Tujuan hidup saya adalah dapat membuat keluarga bangga atas
apa yang dapat saya capai, ingin sekali membahagiakan kedua orang tua, dapat
menjadi seorang perempuan yang menjadi
inspirasi bagi orang lain, bisa menyelesaikan studi dengan baik dan pada waktu
yang tepat, dan setelah semua itu tercapai saya ingin menjadi seorang yang
dapat meraih kesuksesan di dunia maupun di akhirat.
Mengenai
cita-cita, banyak sekali yang saya cita-citakan semenjak duduk di bangku sekolah
dasar, tetapi cita-cita itu terus berganti seiring berjalannya waktu seperti
awalnya saya ingin menjadi seorang dokter, lalu berubah ingin menjadi pengusaha
yang mempunyai mall besar, ingin mendirikan sebuah masjid yang bernuansa biru,
ingin memiliki butik, pernah pula saya bercita-cita menjadi seorang psikolog
yang terkenal dan muncul di layar televisi, bercita-cita ingin menjadi
sutradara hebat, kemudian saat sekolah semester akhir bercita-cita ingin kuliah
jurusan sosiologi dan menjadi seorang sosiolog yang berkecimpung di dalam dunia
politik. Namun, sepertinya takdir tidak mengarahkan pada salah satupun
cita-cita yang pernah saya impikan. Karena pada saat ini saya sedang menjalani kuliah
di jurusan akuntansi, maka cita-citapun berubah lagi ingin menjadi akuntan yang
dapat bekerja di perusahaan besar, mendapatkan gaji tinggi, menabung sampai
bisa mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, dan setelah itu menjadi pengusaha
sebagai pekerjaan sampingan. Memulai kuliah di Universitas Gunadarma dengan
jurusan Akuntansi ini saya harap dapat mengantarkan pada cita-cita akhir,
karena jurusan akuntansi ini menurut saya memang sudah tepat untuk menjadikan
saya seorang akuntan.
Untuk
menggapai cita-cita tentunya saya memiliki faktor pendorong dan penghambat. Faktor
pendorong yang saya dapatkan adalah motivasi dari keluarga, do’a yang terus
dipanjatkan oleh orang tua, semangat yang diberikan oleh para kerabat, nilai
semester awal yang lumayan memuaskan, dan berontakan motivasi dari dalam diri
sendiri. Sedangkan faktor penghambat cita-cita saya adalah ketika rasa malas
mulai menggelendoti saat ingin menyelesaikan tugas dengan segera, kurangnya
rasa percaya diri untuk bertanya dan/ atau menjawab pertanyaan saat di kelas, terlalu
santai dalam hampir segala hal, dan sepertinya saya agak takut menjadi orang
dewasa yang selalu sibuk dengan pekerjaan kantor yang selalu bertambah di meja
kerja.
Nama
saya Ana Mufidah memiliki banyak kekurangan, tetapi juga mempunyai kelebihan
yang ada di dalam diri. Kekurangan saya yaitu terlalu manja sehingga
terlalu mengandalkan orang lain, sulit melakukan sesuatu sendiri, tidak bisa
jauh dari mama, kalau mencari sesuatu selalu mulut dulu yang berkata sebelum
mata mencari, agak cuek dengan lingkungan, tetapi di sisi lain saya terlalu
memikirkan opini dari orang lain. Egois, ingin selalu enaknya sendiri, malas
mencatat dan selalu menganggap dapat mengingat segala yang diajarkan tanpa
perlu mencatat. Cepat bosan dengan suatu hal, dan dulu saya orang yang sangat
cengeng, tapi sekarang sudah mulai mengurangi sifat itu. Kalau kelebihan, mudah
bersosialisasi, tidak cepat menyerah, apabila ingin sesuatu saya harus mencari
segala cara untuk mewujudkannya kelebihan tersebut sangat membantu saya saat
mengerjakan tugas yang sulit untuk dijawab, menyukai pelajaran matematika
kecuali logaritma juga saya anggap
menjadi kelebihan karena banyak sekali orang yang tidak menyukai pelajaran
matematika. Semoga saya bisa lebih mengembangkan diri supaya dapat mudah
menggapai cita-cita dan tujuan hidup saya.