Showing posts with label Akuntansi Internasional. Show all posts
Showing posts with label Akuntansi Internasional. Show all posts

Thursday, June 29, 2017

Review Jurnal No. 12 (Perpajakan Internasional dan Penetapan Harga Transfer)

Nama Jurnal
Akuntansi Keuangan dan Perpajakan

Volume / Halaman
/  23 halaman

Nama Penulis
Deddy Arief Setiawan

Judul Jurnal
PENENTUAN HARGA TRANSFER ATAS TRANSAKSI INTERNASIONAL DARI PERSPEKTIF PERPAJAKAN INDONESIA

Tahun Jurnal
Tahun 2013

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
1. Agar kita mengetahui bagaimana sistem perpajakan internasional.
2. Agar kita dapat mengetahui metode-metode dalam penentuan harga transfer.

Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
a. Metode Perbandingan Harga antara Pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa
(Comparable Uncontrolled Price/CUP);
b. Metode Harga Penjualan Kembali (Resale Price Method/RPM);
c. Metode Biaya-Plus (Cost Plus Method);
d. Metode Pembagian Laba (Profit Split Method/PSM); atau
e. Metode Laba Bersih Transaksional (Transactional Net Margin Method/TNMM).

Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
Sejumlah variabel separti pajak, tarif kompetisi laju infalsi, nilai mata uang, pembatasan atas transfer dana, resiko politik dan kepentingan sekutu usaha patungan sangat memperumit keputusan penentuan harga transfer.

Hasil Penelitian
1. Metode Perbandingan Harga antara pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa :
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Perbandingan Harga antara pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa (Comparable Uncontrolled Price/CUP) antara lain adalah:
a. barang atau jasa yang ditransaksikan memiliki karakteristik yang identik dalam kondisi
yang sebanding; atau
b. kondisi transaksi yang dilakukan antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan pihak-pihak yang tidak memiliki Hubungan Istimewa Identik atau memiliki tingkat kesebandingan yang tinggi atau dapat dilakukan penyesuaian yang akurat untuk menghilangkan pengaruh dari perbedaan kondisi yang timbul.

2. Metode Harga Penjualan Kembali (Resale Price Method / RPM) :
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Harga Penjualan Kembali (Resale Price Method/
RPM) antara lain adalah:
a. tingkat kesebandingan yang tinggi antara transaksi antara Wajib Pajak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan transaksi antara Wajib Pajak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa, khususnya tingkat kesebandingan berdasarkan hasil analisis fungsi, meskipun barang atau jasa yang diperjualbelikan berbeda; dan
b. pihak penjual kembali (reseller) tidak memberikan nilai tambah yang signifikan atas barang atau jasa yang diperjualbelikan.

3. Metode Biaya-Plus (Cost Plus Method);
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Biaya-Plus (Cost Plus Method) antara lain adalah:
a. barang setengah jadi dijual kepada pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa;
b. terdapat kontrak/perjanjian penggunaan fasilitas bersama (joint facility agreement) atau
kontrak jual-beli jangka panjang (long term buy and supply agreement) antara pihak- pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa; atau
c. bentuk transaksi adalah penyediaan jasa.

4. Metode Pembagian Laba (Profit Split Method/PSM); atau
Metode Pembagian Laba (Profit Split Method/PSM) secara khusus hanya dapat diterapkan dalam kondisi sebagai berikut:
a. transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa sangat terkait satu sama lain sehingga tidak dimungkinkan untuk dilakukan kajian secara terpisah; atau
b. terdapat barang tidak berwujud yang unik antara pihak-pihak yang bertransaksi yang menyebabkan kesulitan dalam menemukan data pembanding yang tepat.

5. Metode Laba Bersih Transaksional (Transactional Net Margin Method/TNMM) :
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Laba Bersih Transaksional (Transactional Net
Margin Method/TNMM) antara lain adalah:
a. salah satu pihak dalam transaksi Hubungan Istimewa melakukan kontribusi yang khusus;
atau
b. salah satu pihak dalam transaksi Hubungan Istimewa melakukan transaksi yang kompleks
dan memiliki transaksi yang berhubungan satu sama lain.

Kesimpulan Penelitian
Dalam menerapkan metode Penentuan Harga Transfer (transfer pricing) yang paling sesuai wajib diperhatikan hal-hal sebagai berikut: kelebihan dan kekurangan setiap metode; kesesuaian metode Penentuan Harga Transfer dengan sifat dasar transaksi antar pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa, yang ditentukan berdasarkan analisis fungsional; ketersediaan informasi yang handal (sehubungan dengan transaksi antar pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa) untuk menerapkan metode yang dipilih dan/atau metode lain; tingkat kesebandingan antara transaksi antar pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan transaksi antar pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa, termasuk kehandalan penyesuaian yang dilakukan untuk menghilangkan pengaruh yang material dari perbedaan yang ada.
Wajib Pajak wajib mendokumentasikan langkah-langkah, kajian, dan hasil kajian dalam melakukan Analisis Kesebandingan dan penentuan pembanding, penggunaan Data Pembanding Internal dan/atau Data Pembanding Eksternal serta menyimpan buku, dasar catatan, atau dokumen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Wajib Pajak wajib juga mendokumentasikan kajian yang dilakukan dan menyimpan buku, dasar catatan, atau dokumen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Review Jurnal No. 10 (Perencanaan dan Pengendalian Manajerial)

Nama Jurnal
E-Jurnal Akuntansi

Volume / Halaman
ISSN: 2302-8556 / Hal 50-63

Nama Penulis
1.     Made Astari Pradnya Dewi
2.     Ni Luh Supadmi

Judul Jurnal
PENGARUH KETEPATAN ANGGARAN DAN PENGENDALIAN MANAJERIAL SEKTOR PUBLIK PADA AKUNTABILITAS KINERJA SKPD

Tahun Jurnal
2015

Tujuan Penelitian
Pengujian penelitian untuk mengetahui pengaruh ketepatan anggaran serta pengendalian manajerial sektor publik pada akuntabilitas kinerja

Metode Penelitian
Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yang diambil merupakan keseluruhan SKPD yang berjumlah 33 SKPD dengan metode total sampel.
Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah regresi berganda

Variabel Penelitian
Ketepatan anggaran, pengendalian manajerial, dan akuntabilitas kinerja

Hasil Penelitian
Ketepatan anggaran dan pengendalian manajerial sektor publik menunjukkan hasil berpengaruh positif signifikan pada akuntabilitas kinerja. Hal ini membuktikan bahwa semakin baik ketepatan anggaran dan pengendalian manajerial sektor publik, maka semakin baik akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.

Kesimpulan
Ketepatan anggaran berpengaruh positif signifikan pada akuntabilitas kinerja SKPD. Peningkatan ketepatan anggaran dalam perencanaan, evaluasi dan tindakan terhadap setiap kegiatan dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja SKPD Kota Denpasar. Pengendalian manajerial sektor publik berpengaruh dan positif signifikan pada akuntabilitas kinerja SKPD. Peningkatan pencapaian kendali manajerial pada setiap bagian yang terdapat di setiap dinas dan badan dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja SKPD Kota Denpasar.

Review Jurnal No. 9 (Analisis Laporan Keuangan Internasional)

Nama Jurnal
Jurnal PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Sipil)

Volume / Halaman
Vol 4 / Hal 154-159
ISSN : 1858-2559

Nama Penulis
- Shelly Huzaynah
- Windy Atmawardani Rachman
- Yogi Afriyanto
- Teddy Oswari

Judul Jurnal
Dampak Adopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional Terhadap Kinerja Bank di Indonesia

Tanggal / Tahun Jurnal
Oktober 2011

Tujuan Penelitian
Bertujuan untuk menganalisis dampak adopsi standar pelaporan keuangan internasional terhadap kinerja bank di Indonesia.

Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan model statistik T-test Sampel Independen

Variabel Penelitian
Vatiabel yang digunakan adalah rasio keuangan dengan indikator Rasio Kecukupan Modal (CAR), Imbalan  Hasil Rata-rata Aktiva (ROA)  dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL)

Hasil Penelitian
Hasil analisis menemukan bahwa pada CAR , ROA, dan NPL menghasilkan sama-sama dengan tabel F terdapat perbedaan , dengan tabel T menghasilkan kinerja yang lebih rendah  yang menunjukkan bahwa bank yang telah mengadopsi standar pelaporan keuangan internasional dapat menghasilkan laporan keuangan yang baik dan berkualitas serta diakui secara internasional.

Kesimpulan
Kinerja bank yang telah mengadopsi Standar Pelaporan keuangan internasional lebih baik dengan bank yang belum mengadopsi , hal ini dikarenakan adanya standar global tersebut memungkinkan keterbandigan dan pertukaran informasi secara universal serta laporan keuangan dapat diakui secara internasional yang dapat meningkatkan daya informasi dari laporan keuangan perbankan yang ada di indonesia. adopsi standar internasional juga sangat penting dalam rangka stabilitas perekonomian.

Review Jurnal No. 6 (Translasi Mata Uang Asing)


Nama Jurnal
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)

Volume / Halaman

Vol. 17
Nama Penulis

Dio Putra Perdana, Fransisca Yaningwati, dan Muhammad Saifi
Judul Jurnal
PENGARUH PELEMAHAN NILAI TUKAR MATA UANG LOKAL (IDR) TERHADAP NILAI EKSPOR (Studi Pada Ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia Tahun 2009-2013)

Tanggal Jurnal
Desember 2014

Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pelemahan mata uang lokal (depresiasi) terhadap nilai ekspor, yang dalam penelitian ini menggunakan ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia tahun 2009-2013

Metode Penelitian
Regresi Linear

Variabel Penelitian
Depresiasi dan Nilai Ekspor

Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan Depresiasi berpengaruh signifikan terhadap nilai ekspor dengan nilai statistik uji |thitung| lebih besar dari ttabel (4,963> 2,032)

Kesimpulan Penelitian
Variabel depresiasi (X) berpengaruh siginifikan terhadap variabel nilai ekspor (Y), Hal ini dapat diartikan bahwa terjadinya pelemahan nilai tukar mata uang mata uang lokal secara signifikan mempengaruhi terjadinya kenaikan nilai ekspor

Monday, May 29, 2017

Review Jurnal No.4 (Akuntansi Komparatif Amerika dan Asia)


Nama Jurnal
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana

Volume / Halaman
Vol 6 / 274-286

Nama Penulis
Ni Kadek Intan Nuariyanti dan Ni Made Adi Erawati

Judul Jurnal
Analisis Komparatif Kinerja Perusahaan Sebelum dan Sesudah Konversi ke IFRS

Tanggal Jurnal
2014

Tujuan Penelitian
Untuk menganalisis perbedaan kinerja perusahaan sebelum dan sesudah konversi ke IFRS. 

Metode Penelitian  
Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang berupa laporan keuangan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, dengan pengumpulan data sekunder melalui situs resmi Bursa efek Indonesia yaitu www.idx.co.id atau metode observasi nonpartisipan. Populasi dalam penelitian ini sektor perbankan yang go public. Sementara sampel dalam penelitian ini adalah PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh yaitu teknik sampling bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.  Untuk mengetahui persentase bobot nilai rasio-rasio keuangan dapat menggunakan acuan sesuai dengan standar ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia namun, dengan
memilih beberapa rasio yang dipengaruhi oleh penerapan IFRS antara lain sebagai berikut:
       ·         Rasio likuiditas
       ·         Rasio rentabilitas
      ·         Rasio solvabilitas

Variabel Penelitian
Kinerja perusahaan sebagai  variabel terikat (Y) dan konversi ke IFRS sebagai variabel bebas (X)

Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil perhitungan dan hasil komparasi rasio keuangan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk antara periode sebelum konversi IFRS (2002-2006) dengan periode setelah konversi IFRS (2008-2012) memiliki perbandingan dinilai dengan perhitungan rasio-rasio keuangan. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal pokok yang diatur atau disebabkan oleh penerapan konversi IFRS yaitu:
·         Penilaian dan pengukuran assets.
·         Pengakuan biaya research and development.

Kesimpulan Penelitian
Berdasarkan hasil perhitungan maupun hasil komparasi rasio keuangan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk sebelum konversi IFRS dengan periode setelah konversi IFRS diperoleh simpulan sebagai berikut: Terdapat perbedaan kinerja bank Mandiri yang dinilai dari Loan to Assets ratio, Return on Assets serta Debt to Equity Ratio antara periode sebelum konversi IFRS dengan periode setelah konversi IFRS. Perbedaan kinerja antara periode sebelum konversi IFRS dengan periode setelah konversi IFRS disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: penerapan prinsip penilaian assets yang menggunakan basis fair value atau nilai wajar untuk periode setelah konversi IFRS, metode pengakuan biaya research an development yang tidak lagi dikapitalisasi.


Review Jurnal No. 3 (Akuntansi Komparatif Eropa)



Nama Jurnal
Jurnal Manajemen & Kewirausahaan

Volume / Halaman
Vol. 5, No. 1, Maret  2003: 1 – 16

Nama Penulis
Devie

Judul Jurnal
Mengkaji Peluang Pasar Internasional Melalui Kinerja Ekonomi Negara-negara Uni Eropa

Tanggal Jurnal
Maret  2003

Tujuan Penelitian
Untuk melihat peluang memasuki pasar Uni Eropa dengan melihat kinerja keuangan negara- negara yang tergabung dalam EU yang diukur dari indikator ekonomi negara-negara tersebut.

Hasil Penelitian
Berdasarkan eksplorasi data indikator ekonomi EU sampai dengan tahun 2001 terungkap bahwa negara EU merupakan tujuan pasar dengan peluang yang cukup besar bagi negara di luar anggota termasuk Indonesia yang memiliki hubungan ekonomi dengan EU. Peluang ini berdasarkarkan indikator ekonomi GDP terbesar kedua setelah Amerika Serikat, dan 70,74% dikontribusi oleh perdagangan internasional melalui kegiatan ekspor-impor, selain itu indikator pertumbuhan ekonomi 1,5% lebih tinggi dari negara Amerika Serikat, diikuti dengan angka GDP perkapita yang tinggi, populasi penduduk menduduki ukuran terbesar ketiga setelah China dan India, dan bagi Indonesia terlihat nilai tukar euro terhadap rupiah yang cukup stabil. Negara EU yang mempunyai peluang pasar lebih besar untuk dimasuki adalah Irlandia, Luxemborg, dan Finlandia. Peluang pasar ini akan meningkat lagi di masa yang akan datang jika 10 kandidat anggota EU dengan kinerja ekonomi yang baik kecuali Turkey menjadi anggota tetap.

Kesimpulan Penelitian
Dengan melihat indikator ekonomi maka dapat dibuat garis besar bahwa :
  • Besarnya proporsi perdagangan Internasional terhadap angka GDP menunjukkan negara Uni Eropa makin membuka diri dan menggantung aktivitas ekonomi negara tersebut dengan negara lain.
  • Secara keseluruhan ekonomi dunia mengalami penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi, khusunya Amerika Serikat. Tetapi Negara yang tergabung dalam Uni Eropa (EU) menunjukkan penurunan yang lebih kecil.
  • Peluang untuk memasuki pasar Eropa dapat dilakukan baik dengan ekspor maupun investasi langsung. Perdagangan Indonesia dengan  negara Uni Eropa mengalami surplus neraca perdagangan, bahkan menduduki peringkat pertama dalam total ekspor Indonesia. Walaupun tanpa mengetahui negara mana saja yang melakukan investasi langsung ke negara Uni Eropa, data menunjukkan peningkatan investasi langsung di negara Uni Eropa yang berarti semakin banyak negara di luar Eropa yang melihat sisi positif  pasar di EU. Hal ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk melakukan investasi langsung.
  • Dibanding dolar, mata uang pondsterling dan Euro cenderung memiliki volatilitas yang lebih rendah, hal ini berdampak pada lebih kecilnya resiko bertransaksi dengan Euro dan pondsterling.
  • Tingkat GDP per kapita yang lebih tinggi dari Indonesia dan cenderung meningkat walaupun secara total GDP mengalami penurunan. Hal ini merupakan peluang, karena terjadi peningkatan daya beli masyarakat di negara EU.
  • Populasi di negara Uni Eropa menduduki posisi ketiga terbesar di dunia disertai dengan tingginya tingkat GDP perkapita, merupakan pasar yang sangat besar bagi perusahaan-perusahaan di luar EU termasuk Indonesia
  • Pasar Eropa akan semakin menarik pada tahun 2004 dengan masuk 13 negara kandidat yang secara pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibanding negara Uni Eropa, sehingga merupakan peluang pasar bagi negara lain termasuk  Indonesia.