawa pulang sebesar 15 persen.

Tentu saja stik es krim itu tidak dijual satuan, tetapi dikemas dalam karton berisi 20.000 batang. Untuk memproduksi stik es krim, Doni menggunakan mesin rakitan sendiri. Kapasitas mesin yang dipakainya sekitar satu juta batang per hari. Doni sendiri lebih suka membuka pasar dengan memasarkan melalui internet. “Saya belum berani menawarkan langsung ke perusahaan sebab kapasitas mesin saya masih kecil,” ujarnya. Selain itu, Doni menghindari produksi secara berlebihan untuk meminimalkan risiko.

Bahan baku yang dipakai untuk stik es krim antara lain kayu albasia dan sengon. Menurut Doni, jenis kayu albasia dan sengon lebih ideal dibandingkan dengan kayu yang lain karena lebih empuk dan mudah dibentuk. Lain lagi dengan Guntur Yudihartono di Banyumas, Jawa Tengah. Walau masih sebatas home industry, Guntur mampu memproduksi sekitar tiga juta stik es krim per bulan. “Saya banyak memanfaatkan limbah pabrik kayu lapis untuk bahan baku,” katanya.

Dengan harga Rp 10-Rp 15 per batang, ia mengaku telah memiliki pelanggan tetap dari Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Dari penjualan stik ke berbagai kota itulah, dia mampu mengumpulkan omzet mencapai Rp 30 juta per bulan. Untuk memperluas cakupan pasar, saat ini Guntur juga mulai menawarkan produknya secara langsung ke berbagai perusahaan es krim. Bahkan, ke depan ia akan mulai mengembangkan produksi di Jakarta untuk menyasar peluang kerja sama dengan minimarket atau supermarket besar.

Menurut Guntur, untuk produk yang sama, harga di mini market dan super market mempunyai harga lebih baik. Sayangnya, untuk memproduksi lebih banyak lagi, Guntur terhalang pasokan bahan baku. Mahalnya harga bahan baku membuatnya harus bersaing ketat dengan sesama produsen stik. Padahal, menaikkan harga jual stik jelas bukan pilihan dengan situasi ketatnya persaingan seperti sekarang ini.

Pengusaha Muda Sukses di Indonesia

Indonesia banyak memiliki pengusaha-pengusaha muda yang sukses di bidangnya. Sebagian dari mereka ada yang berasal dari keluarga yang sederhana yang berjuang sekuat tenaga menghadapi kerasnya kehidupan sampai akhirnya menjadi seorang pengusaha sukses yang memiliki penghasilan sampai ratusan juta rupiah per bulan.

Untuk menjadi seorang pengusaha tidaklah mudah, butuh ketekunan, konsistensi dan pantang menyerah dalam menekuni bisnisnya. Mereka yang berhasil adalah seseorang yang tak pernah menyerah walau dengan sekeras apapun cobaan hidup menerpa.
Berikut adalah daftar pengusaha muda sukses yang berasal dari negeri kita, Indonesia tercinta.

1. Andi Nata

Ia adalah seorang mahasiswa dari Universitas Indonesia yang mengambil jurusan teknik Mesin. Sebuah upaya banting stir ia lakukan dengan mencoba menekuni bidang diluar yang sedang ia tekuni di kampusnya. Ia mencoba terjun di bisnis kuliner. Ia berbisnis masakan aqiqah identik dengan sate dan gulai kambing.

Walaupun ia sama sekali tidak bisa memasak namun karena kemauan kerasnya bahwa ia harus bisa sukses di bisnis kuliner waktu berjalan mengantarkan bisnisnya hingga beromzet ratusan juta rupiah per bulan. Kini masakannya sudah masuk ke Hotel Four Seasons dan tiga hotel bintang empat lainnya di Jakarta.

2. Annur Budi Utama

Orang yang biasa dipanggil mas bonbon ini pernah kuliah di UGM jurusan Teknik Industri tahun 2008, berumur 21 tahun ini adalah pemilik Deepublish Company yang ditaksir memiliki income hingga 200 juta per bulan. Ia mengungkapkan bahwa rahasia suksesnya adalah langsung action jangan terlalu banyak teori. Dalam berbisnis memang wajib turun di lapangan bukan hanya membahas strategi secara berkepanjangan tanpa bertindak. Setiap apapun yang ditekuni haruslah fokus karena jika setengah-setengah hasilnya tidak akan maksimal. Ia melanjutkan.

3. Nurana Indah Paramita

Bermodalkan 5 juta rupiah, ia dan teman2nya di Institut Teknologi Bandung berhasil mengembangkan pembangkit listrik bernilai jutaan dolar melalui T-Files marine current turbine (turbin arus air laut T-Files).

Ia mulai menekuni pengembangan turbin dari arus air laut sejak tahun 2005. Saat itu mereka harus mengikhlaskan uang saku selama kuliah hingga terkumpul Rp 5 juta. Meski mereka belum mendapat perhatian dari pemerintah, tim tersebut terus mengembangkan teknologi turbin secara nyata.

Kini turbin T-Files nya sudah terpasang sudah terpasang di beberapa pulau di Indonesia seperti Lombok, Jawa dan Bali. Ia bahkan mampu menarik perhatian PLN hingga kontrak 1 megawatt pun akhirnya ditandatangani dan rupiah pun selalu mengalir di kantongnya.

4. Fauzan Adhima Efwandaputra

Ia adalah pengusaha muda berikutnya asal Indonesia yang berbisnis pembuatan sepatu buatan tangan atau handmade shoes. Bermarkas di Bandung ia menjalankan bisnisnya dengan menargetkan konsumen yang memiliki selera tinggi (harga mahal). Harga jual berkisar antara Rp 495.000-Rp 923.000 per pasang.

Selain memiliki toko ritel di Bandung, ia juga memasarkan sepatu buatannya itu ke berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Kini Fauzan meraup omzet Rp 50 juta setiap bulan, dengan margin keuntungan 10%-15% dari omzet.



Kesimpulan

                Organisasi bisnis yaitu, suatu organisasi yang melakukan aktivitas ekonomi dan bertujuan untuk menghasilkan keuntungan (profit).  Tujuan organisasi bisnis bukan hanya untuk meraup keuntungan secara optimal, tetapi juga untuk mengisi waktu luang, menghidupi keluarga, dan sebagainya. Dalam menjalankan bisnis tentu saja kita harus bisa melihat peluang bisnis supaya bisnis yang kita jalankan bisa bertahan lama dan tentu saja agar bisa sukses. Di Indonesia banyak sekali pengusaha-pengusaha sukses yang berhasil menjalankan usahanya dan bisa menghasilkan pundi-pundi uang yang berlimpah setiap bulannya, salah satunya yaitu Doni Indra yang sukses menjalankan bisnis stik atau gagang miliknya.

Sumber