Showing posts with label Curhatan. Show all posts
Showing posts with label Curhatan. Show all posts

Friday, October 2, 2020

Twenty Five


Hello again, dear.


Ternyata sampai juga aku di tahap hidup sekarang ini. Bulan ini, beberapa hari lagi, umur aku 25 tahun. Belum tau sih akan sampai atau enggak. Semoga aku bisa sampai ke sana dan bahkan melewati tahun-tahun berikutnya. 


By the way, aku senang banget, ketakutan ku sudah beranjak sirna, terima kasih kamu tidak menghantuiku lagi. Takut akan hal apa sih? Jawabannya adalah pernikahan. 


Aku mau cerita sedikit, dulu waktu aku lulus kuliah umur 22thn, beberapa teman ku udh ada yang menikah. Lalu dengan pikiran yang sangat impulsive, aku menargetkan diri untuk menikah di umur 24thn atau 25thn. 

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun sampai tiba aku di pertengahan umur 23thn. 

Iya, beberapa orang silih berganti menjadi “wadah curhatku” dan aku masih sangat semangat untuk menikah di umur 24thn.


Sangat tidak menyangka, waktu itu ada lelaki yang menyatakan ingin melamar, lalu tiba-tiba pikiranku kacau, terpikirkan bayang-bayang buruk menikah muda, sampai aku memutuskan bahwa aku tidak siap menikah di umur 24thn atau bahkan 25thn, aku merasa masih kekanakan. 

Singkat cerita, syukurlah ternyata dia bukan jodohku, pikiranku sedikit lega melepaskan bayang-bayang pernikahan. 


Lho ternyata itu malah awal mula dari terbukanya jalan jodohku, mungkin? Karena setelahnya, ada lagi orang lain, tapi tidak perlu aku ceritakan. Langsung saja ke kisah bahagianya ya? Ok. 


Beberapa bulan kemudian, tidak sampai setahun. Sebentar, aku akan ceritakan, tapi maaf tidak akan detail. 


Sebulan sebelum ulang tahun ku yang ke 24thn, ada lelaki yang ternyata bersusah payah mencari instagram ku, ingin mengenal lebih dalam via social media

Anehnya, aku mengizinkan orang asing ini mengenal dunia ku. Sebagai sedikit informasi, beberapa tahun ke belakang aku sangat membatasi pertemanan di instagram. 

Mungkin ini yang namanya jalan jodoh? Dilancarkan begitu saja. Ah tunggu dulu. 


Aku lanjut ya. Lelaki ini, tidak berani menyapa ku sama sekali sampai berbulan. Sampai-sampai malah aku duluan yg menyapanya dengan komen story-nya, tidak ada maksud apa-apa, hanya mempertanyakan rasa penasaran ku atas apa yang dia posting. 

Setelah itu, baru dia mulai berani membuka topik. Mohon maaf, aku belum merasa tertarik atau rasa apapun, bahkan aku tidak mengenalnya, hanya sekedar tau wajah karena beberapa kali bertemu. 

Singkat cerita, dia ingin mengenalku lebih jauh bahkan ingin menjadi teman hidupku. Terkejut? Lumayan hehe. 

Aku diminta untuk memikirkan, apakah bersedia atau tidak. Aku belum mengenalnya, seiring waktu berjalan, kami mencoba untuk mengenal sambil aku berpikir. 


Segala kekurangan dan kelebihannya, di awal ternyata lumayan sulit untuk meyakinkan diri ku apalagi keluarga besar ku. Ada pro dan kontra, pendapat dari beberapa kakak ku, hal yang biasa sebenarnya.

Beberapa bulan aku membuatnya menunggu jawaban, maafkan aku ya Mas. 

Keputusannya, aku mengizinkan ia untuk menemani masa muda ku, hingga menua dan mati, insyaAllah. 

Setelah aku memberikan jawaban, aku pikir rencana selanjutnya akan mulus. Ternyata kami, kita semua, seluruh dunia, harus ikhlas menerima pandemi covid ini. 

Hikmahnya, kami bisa mengenal lagi lebih dalam sebelum terburu-buru lanjut ke tahap berikutnya. Alhamdulillah.


Seiring berjalannya waktu, bulan demi bulan, sudah hampir setahun kami mengenal, loh kok ternyata kami satu frekuensi. Bahagia? Pada tahap ini, iya, aku bahagia. 

Tapi belum, perjalanan kami belum sesempurna itu, ada beberapa yang masih kami harapkan dapat segera terwujud, tidak perlu aku sebut, tapi aku minta doanya ya? Semoga diijabah oleh Allah, aamiin. Terima kasih. 


By the way, waktu di awal mengenalnya, aku masih agak takut dengan bayang-bayang pernikahan. Ini jujur. Apa lagi sih yang ditakutkan? Masih hal yang sama. Am I capable to this step of life? In this age?

Alhamdulillah, semakin dekat dengan hari kami, aku semakin yakin dan rasa takut ku telah pergi. Yang ku rasa saat ini “yes, i am capable to this marriage things” apabila ternyata belum, maka aku akan berusaha untuk bisa menjalani hari-hari pernikahan dengan baik. Karena yang aku sadari yaitu, aku nggak sendirian, ada dia yang menemani dan akan membimbing. 


Sampai sini aja ya ceritanya. 

By the way, bulan ini kami lamaran, aku sangat excited menunggu hari itu tiba. Masih ada rasa nggak nyangka, target aku bisa tercapai. 

Semoga acara kami lancar dan kehidupan pernikahan kami selalu berada di jalan yang diridhoi oleh Allah. Aamiin aamiin yarabbal alaamiin.


Terima kasih sudah bersedia membaca ceritaku. 

Saturday, November 11, 2017

Skripsweet Terdrama

Hellow! Long time no posting..


Kali ini ku mau cerita tentang dramanya skripsi ku yang super duper drama! Mau cerita dulu awal mulanya pemilihan tema skripsi ku yaitu muncul ide waktu matkul Akuntansi Sektor Publik di sem.7 pas bahas tentang Anggaran Daerah, sebenernya nggak terlalu merhatiin mata kuliahnya karena presentasi kelompok gitu, ku kurang tertarik. Tapi tiba-tiba waktu kelompoknya Ica presentasi, langsung kepikiran "ah nanti skripsi bikin tentang ini aja deh, kayaknya gampang dan seru". Skip~

Masuk semester 8 dan tetap tidak goyah dengan ide skripsi awal ku. Eh ternyata waktu desiminasi skripsi, dosen yang jadi pemateri bilang gini kira-kira "Saya sarankan kalian membuat skripsi dengan tema sektor publik, karena di gunadarma masih sangat jarang dan saya jamin tema Anda akan langsung diterima oleh dosen pembimbing". Lah pas banget dengan keinginan ku, jadilah semakin semangat dengan tema itu. Beberapa hari kemudian aku agak mendoktrin teman-temanku untuk mengambil tema yang sama biar bisa saling membantu, teman-temanku masih banyak yang galau, tapi akhirnya mereka mau memilih tema yang sama. Salah satu teman ku bilang "Na jangan kasih tau orang-orang kalo tema ini gampang, ntar pada ngikutin jadi banyak yang milih ntar malah ngga boleh sama dospem" hmm iya juga yaa HAHA aku nggak kepikiran sampe situ, kalo ada yang tanya ya aku jawab aja sesuai apa yang aku kerjain, ngga mikir ntar ke depannya akan gimana :)))

Mulai bimbingan skripsi, btw aku dan teman-temanku semua dapat dosen pembimbing yang berbeda. Pertemuan pertama sampai ketiga aku dibikin stuck di bab 1 dan 2 oleh dospem padahal beliau setuju aku ambil tema itu, mulai curiga dong kenapa nih kok aku disalah-salahin terus, sampai akhirnya dosen ku bilang "Ana kenapa kamu cuma ambil sampai tahun 2014? Sekarang kan sudah 2017 ya minimal penelitian kamu sampai 2015, tapi kalo bisa ya sampai 2016" trus aku jawab "di website cuma ada sampai 2014 bu" eh ibunya bilang gini "Nah ini yang saya khawatirkan......" dan segala perdebatan panjang lebar sampe rasanya aku mau nangis di tempat :((((

Pertemuan selanjutnya diisi dengan konsultasi mengenai tahun dan lalu merembet ke objek penelitian. Objek penelitian ku disuruh ganti karena ternyata banyak yang ngambil objek yang sama. Entah pertemuan berapa itu adalah bagian 'hampir klimaks' yang dospem ku menyarankan "kalau kamu nggak dapet di website, bagaimana kalau kamu langsung ke kantornya aja. Gimana? Bisa kan? Kantor pemerintahan pasti ngasih lah kalau buat penelitian gini. Kamu coba ya!" Aku langsung pening, karna aku mikirnya bakalan ribet ngurusin surat dan mondar-mandir ke kantor......dan sendirian. Eh tapi ternyata aku punya teman!! HAHAHA. Jadi setiap aku bimbingan selalu aku curhatin ke teman-teman ku di grup, trus aku ajak aja mereka buat ke kantor DJPK dan ternyata mereka mau dan sangat bersemangat. Alhamdulillah.

Setelah ngurusin surat sekitar 2 mingguan akhirnya kami (aku se-geng berempat + 2 teman lainnya) berangkat ke kantor tgl 23 Mei naik motor >> commuter >> grab wkwkkw perjalanan panjang! Emang dasarnya anak norak (wkwkwk) pas nyampe kantor kesenengan banget karna tempatnya bagus, iyalah kementerian! Udah nyampe trus kami bingung gitu, trus main suruh-suruhan siapa yang berani ngomong ke resepsionis ahahahha akhirnya aku yang ngomong, lalu kami diarahin ke lantai 3. Agak bermasalah dengan surat keterangan dari kampus karna surat kami nggak memuat info yang lengkap, tapi kata pegawainya yaudah gapapa nanti diproses dulu dan kami dibolehin langsung pulang. Tapi karena perjalanan jauh dan kami udah sampai di kementerian, rasanya sayang banget kalo harus langsung pulang. Pas jalan mau ke lift, eh kami liat ada tulisan perpustakaan yaudadeh ke perpus dulu.

Di perpus agak lama setelah kami baca-baca, datanglah pak Arman ngajak berbincang, seriously beliau orangnya bijaksana, baik, ramah, supel, duh apalagi yaa pokoknya beliau baik banget!!!! Dan ternyata beliau bos di subdit apaya aku gatau, pokoknya di lantai 3 deh. Trus beliau nyuruh bawahannya untuk ngambil surat kami, suruh dilengkapin saat itu juga, dipinjemin komputer + disuruh ngeprint di situ juga padahal awalnya beliau nyuruh nyari rental di luar kantor wkwkkw tapi karna emang anak bekasi seringnya ngeluh mulu, mungkin bapaknya kasian jadinya dibolehin buat ngerjain kelengkapannya di kantor + dibantuin sama mas Hendro yang baik banget juga. Udah beres semua, akhirnya sore kami baru pulang dan kelaperan dari siang nggak makan wkwk.

Seminggu kemudian tanggal 30 Mei kami (berenam + nambah 4 orang lagi) balik ke DJPK buat ngurusin data, btw selama proses pengumpulan data aku nggak bimbingan dulu, padahal harusnya rutin bimbingan setiap hari jumat. Sampe kantor awalnya kami disuruh bertemu pak Agus, tapi karna beliau sedang sibuk akhirnya ketemu pak Waliaji terlebuh dahulu, kami berbincang di ruang tamu yang isinya rang-orang penting semua, trus kami langsung berasa penting juga wkwk. Kami berbincang agak lama dengan beliau, kesan pertamanya beliau orang yang tegas, bijak, baik, adem, suaranya mengayomi wkwk. Selesai berbincang dengan pak Waliaji, jam udah mepet istirahat, tapi Annida dikabarin katanya boleh kalau mau ketemu pak Agus sekarang juga. Menuju ke sana pas banget azan zuhur berkumandang, pak Agus ngebolehin tapi pegawai lainnya bilang "nanti aja ya, mau istirahat solat dulu".

Yaudah akhirnya kami juga turun menuju masjid, eh masjidnya penuh banget. Oiya saat itu pas lagi awal-awal bulan puasa. Kami (para perempuan) memutuskan untuk istirahat dulu di taman sambil ngobrol, saat masjid udah keliatan agak sepi baru kami menuju masjid untuk solat. Emang dasar matanya jelalatan wkwk menuju tempat wudhu masih lumayan banyak pegawai yang baru keluar masjid trus aku bilang ke Annida "Nid cari jodoh di sini yuk" wkwkwk trus kata Annida "oiyaya bener juga lo Na, kepikiran aja lagi wkkw". Udah selesai solat trus Annida bikin janji lagi sama pak Agus, trus kami naik ke lantai 8 ketemu pak Agus eh ternyata pak Agus cuma nganterin hehe :(( aselinya kami ketemu pak kasi pelaporan (kepala seksi pelaporan aku ngga tau namanya siapa), sampe meja pak kasi kami ditanya-tanya trus beliau manggil pegawai lainnya "Koh sini Koh tolong bantuin mba-mba ini minta data" selanjutnya kami dibantuin sama mas Kukoh (honestly aku kira namanya mas Koko trus Annida ngira namanya mas Kuku dan kami malah berdebat soal nama wkwk), kesan pertamanya itu mas Kukoh orangnya kaku, jutek, tegas, baik, eh kok ada lawaknya juga ternyata ehehhehe (*maaf ya mas itu kesan pertama yang aku rasain). Oh iya someday i will tell you about mas Kukoh in other way WKWK.

Setelah dari mas Kukoh, kami dioper lagi ke pak Dadang (actually kami disuruh manggil beliau mang Dadang oleh pegawai lainnya wkwk). Beliau orangnya sabar, baik banget, ramah, bersedia untuk direpotkan ahahha. Secara keseluruhan menurut aku orang-orang yang aku temuin di kantor semuanya orang yang super baik banget!!!! Huhu jadi kangen mau ke kantor DJPK lagi, mau kerja di sana :( Skip. Akhirnya selesai sudah perjalanan kami dengan membawa pulang data yang lengkap, terimakasih bapak-bapak dan mas-mas yang telah membantu kami ❤

Udah senang gembira dong aku dapet data penelitian sampai tahun 2015, ehhh ternyata masih ada 'ujian' dari dospem ku bilang "Ana kamu dapat perhitungannya juga nggak? Kalau cuma angka ini yang kamu tunjukin nanti kalau ditanya gimana? Kamu bisa jelasin?" Aku jelasin ini dari sini itu dari situ, eh dibilang itu kan hanya berdasar teori tapi angka real nya nggak ada penjelasannya. Trus aku disuruh ganti objek lagi donggggg klimaks banget nih di sini :((( Disuruh ganti objek pakai satu kota aja (tadinya aku pakai satu provinsi), disuruh datengin langsung ke pemda, heyheloooo perjuangan ku 2 minggu kemarin tersia-siakan bgitu saja????? Di akhir pertemuan bimbingan dospem ku bilang "gimana? Bisa kan Ana? Kalau kamu gak yakin bisa dapetin, lebih baik kamu segera berpikir untuk mencari tema baru, jangan mandek berfokus pada satu saja. Kamu nggak mau kan nanti kalau lewat dari tanggal ketentuan trus kamu pindah jadi kompre? Semangat ya Ana kamu pasti bisa, ingat jangan stuck aja" SHOCK lah aku dibilang suruh ganti tema aja :""""(

Prinsip aku, kalo aku mau sesuatu aku harus dapetin apa yang aku mau, setidaknya aku bakalan berusaha buat dapetin hal itu dulu, kalo akhirnya ga bisa aku dapetin ya udah yang penting aku udah usaha. Psst dicampur males juga sih WKWK yagile aje orang-orang udah banyak yang acc + jadwal daftar sidang juga udah mau deket masa iya aku ngulang dari awal, BIG NO! Akhirnya aku usaha buat dapetin data di pemda sambil aku lanjutin cari cara untuk bikin data provinsi ku lengkap. Di pemda aku dioper-oper terus, mana sempet salah datengin kantor juga. Singkat cerita, pas aku udah sampe bagian untuk dapetin data nya aku masih disuruh nunggu dan disuruh dateng lagi 3 hari kemudian. Capek lah aku bolak balik nggak ada hasil, hampir sebulan aku proses di sana ga kelar-kelar juga, aku putusin untuk nggak balik lagi ke pemda dan aku akhirin perjalanan tanpa hasil. Akhirnya aku begadang tiap hari buat lengkapin data-data provinsi ku dan ALHAMDULILLAH nya selesai (oiya aku selalu dibantuin sama mas Kukoh dan teman-teman ku, nggak ngerti lagi mereka sangat amat berarti bagi aku dan mereka sangat baik) jadi bisa aku ajuin ke dospem ku, beliau setuju untuk aku lanjutin skripsi menggunakan data provinsi dan beliau menyuruh ku untuk menambahkan beberapa hal lagi.

Beberapa pertemuan setelahnya akhirnya aku dapetin tanda tangan ACC, bersyukur banget rasanya kayak mimpi wkwkwk iya lebay tapi beneran aku rasanya kayak nggak percaya kalo akhirnya aku benar-benar bisa nyelesaiin skripsi yang aku mau dengan perjalanan yang sangat amat banyak batu kerikilnya.

29 Agustus 2017 aku sidang dan alhamdulillah aku bisa dengan lancar mempresentasikan skripsi ku walaupun banyak groginya dan ada sedikit-sedikit kesalahan.


Udah deh begitu cerita skripsi ku, maaf yaa kepanjangan banget. Dan sekarang aku kangen banget rasanya ngerjain skripsi, nangis-nangis nya aku, begadang nya aku sampe kantong mata bener-bener item trus tiap bimbingan udah kaya zombie. Haaaa kangen banget!!!

Btw, dosen pembimbing ku aslinya baik dan perhatian banget, but beliau orangnya memang kritis tapi aku sadar itu semua demi kebaikan aku, anak bimbingannya. Terimakasih bu, sudah membimbing aku selama skripsi dengan selalu percaya kalau aku mau berusaha dan percaya aku bisa menyelesaikan apa yang udah aku mulai ❤




Friday, April 14, 2017

My First Spiritual Journey #Part2

It was like a dream come true. When I don't even dream about it yet.

[Jeddah, Saudi Arabia]
Sabtu 25 Februari 2017
Akhirnya kaki ku bisa leluasa berjalan kesana - kemari setelah 9 jam perjalanan. Kegiatan selanjutnya masih saja menunggu, bedanya ini menunggu di King Abdul Aziz Airport!!!!! Hey, akhirnya gue sampai di Arab hhahaa. Nunggu sekitaran dua jam lebih, kalo nggak salah jam 04.30 baru masuk bis untuk menuju Mecca, di dalem bis dengerin ceramah sambil terngantuk-ngantuk dan tidur nyenyak. 

Ternyata jarak Jeddah - Mecca lumayan jauh juga, baru tiba di hotel jam 6.30. Sepanjang jalan dari jam 5 itu jalanan masih sepi dan gelap banget, tanah kosong dan, banyak jabal (gunung). Waktu udah deket waktu subuh jalanan mulai ramai, di sini gue kebangun karna diingetin udah mau sampai. Seriously, orang-orang banyak yang mulai keluar jalan kaki dengan jarak yang masih agak jauh menuju masjidil haram. Dan gue juga liat banyak orang yang lagi solat di trotoar, mungkin lagi solat tahajud. Di situ gue bener-bener ngerasa terharu banget, semua orang di tanah haram taat oleh perintah Allah bener-bener gue ngeliat orang-orang dari segala penjuru jalan kaki (ada juga yang naik mobil) semua menuju ke satu tempat, Masjidil Haram.

[Mecca, Saudi Arabia]
Sesampai di hotel, kami disuruh sarapan dulu sambil nunggu pembagian kunci kamar. Di kantin sini mulai lah gue sebut ujian pertama, kenapa? Jadi gini, di kantin itu emang tempatnya udah penuh oleh orang-orang yang baru dateng, ada satu meja panjang yang kosong tapi udah ditandain pake tas yang artinya di situ udah ada yang nempatin, tapi gatau kenapa tante gue nekat buat duduk di kursi yang emang udah ada tas nya itu, sampe kami kembali setelah ngambil makan emang belum ada orang yang datang, mungkin dia masih antre ngambil makanan. Makanan udah tinggal sedikit, datanglah si empunya kursi kebingungan tempatnya diambil sedangkan dia mau makan. Gue inisiatif buat nyuruh om gue bergeser ke kursi sebelah, emang di situ juga penuh tas orang (di meja nya) tapi setidaknya geser dulu lah sebentar mumpung orangnya belum dateng. Tapi om gue nggak mau geser, akhirnya si ibu yang punya kursi itu berdiri nunggu tante gue makan dan itu lama. Dia ngomongnya sih emang gapapa tapi gue tau banget kalo dia kesel karna keliatan jelas dari ekspresi mukanya. Skip~

Makan udah selesai, kunci kamar udah diambil dan langsung lah kami menuju kamar hotel. Di sinilah hukum sebab-akibat terjadi, gue sih mikirnya begitu karna pas banget lah pokoknya. Hal yang sebenernya nggak mungkin, kejadian lah saat itu, di kartu tertulis 903 yang angkanya nggak jelas either itu 9 atau 4 karena ditulis tangan bukan ketikan, kami nanya orang dan dijawab kalo itu angka 4 which means on the 4th floor. Kami ke sana dan ternyata kuncinya nggak  fit on it, oh yaudah berarti yang bener itu angka 9, naik lah kami setelah nunggu lift lama banget. Kami ke kamar 903 dan kaget lah lagi ternyata di situ udah ada orangnya, gue langsung banyak-banyak istighfar tapi nggak berani nyebut kalo itu karma pokoknya istighfar aja terus.

Kami ketok kamarnya, unfortunately salah satu orangnya itu mulutnya rempong banget berisik dan segala nyuruh gue ke kamar sebelah untuk cari tau ada kemungkinan atau enggak kalo kuncinya itu sebenernya kunci kamar sebelah. Gue coba masukin kartunya itu ke pintu kamar sebelah, emang nggak bisa dan di sana juga udah ada orangnya, Si ibu ini tetep ngotot sambil kebingungan siapa yang sebenernya tinggal di kamar 903 ini. Sambil dia berisik dan mencoba menghubungi panitia, gue tinggalin aja buat solat subuh karna saat itu udah jam 7 udah kelewat satu jam dari adzan subuh. Jam 7.30 akhirnya perseteruan selesai dan yang tinggal di 903 adalah gue sekeluarga, alhamdulillah.

Jam 8 kami keluar kamar dan bersiap untuk melaksanakan umroh, tanpa mandi, sikat gigi, atau memakai wewangian karena emang semua hal itu dilarang. Kami berjalan ke Masjidil Haram, nggak jauh dari hotel jaraknya. Sepanjang perjalanan gue merasa bersyukur banget akhirnya sampai juga ke tanah haram.

Masuk Masjidil Haram lalu menuju The Holy Kakbah gue ngerasa antara percaya dan nggak percaya kalo gue udah berada di situ, alhamdulillah wasyukurillah. Mulai tawaf gue agak kebingungan karna itu penuh eheheh takut ilang dari rombongan karna kebawa arus. Gue bergandengan sama mama dan tante, nggak pernah lepas kecuali saat mengangkat tangan di depan Hajr Aswat. Lupa di putaran ke berapa gue bener-bener yang nangis terharu sambil terus ngucap do'a tapi nggak berani ngeluarin suara tangisan, jadi air mata ngalir terus aja sambil rada sesegukan.

Masyaa Allah rasanya nikmat dan bersyukur banget, you guys should be there at least once in a lifetime to feel that euphoria. I pray for you guys, semoga muslimin dan muslimah yang baca ini bisa segera dipanggil ke sana, aamiin o:-)

Biasanya gue gampang banget ngerasa capek walaupun cuma jalan sebentar, tapi waktu tawaf sama sekali nggak ngerasa capek. Baru terasa pinggang agak kaku itu waktu lagi rukuk saat solat dua rokaat setelah tawaf. Terus lanjut lagi sa'i bareng keluarga gue berenam, sayangnya setelah beberapa kali balik Safa - Marwah kami terpisah dengan om dan tante gue yang satu (tante gue ada dua). Sampai umroh selesai belom ketemu juga padahal kami berempat udah nunggu agak lama.



Setelah ketemu, gue langsung ngasih tau ke tante gue buat cepetan potong rambut mumpung masih ada rombongan yang juga lagi potong rambut (tante gue nggak bawa gunting, jadi harus pinjam ke rombongan lain). Selesai umroh, kami ingin buru-buru kembali ke hotel karena udah mulai lapar dan badan juga terasa lengket banget.

Sore menunggu adzan magrib kami istirahat tidur sebentar dan berniat untuk melaksanakan solat magrib di Masjidil Haram dan melakukan tawaf. Tidur dari jam 16 dan ternyata kami tidur sangat nyenyak dan akhirnya baru kebangun jam 19.30 lol kaget dooong magrib udah kelewat jauh banget tapi untungnya belom adzan isya. Batal lah rencara awal, alhasil kami solat magrib di kamar dan setelah itu kami makan malam di kantin hotel.

Malamnya sekitar jam 20.30 kalo nggak salah, kami berangkat ke Masjidil Haram berempat untuk melaksanakan tawaf, ternyata jumlah massanya lebih banyak daripada yang tadi pagi, mungkin karena hawanya lebih sejuk tidak terik kena sinar matahari. Setelah selesai tawaf dan solat dua rokaat, gue mulai ngambil catatan-catatan titipan doa dari teman-teman, mendoakan mereka lalu fotoin catetan itu di depan kakbah. Ternyata buat fotoin itu butuh sedikit perjuangan juga yaa karena pas banget arah depan Hajr Aswat emang penuh banget lebih penuh daripada sudut kakbah yang lain.




Hari-hari di Mecca berjalan sangat lancar dengan rutinitas tidur - bangun - mandi - makan - ibadah - repeat. Dan yap bersyukurnya lagi gue sama sekali nggak bermasalah dengan makanan apapun yang disajikan di sini, emang menunya itu masakan Indonesia tapi makanan yang biasanya gue nggak doyan pun di sini gue bisa makan semuanya dengan nikmat. Padahal waktu di rumah sempet khawatir juga dengan selera makan gue yang bandel ini.



Replika Maqam Ibrahim
@ Museum Kaaba



Kami di Mecca selama 4 hari dan rasanya kayak cuma sehari doang di sana, sedih banget ninggalin kota Mecca ini. Selalu berdoa supaya bisa kembali lagi dan lagi ke Masjidil Haram.

to be continue...

My First Spiritual Journey #Part1

It was like a dream come true. When I don't even dream about it yet.

"Kamu doain yaa setiap abis solat supaya bisa umroh bareng mama dan papa" kata mama berbulan-bulan yang lalu, nggak inget awalnya kapan atau mungkin udah dari tahun lalu. Mama nyuruh begitu, sedangkan rencana awalnya bilang mau umroh bareng kakak, tanpa gue.

Kalau ditanya pun sebenernya gue belum merasa ingin untuk pergi ke tanah suci, karena merasa belum pantas masih banyak kekurangan dan takut ini itu karna di sana harus jaga banget sikap dan omongan, sedangkan gue di sini terlalu "banyak tingkah". Tapi gue tetep nurutin perkataan mama untuk mendoakan hal itu setiap selesai solat.

Kira-kira bulan November 2016 mulai keliatan hilal kalau kami akan berangkat, lagi lagi saat itu pun hati gue belum ada getaran apapun. Mama berulang kali nanya kapan gue libur kuliah dan saat itu emang lagi sibuk-sibuknya tugas dan ujian. Karena pesimis nggak bisa berangkat tahun 2016 akhirnya mama bilang "yaudah abis kamu wisuda aja yaa, pas udah selesai kuliahnya jadi gampang".

Tapi ini semua emang udah kehendak Allah swt. semuanya dipermudah, se-mua-nya. . . Waktu itu bulan Desember 2016, gue ngecek website kampus untuk nyari update jadwal akademik. Gue kabarin lah ke mama bulan Februari ada libur setelah uas, tapi belum tau liburnya berapa lama karena jadwalnya emang nggak lengkap sampe kapan semester selanjutnya dimulai. Dan gue memperkirakan libur setelah uas itu 2 minggu seperti biasanya. Setelah gue kabarin gitu mama langsung semangat ngurusin semuanya dan juga maksa gue buat jogging, latihan jalan biar di sana nggak kaget katanya.

Semuanya beres sampe akhirnya uas selesai, jadwal udah ter-update lagi dan.....boomb! Ternyata libur setelah uas cuma dapet seminggu, sedangkan jadwal umroh gue emang mepet tanggal-tanggal masuk. Antara panik dan santai sih karena gue yakin awal masuk paling baru basa-basi dosen, belum mulai belajar biasa, tapi agak panik masalah skripsi takutnya di awal perkuliahan ada info-info skripsi di kelas. Akhirnya kuliah gue ke sampingkan hehe dan bolos seminggu di awal perkuliahan dimulai.

Awal Februari gue mulai berasa euphoria-nya, sungguh itu perasaan yang luar biasa akhirnya gue rasain. Gue berdoa semakin tulus supaya dilancarkan umrohnya dan agar bisa benar-benar berangkat ke sana. Cause i know, everything can happen in a second if Allah want to. 

Tiga minggu sebelum berangkat kami menghadiri manasik umroh hari pertama, isinya teori-teori tentang do'a, apa aja yang harus dilakuin, dan apa-apa aja hal yang harus dihindari. Manasik kedua dilaksanain seminggu kemudian, kegiatannya latihan umroh dan gue nggak bisa dateng karena ada ujian utama, sedih banget.

Akhirnya Jum'at, 24 Februari 2017 sekali lagi  kekuasaan Allah ditunjukin ke Ana. Dari pagi udah mandi, lalu ngecek lagi barang-barang yang akan dibawa sambil nunggu papa solat jum'at dan nunggu kakak dateng buat nganterin ke bandara. Rencana berangkat itu jam 13 tapi udah sampe jam 13 lewat kakak gue belom dateng juga, sambil ngobrol-ngobrol gue tiba-tiba keinget dan langsung tanya ke papa
"kalo mau berangkat ke sana harus wudhu dulu ya pa?"
"enggak usah" jawab papa
"ooh kirain wudhu dulu"
"tapi tadi pagi udah mandi wajib kan?" tanya papa
"hah??!! Ohiya lupa, tadi sih keramas tapi ngga keingetan buat mandi wajib" kaget lah gue panik setengah mati. "terus gimana dong? udah rapih udah jam segini"
"yauda cepetan kamu mandi lagi, nggak usah pake shampo langsung aja" mama nimpalin

Buru-buru lah gue mandi wajib dengan jantung yang dag-dig-dug super panik. Setelah selesai langsung ngeringin rambut pake hair dryer dan beberapa menit setelah gue rapih lagi, datanglah kakak gue. Bersyukur banget alhamdulillah masih dikasih kesempatan oleh Allah swt., kalo bukan karena kehendak-Nya (naudzubillah) berarti gue berangkat ke tanah suci tanpa pahala umroh karena rukunnya udah salah dari awal.

Akhirnya kami berangkat sekitar jam 14-an, perjalanan macet banget. Disuruh kumpul jam 15 tapi kami nyampe bandara sekitar jam 16.30 telat banget hahaha untungnya di sana juga belum mulai pengarahan, baru makan-makan dan ngumpul aja di lounge.

Sekitar jam 17 kami mulai check in tiket dan segala prosedur kelanjutannya. Sambil nunggu take off, kami solat magrib dan isya dulu di bandara. Selesai solat, dikagetin ada kabar meninggal dari rombongan kami dan gue langsung merinding denger kabarnya tapi sekaligus merasa bersyukur lagi dan lagi karena gue udah one step closer buat berangkat.

Seriously, it's my first trip by airplane. Deg-degan doong gue takut kenapa-napa saat di atas awan, apalagi pas pesawatnya gerunjalan karena ngelewatin langit yang mendung, langsung berdoa yang banyak. Mana perjalanan 9 jam dan gue ngerasa satu hari itu bener-bener kayak lebih dari 24 jam. Gimana enggak, gue take off jam 21 kalo perjalanan 9 jam harusnya gue turun pesawat udah terang dong yaa pagi jam 06. Tapi karena Indonesia - Arab Saudi ada perbedaan waktu 4 jam yaudah jadi gue barasa hidup tapi waktunya nggak berjalan hahaha. Udah tidur berjam-jam masih aja jam segitu, masih aja di luar gelap dan landing itu jam 02.00 waktu Arab (jam 6 waktu Indonesia).

Alhamdulillah akhirnya terbebas dari sempitnya pesawat, gue berasa kaku banget nggak bisa gerak leluasa 9 jam di kursi pesawat.

to be continue...

(read the next part >> http://anamufidah22.blogspot.co.id/2017/04/my-first-spiritual-journey-part2.html )