Friday, October 2, 2020

Twenty Five


Hello again, dear.


Ternyata sampai juga aku di tahap hidup sekarang ini. Bulan ini, beberapa hari lagi, umur aku 25 tahun. Belum tau sih akan sampai atau enggak. Semoga aku bisa sampai ke sana dan bahkan melewati tahun-tahun berikutnya. 


By the way, aku senang banget, ketakutan ku sudah beranjak sirna, terima kasih kamu tidak menghantuiku lagi. Takut akan hal apa sih? Jawabannya adalah pernikahan. 


Aku mau cerita sedikit, dulu waktu aku lulus kuliah umur 22thn, beberapa teman ku udh ada yang menikah. Lalu dengan pikiran yang sangat impulsive, aku menargetkan diri untuk menikah di umur 24thn atau 25thn. 

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun sampai tiba aku di pertengahan umur 23thn. 

Iya, beberapa orang silih berganti menjadi “wadah curhatku” dan aku masih sangat semangat untuk menikah di umur 24thn.


Sangat tidak menyangka, waktu itu ada lelaki yang menyatakan ingin melamar, lalu tiba-tiba pikiranku kacau, terpikirkan bayang-bayang buruk menikah muda, sampai aku memutuskan bahwa aku tidak siap menikah di umur 24thn atau bahkan 25thn, aku merasa masih kekanakan. 

Singkat cerita, syukurlah ternyata dia bukan jodohku, pikiranku sedikit lega melepaskan bayang-bayang pernikahan. 


Lho ternyata itu malah awal mula dari terbukanya jalan jodohku, mungkin? Karena setelahnya, ada lagi orang lain, tapi tidak perlu aku ceritakan. Langsung saja ke kisah bahagianya ya? Ok. 


Beberapa bulan kemudian, tidak sampai setahun. Sebentar, aku akan ceritakan, tapi maaf tidak akan detail. 


Sebulan sebelum ulang tahun ku yang ke 24thn, ada lelaki yang ternyata bersusah payah mencari instagram ku, ingin mengenal lebih dalam via social media

Anehnya, aku mengizinkan orang asing ini mengenal dunia ku. Sebagai sedikit informasi, beberapa tahun ke belakang aku sangat membatasi pertemanan di instagram. 

Mungkin ini yang namanya jalan jodoh? Dilancarkan begitu saja. Ah tunggu dulu. 


Aku lanjut ya. Lelaki ini, tidak berani menyapa ku sama sekali sampai berbulan. Sampai-sampai malah aku duluan yg menyapanya dengan komen story-nya, tidak ada maksud apa-apa, hanya mempertanyakan rasa penasaran ku atas apa yang dia posting. 

Setelah itu, baru dia mulai berani membuka topik. Mohon maaf, aku belum merasa tertarik atau rasa apapun, bahkan aku tidak mengenalnya, hanya sekedar tau wajah karena beberapa kali bertemu. 

Singkat cerita, dia ingin mengenalku lebih jauh bahkan ingin menjadi teman hidupku. Terkejut? Lumayan hehe. 

Aku diminta untuk memikirkan, apakah bersedia atau tidak. Aku belum mengenalnya, seiring waktu berjalan, kami mencoba untuk mengenal sambil aku berpikir. 


Segala kekurangan dan kelebihannya, di awal ternyata lumayan sulit untuk meyakinkan diri ku apalagi keluarga besar ku. Ada pro dan kontra, pendapat dari beberapa kakak ku, hal yang biasa sebenarnya.

Beberapa bulan aku membuatnya menunggu jawaban, maafkan aku ya Mas. 

Keputusannya, aku mengizinkan ia untuk menemani masa muda ku, hingga menua dan mati, insyaAllah. 

Setelah aku memberikan jawaban, aku pikir rencana selanjutnya akan mulus. Ternyata kami, kita semua, seluruh dunia, harus ikhlas menerima pandemi covid ini. 

Hikmahnya, kami bisa mengenal lagi lebih dalam sebelum terburu-buru lanjut ke tahap berikutnya. Alhamdulillah.


Seiring berjalannya waktu, bulan demi bulan, sudah hampir setahun kami mengenal, loh kok ternyata kami satu frekuensi. Bahagia? Pada tahap ini, iya, aku bahagia. 

Tapi belum, perjalanan kami belum sesempurna itu, ada beberapa yang masih kami harapkan dapat segera terwujud, tidak perlu aku sebut, tapi aku minta doanya ya? Semoga diijabah oleh Allah, aamiin. Terima kasih. 


By the way, waktu di awal mengenalnya, aku masih agak takut dengan bayang-bayang pernikahan. Ini jujur. Apa lagi sih yang ditakutkan? Masih hal yang sama. Am I capable to this step of life? In this age?

Alhamdulillah, semakin dekat dengan hari kami, aku semakin yakin dan rasa takut ku telah pergi. Yang ku rasa saat ini “yes, i am capable to this marriage things” apabila ternyata belum, maka aku akan berusaha untuk bisa menjalani hari-hari pernikahan dengan baik. Karena yang aku sadari yaitu, aku nggak sendirian, ada dia yang menemani dan akan membimbing. 


Sampai sini aja ya ceritanya. 

By the way, bulan ini kami lamaran, aku sangat excited menunggu hari itu tiba. Masih ada rasa nggak nyangka, target aku bisa tercapai. 

Semoga acara kami lancar dan kehidupan pernikahan kami selalu berada di jalan yang diridhoi oleh Allah. Aamiin aamiin yarabbal alaamiin.


Terima kasih sudah bersedia membaca ceritaku. 

Saturday, November 11, 2017

Skripsweet Terdrama

Hellow! Long time no posting..


Kali ini ku mau cerita tentang dramanya skripsi ku yang super duper drama! Mau cerita dulu awal mulanya pemilihan tema skripsi ku yaitu muncul ide waktu matkul Akuntansi Sektor Publik di sem.7 pas bahas tentang Anggaran Daerah, sebenernya nggak terlalu merhatiin mata kuliahnya karena presentasi kelompok gitu, ku kurang tertarik. Tapi tiba-tiba waktu kelompoknya Ica presentasi, langsung kepikiran "ah nanti skripsi bikin tentang ini aja deh, kayaknya gampang dan seru". Skip~

Masuk semester 8 dan tetap tidak goyah dengan ide skripsi awal ku. Eh ternyata waktu desiminasi skripsi, dosen yang jadi pemateri bilang gini kira-kira "Saya sarankan kalian membuat skripsi dengan tema sektor publik, karena di gunadarma masih sangat jarang dan saya jamin tema Anda akan langsung diterima oleh dosen pembimbing". Lah pas banget dengan keinginan ku, jadilah semakin semangat dengan tema itu. Beberapa hari kemudian aku agak mendoktrin teman-temanku untuk mengambil tema yang sama biar bisa saling membantu, teman-temanku masih banyak yang galau, tapi akhirnya mereka mau memilih tema yang sama. Salah satu teman ku bilang "Na jangan kasih tau orang-orang kalo tema ini gampang, ntar pada ngikutin jadi banyak yang milih ntar malah ngga boleh sama dospem" hmm iya juga yaa HAHA aku nggak kepikiran sampe situ, kalo ada yang tanya ya aku jawab aja sesuai apa yang aku kerjain, ngga mikir ntar ke depannya akan gimana :)))

Mulai bimbingan skripsi, btw aku dan teman-temanku semua dapat dosen pembimbing yang berbeda. Pertemuan pertama sampai ketiga aku dibikin stuck di bab 1 dan 2 oleh dospem padahal beliau setuju aku ambil tema itu, mulai curiga dong kenapa nih kok aku disalah-salahin terus, sampai akhirnya dosen ku bilang "Ana kenapa kamu cuma ambil sampai tahun 2014? Sekarang kan sudah 2017 ya minimal penelitian kamu sampai 2015, tapi kalo bisa ya sampai 2016" trus aku jawab "di website cuma ada sampai 2014 bu" eh ibunya bilang gini "Nah ini yang saya khawatirkan......" dan segala perdebatan panjang lebar sampe rasanya aku mau nangis di tempat :((((

Pertemuan selanjutnya diisi dengan konsultasi mengenai tahun dan lalu merembet ke objek penelitian. Objek penelitian ku disuruh ganti karena ternyata banyak yang ngambil objek yang sama. Entah pertemuan berapa itu adalah bagian 'hampir klimaks' yang dospem ku menyarankan "kalau kamu nggak dapet di website, bagaimana kalau kamu langsung ke kantornya aja. Gimana? Bisa kan? Kantor pemerintahan pasti ngasih lah kalau buat penelitian gini. Kamu coba ya!" Aku langsung pening, karna aku mikirnya bakalan ribet ngurusin surat dan mondar-mandir ke kantor......dan sendirian. Eh tapi ternyata aku punya teman!! HAHAHA. Jadi setiap aku bimbingan selalu aku curhatin ke teman-teman ku di grup, trus aku ajak aja mereka buat ke kantor DJPK dan ternyata mereka mau dan sangat bersemangat. Alhamdulillah.

Setelah ngurusin surat sekitar 2 mingguan akhirnya kami (aku se-geng berempat + 2 teman lainnya) berangkat ke kantor tgl 23 Mei naik motor >> commuter >> grab wkwkkw perjalanan panjang! Emang dasarnya anak norak (wkwkwk) pas nyampe kantor kesenengan banget karna tempatnya bagus, iyalah kementerian! Udah nyampe trus kami bingung gitu, trus main suruh-suruhan siapa yang berani ngomong ke resepsionis ahahahha akhirnya aku yang ngomong, lalu kami diarahin ke lantai 3. Agak bermasalah dengan surat keterangan dari kampus karna surat kami nggak memuat info yang lengkap, tapi kata pegawainya yaudah gapapa nanti diproses dulu dan kami dibolehin langsung pulang. Tapi karena perjalanan jauh dan kami udah sampai di kementerian, rasanya sayang banget kalo harus langsung pulang. Pas jalan mau ke lift, eh kami liat ada tulisan perpustakaan yaudadeh ke perpus dulu.

Di perpus agak lama setelah kami baca-baca, datanglah pak Arman ngajak berbincang, seriously beliau orangnya bijaksana, baik, ramah, supel, duh apalagi yaa pokoknya beliau baik banget!!!! Dan ternyata beliau bos di subdit apaya aku gatau, pokoknya di lantai 3 deh. Trus beliau nyuruh bawahannya untuk ngambil surat kami, suruh dilengkapin saat itu juga, dipinjemin komputer + disuruh ngeprint di situ juga padahal awalnya beliau nyuruh nyari rental di luar kantor wkwkkw tapi karna emang anak bekasi seringnya ngeluh mulu, mungkin bapaknya kasian jadinya dibolehin buat ngerjain kelengkapannya di kantor + dibantuin sama mas Hendro yang baik banget juga. Udah beres semua, akhirnya sore kami baru pulang dan kelaperan dari siang nggak makan wkwk.

Seminggu kemudian tanggal 30 Mei kami (berenam + nambah 4 orang lagi) balik ke DJPK buat ngurusin data, btw selama proses pengumpulan data aku nggak bimbingan dulu, padahal harusnya rutin bimbingan setiap hari jumat. Sampe kantor awalnya kami disuruh bertemu pak Agus, tapi karna beliau sedang sibuk akhirnya ketemu pak Waliaji terlebuh dahulu, kami berbincang di ruang tamu yang isinya rang-orang penting semua, trus kami langsung berasa penting juga wkwk. Kami berbincang agak lama dengan beliau, kesan pertamanya beliau orang yang tegas, bijak, baik, adem, suaranya mengayomi wkwk. Selesai berbincang dengan pak Waliaji, jam udah mepet istirahat, tapi Annida dikabarin katanya boleh kalau mau ketemu pak Agus sekarang juga. Menuju ke sana pas banget azan zuhur berkumandang, pak Agus ngebolehin tapi pegawai lainnya bilang "nanti aja ya, mau istirahat solat dulu".

Yaudah akhirnya kami juga turun menuju masjid, eh masjidnya penuh banget. Oiya saat itu pas lagi awal-awal bulan puasa. Kami (para perempuan) memutuskan untuk istirahat dulu di taman sambil ngobrol, saat masjid udah keliatan agak sepi baru kami menuju masjid untuk solat. Emang dasar matanya jelalatan wkwk menuju tempat wudhu masih lumayan banyak pegawai yang baru keluar masjid trus aku bilang ke Annida "Nid cari jodoh di sini yuk" wkwkwk trus kata Annida "oiyaya bener juga lo Na, kepikiran aja lagi wkkw". Udah selesai solat trus Annida bikin janji lagi sama pak Agus, trus kami naik ke lantai 8 ketemu pak Agus eh ternyata pak Agus cuma nganterin hehe :(( aselinya kami ketemu pak kasi pelaporan (kepala seksi pelaporan aku ngga tau namanya siapa), sampe meja pak kasi kami ditanya-tanya trus beliau manggil pegawai lainnya "Koh sini Koh tolong bantuin mba-mba ini minta data" selanjutnya kami dibantuin sama mas Kukoh (honestly aku kira namanya mas Koko trus Annida ngira namanya mas Kuku dan kami malah berdebat soal nama wkwk), kesan pertamanya itu mas Kukoh orangnya kaku, jutek, tegas, baik, eh kok ada lawaknya juga ternyata ehehhehe (*maaf ya mas itu kesan pertama yang aku rasain). Oh iya someday i will tell you about mas Kukoh in other way WKWK.

Setelah dari mas Kukoh, kami dioper lagi ke pak Dadang (actually kami disuruh manggil beliau mang Dadang oleh pegawai lainnya wkwk). Beliau orangnya sabar, baik banget, ramah, bersedia untuk direpotkan ahahha. Secara keseluruhan menurut aku orang-orang yang aku temuin di kantor semuanya orang yang super baik banget!!!! Huhu jadi kangen mau ke kantor DJPK lagi, mau kerja di sana :( Skip. Akhirnya selesai sudah perjalanan kami dengan membawa pulang data yang lengkap, terimakasih bapak-bapak dan mas-mas yang telah membantu kami ❤

Udah senang gembira dong aku dapet data penelitian sampai tahun 2015, ehhh ternyata masih ada 'ujian' dari dospem ku bilang "Ana kamu dapat perhitungannya juga nggak? Kalau cuma angka ini yang kamu tunjukin nanti kalau ditanya gimana? Kamu bisa jelasin?" Aku jelasin ini dari sini itu dari situ, eh dibilang itu kan hanya berdasar teori tapi angka real nya nggak ada penjelasannya. Trus aku disuruh ganti objek lagi donggggg klimaks banget nih di sini :((( Disuruh ganti objek pakai satu kota aja (tadinya aku pakai satu provinsi), disuruh datengin langsung ke pemda, heyheloooo perjuangan ku 2 minggu kemarin tersia-siakan bgitu saja????? Di akhir pertemuan bimbingan dospem ku bilang "gimana? Bisa kan Ana? Kalau kamu gak yakin bisa dapetin, lebih baik kamu segera berpikir untuk mencari tema baru, jangan mandek berfokus pada satu saja. Kamu nggak mau kan nanti kalau lewat dari tanggal ketentuan trus kamu pindah jadi kompre? Semangat ya Ana kamu pasti bisa, ingat jangan stuck aja" SHOCK lah aku dibilang suruh ganti tema aja :""""(

Prinsip aku, kalo aku mau sesuatu aku harus dapetin apa yang aku mau, setidaknya aku bakalan berusaha buat dapetin hal itu dulu, kalo akhirnya ga bisa aku dapetin ya udah yang penting aku udah usaha. Psst dicampur males juga sih WKWK yagile aje orang-orang udah banyak yang acc + jadwal daftar sidang juga udah mau deket masa iya aku ngulang dari awal, BIG NO! Akhirnya aku usaha buat dapetin data di pemda sambil aku lanjutin cari cara untuk bikin data provinsi ku lengkap. Di pemda aku dioper-oper terus, mana sempet salah datengin kantor juga. Singkat cerita, pas aku udah sampe bagian untuk dapetin data nya aku masih disuruh nunggu dan disuruh dateng lagi 3 hari kemudian. Capek lah aku bolak balik nggak ada hasil, hampir sebulan aku proses di sana ga kelar-kelar juga, aku putusin untuk nggak balik lagi ke pemda dan aku akhirin perjalanan tanpa hasil. Akhirnya aku begadang tiap hari buat lengkapin data-data provinsi ku dan ALHAMDULILLAH nya selesai (oiya aku selalu dibantuin sama mas Kukoh dan teman-teman ku, nggak ngerti lagi mereka sangat amat berarti bagi aku dan mereka sangat baik) jadi bisa aku ajuin ke dospem ku, beliau setuju untuk aku lanjutin skripsi menggunakan data provinsi dan beliau menyuruh ku untuk menambahkan beberapa hal lagi.

Beberapa pertemuan setelahnya akhirnya aku dapetin tanda tangan ACC, bersyukur banget rasanya kayak mimpi wkwkwk iya lebay tapi beneran aku rasanya kayak nggak percaya kalo akhirnya aku benar-benar bisa nyelesaiin skripsi yang aku mau dengan perjalanan yang sangat amat banyak batu kerikilnya.

29 Agustus 2017 aku sidang dan alhamdulillah aku bisa dengan lancar mempresentasikan skripsi ku walaupun banyak groginya dan ada sedikit-sedikit kesalahan.


Udah deh begitu cerita skripsi ku, maaf yaa kepanjangan banget. Dan sekarang aku kangen banget rasanya ngerjain skripsi, nangis-nangis nya aku, begadang nya aku sampe kantong mata bener-bener item trus tiap bimbingan udah kaya zombie. Haaaa kangen banget!!!

Btw, dosen pembimbing ku aslinya baik dan perhatian banget, but beliau orangnya memang kritis tapi aku sadar itu semua demi kebaikan aku, anak bimbingannya. Terimakasih bu, sudah membimbing aku selama skripsi dengan selalu percaya kalau aku mau berusaha dan percaya aku bisa menyelesaikan apa yang udah aku mulai ❤




Thursday, June 29, 2017

Review Jurnal No. 12 (Perpajakan Internasional dan Penetapan Harga Transfer)

Nama Jurnal
Akuntansi Keuangan dan Perpajakan

Volume / Halaman
/  23 halaman

Nama Penulis
Deddy Arief Setiawan

Judul Jurnal
PENENTUAN HARGA TRANSFER ATAS TRANSAKSI INTERNASIONAL DARI PERSPEKTIF PERPAJAKAN INDONESIA

Tahun Jurnal
Tahun 2013

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
1. Agar kita mengetahui bagaimana sistem perpajakan internasional.
2. Agar kita dapat mengetahui metode-metode dalam penentuan harga transfer.

Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
a. Metode Perbandingan Harga antara Pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa
(Comparable Uncontrolled Price/CUP);
b. Metode Harga Penjualan Kembali (Resale Price Method/RPM);
c. Metode Biaya-Plus (Cost Plus Method);
d. Metode Pembagian Laba (Profit Split Method/PSM); atau
e. Metode Laba Bersih Transaksional (Transactional Net Margin Method/TNMM).

Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
Sejumlah variabel separti pajak, tarif kompetisi laju infalsi, nilai mata uang, pembatasan atas transfer dana, resiko politik dan kepentingan sekutu usaha patungan sangat memperumit keputusan penentuan harga transfer.

Hasil Penelitian
1. Metode Perbandingan Harga antara pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa :
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Perbandingan Harga antara pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa (Comparable Uncontrolled Price/CUP) antara lain adalah:
a. barang atau jasa yang ditransaksikan memiliki karakteristik yang identik dalam kondisi
yang sebanding; atau
b. kondisi transaksi yang dilakukan antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan pihak-pihak yang tidak memiliki Hubungan Istimewa Identik atau memiliki tingkat kesebandingan yang tinggi atau dapat dilakukan penyesuaian yang akurat untuk menghilangkan pengaruh dari perbedaan kondisi yang timbul.

2. Metode Harga Penjualan Kembali (Resale Price Method / RPM) :
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Harga Penjualan Kembali (Resale Price Method/
RPM) antara lain adalah:
a. tingkat kesebandingan yang tinggi antara transaksi antara Wajib Pajak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan transaksi antara Wajib Pajak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa, khususnya tingkat kesebandingan berdasarkan hasil analisis fungsi, meskipun barang atau jasa yang diperjualbelikan berbeda; dan
b. pihak penjual kembali (reseller) tidak memberikan nilai tambah yang signifikan atas barang atau jasa yang diperjualbelikan.

3. Metode Biaya-Plus (Cost Plus Method);
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Biaya-Plus (Cost Plus Method) antara lain adalah:
a. barang setengah jadi dijual kepada pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa;
b. terdapat kontrak/perjanjian penggunaan fasilitas bersama (joint facility agreement) atau
kontrak jual-beli jangka panjang (long term buy and supply agreement) antara pihak- pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa; atau
c. bentuk transaksi adalah penyediaan jasa.

4. Metode Pembagian Laba (Profit Split Method/PSM); atau
Metode Pembagian Laba (Profit Split Method/PSM) secara khusus hanya dapat diterapkan dalam kondisi sebagai berikut:
a. transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa sangat terkait satu sama lain sehingga tidak dimungkinkan untuk dilakukan kajian secara terpisah; atau
b. terdapat barang tidak berwujud yang unik antara pihak-pihak yang bertransaksi yang menyebabkan kesulitan dalam menemukan data pembanding yang tepat.

5. Metode Laba Bersih Transaksional (Transactional Net Margin Method/TNMM) :
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Laba Bersih Transaksional (Transactional Net
Margin Method/TNMM) antara lain adalah:
a. salah satu pihak dalam transaksi Hubungan Istimewa melakukan kontribusi yang khusus;
atau
b. salah satu pihak dalam transaksi Hubungan Istimewa melakukan transaksi yang kompleks
dan memiliki transaksi yang berhubungan satu sama lain.

Kesimpulan Penelitian
Dalam menerapkan metode Penentuan Harga Transfer (transfer pricing) yang paling sesuai wajib diperhatikan hal-hal sebagai berikut: kelebihan dan kekurangan setiap metode; kesesuaian metode Penentuan Harga Transfer dengan sifat dasar transaksi antar pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa, yang ditentukan berdasarkan analisis fungsional; ketersediaan informasi yang handal (sehubungan dengan transaksi antar pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa) untuk menerapkan metode yang dipilih dan/atau metode lain; tingkat kesebandingan antara transaksi antar pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan transaksi antar pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa, termasuk kehandalan penyesuaian yang dilakukan untuk menghilangkan pengaruh yang material dari perbedaan yang ada.
Wajib Pajak wajib mendokumentasikan langkah-langkah, kajian, dan hasil kajian dalam melakukan Analisis Kesebandingan dan penentuan pembanding, penggunaan Data Pembanding Internal dan/atau Data Pembanding Eksternal serta menyimpan buku, dasar catatan, atau dokumen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Wajib Pajak wajib juga mendokumentasikan kajian yang dilakukan dan menyimpan buku, dasar catatan, atau dokumen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Review Jurnal No. 10 (Perencanaan dan Pengendalian Manajerial)

Nama Jurnal
E-Jurnal Akuntansi

Volume / Halaman
ISSN: 2302-8556 / Hal 50-63

Nama Penulis
1.     Made Astari Pradnya Dewi
2.     Ni Luh Supadmi

Judul Jurnal
PENGARUH KETEPATAN ANGGARAN DAN PENGENDALIAN MANAJERIAL SEKTOR PUBLIK PADA AKUNTABILITAS KINERJA SKPD

Tahun Jurnal
2015

Tujuan Penelitian
Pengujian penelitian untuk mengetahui pengaruh ketepatan anggaran serta pengendalian manajerial sektor publik pada akuntabilitas kinerja

Metode Penelitian
Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yang diambil merupakan keseluruhan SKPD yang berjumlah 33 SKPD dengan metode total sampel.
Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah regresi berganda

Variabel Penelitian
Ketepatan anggaran, pengendalian manajerial, dan akuntabilitas kinerja

Hasil Penelitian
Ketepatan anggaran dan pengendalian manajerial sektor publik menunjukkan hasil berpengaruh positif signifikan pada akuntabilitas kinerja. Hal ini membuktikan bahwa semakin baik ketepatan anggaran dan pengendalian manajerial sektor publik, maka semakin baik akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.

Kesimpulan
Ketepatan anggaran berpengaruh positif signifikan pada akuntabilitas kinerja SKPD. Peningkatan ketepatan anggaran dalam perencanaan, evaluasi dan tindakan terhadap setiap kegiatan dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja SKPD Kota Denpasar. Pengendalian manajerial sektor publik berpengaruh dan positif signifikan pada akuntabilitas kinerja SKPD. Peningkatan pencapaian kendali manajerial pada setiap bagian yang terdapat di setiap dinas dan badan dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja SKPD Kota Denpasar.

Review Jurnal No. 9 (Analisis Laporan Keuangan Internasional)

Nama Jurnal
Jurnal PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Sipil)

Volume / Halaman
Vol 4 / Hal 154-159
ISSN : 1858-2559

Nama Penulis
- Shelly Huzaynah
- Windy Atmawardani Rachman
- Yogi Afriyanto
- Teddy Oswari

Judul Jurnal
Dampak Adopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional Terhadap Kinerja Bank di Indonesia

Tanggal / Tahun Jurnal
Oktober 2011

Tujuan Penelitian
Bertujuan untuk menganalisis dampak adopsi standar pelaporan keuangan internasional terhadap kinerja bank di Indonesia.

Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan model statistik T-test Sampel Independen

Variabel Penelitian
Vatiabel yang digunakan adalah rasio keuangan dengan indikator Rasio Kecukupan Modal (CAR), Imbalan  Hasil Rata-rata Aktiva (ROA)  dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL)

Hasil Penelitian
Hasil analisis menemukan bahwa pada CAR , ROA, dan NPL menghasilkan sama-sama dengan tabel F terdapat perbedaan , dengan tabel T menghasilkan kinerja yang lebih rendah  yang menunjukkan bahwa bank yang telah mengadopsi standar pelaporan keuangan internasional dapat menghasilkan laporan keuangan yang baik dan berkualitas serta diakui secara internasional.

Kesimpulan
Kinerja bank yang telah mengadopsi Standar Pelaporan keuangan internasional lebih baik dengan bank yang belum mengadopsi , hal ini dikarenakan adanya standar global tersebut memungkinkan keterbandigan dan pertukaran informasi secara universal serta laporan keuangan dapat diakui secara internasional yang dapat meningkatkan daya informasi dari laporan keuangan perbankan yang ada di indonesia. adopsi standar internasional juga sangat penting dalam rangka stabilitas perekonomian.

Review Jurnal No. 6 (Translasi Mata Uang Asing)


Nama Jurnal
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)

Volume / Halaman

Vol. 17
Nama Penulis

Dio Putra Perdana, Fransisca Yaningwati, dan Muhammad Saifi
Judul Jurnal
PENGARUH PELEMAHAN NILAI TUKAR MATA UANG LOKAL (IDR) TERHADAP NILAI EKSPOR (Studi Pada Ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia Tahun 2009-2013)

Tanggal Jurnal
Desember 2014

Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pelemahan mata uang lokal (depresiasi) terhadap nilai ekspor, yang dalam penelitian ini menggunakan ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia tahun 2009-2013

Metode Penelitian
Regresi Linear

Variabel Penelitian
Depresiasi dan Nilai Ekspor

Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan Depresiasi berpengaruh signifikan terhadap nilai ekspor dengan nilai statistik uji |thitung| lebih besar dari ttabel (4,963> 2,032)

Kesimpulan Penelitian
Variabel depresiasi (X) berpengaruh siginifikan terhadap variabel nilai ekspor (Y), Hal ini dapat diartikan bahwa terjadinya pelemahan nilai tukar mata uang mata uang lokal secara signifikan mempengaruhi terjadinya kenaikan nilai ekspor

Monday, May 29, 2017

Review Jurnal No.4 (Akuntansi Komparatif Amerika dan Asia)


Nama Jurnal
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana

Volume / Halaman
Vol 6 / 274-286

Nama Penulis
Ni Kadek Intan Nuariyanti dan Ni Made Adi Erawati

Judul Jurnal
Analisis Komparatif Kinerja Perusahaan Sebelum dan Sesudah Konversi ke IFRS

Tanggal Jurnal
2014

Tujuan Penelitian
Untuk menganalisis perbedaan kinerja perusahaan sebelum dan sesudah konversi ke IFRS. 

Metode Penelitian  
Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang berupa laporan keuangan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, dengan pengumpulan data sekunder melalui situs resmi Bursa efek Indonesia yaitu www.idx.co.id atau metode observasi nonpartisipan. Populasi dalam penelitian ini sektor perbankan yang go public. Sementara sampel dalam penelitian ini adalah PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh yaitu teknik sampling bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.  Untuk mengetahui persentase bobot nilai rasio-rasio keuangan dapat menggunakan acuan sesuai dengan standar ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia namun, dengan
memilih beberapa rasio yang dipengaruhi oleh penerapan IFRS antara lain sebagai berikut:
       ·         Rasio likuiditas
       ·         Rasio rentabilitas
      ·         Rasio solvabilitas

Variabel Penelitian
Kinerja perusahaan sebagai  variabel terikat (Y) dan konversi ke IFRS sebagai variabel bebas (X)

Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil perhitungan dan hasil komparasi rasio keuangan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk antara periode sebelum konversi IFRS (2002-2006) dengan periode setelah konversi IFRS (2008-2012) memiliki perbandingan dinilai dengan perhitungan rasio-rasio keuangan. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal pokok yang diatur atau disebabkan oleh penerapan konversi IFRS yaitu:
·         Penilaian dan pengukuran assets.
·         Pengakuan biaya research and development.

Kesimpulan Penelitian
Berdasarkan hasil perhitungan maupun hasil komparasi rasio keuangan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk sebelum konversi IFRS dengan periode setelah konversi IFRS diperoleh simpulan sebagai berikut: Terdapat perbedaan kinerja bank Mandiri yang dinilai dari Loan to Assets ratio, Return on Assets serta Debt to Equity Ratio antara periode sebelum konversi IFRS dengan periode setelah konversi IFRS. Perbedaan kinerja antara periode sebelum konversi IFRS dengan periode setelah konversi IFRS disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: penerapan prinsip penilaian assets yang menggunakan basis fair value atau nilai wajar untuk periode setelah konversi IFRS, metode pengakuan biaya research an development yang tidak lagi dikapitalisasi.