Friday, November 20, 2015

Ini Tentang Fara

Far, bangga nggak nama lo udah gue jadiin judul postingan? :)))


Fara - Ana

Faradila Rizki Amalia, lahir di Bekasi tanggal 26 September 1995. Sekian, segini aja gue cerita tentang dia.
Ahhahha nggak deng canda.

Awal peristiwa gue ketemu Fara waktu jaman SMP, momennya ngga enak banget, serius. Temen sekelas gue -sebut saja dia Anggrek- temenan sama Fara (gue belom kenal Fara) nah terus Anggrek ngajak gue main ke rumah Fara waktu itu jaman-jamannya masih naik sepedah -tapi gue ngga bawa sepedah, jauh- jadinya gue diboncengin si Anggrek. Hari itu matahari terik banget, sampe di rumah Fara kirain bakalan main di dalem, ternyata enggak, kami ngobrol di depan rumah di bawah mentari yang sedang ceria. Iya panas dan ngga enak, udah gue bilang tadi di awal. Oke skip~

Kelanjutannya pas udah SMA, kelas xi gue sebangku sama dia. Awalnya pesimis banget bakalan ngga cocok sama dia, karena awalnya keliatan pendiem dan nggak 'keibuan' ahahaha kenapa gue bahas keibuan? Karna chairmate gue sebelumnya keibuan nan penuh kasih sayang :)) Trus waktu itu dia duluan yang ngajak duduk semeja, waktu duduk kami masih diem-dieman gitu masih adaptasi jadi kaku kayak kanebo kering *ahlawasjokesnya* dan kayaknya dulu selalu gue duluan yang ngajak ngomong. Lama-lama kami mulai akrab, akrab banget, akrab banget banget, sampe yang kalo lagi pas pelajaran trus guru ngomong sesuatu yang menurut kami lucu...
Ana: *nengok ke Fara*
Fara: *nengok ke gue*
Kami: *ketawa tanpa sebelumnya ngomong sepatah katapun*

Kami nggak cuma berdua, pas udah saling akrab sama yang lainnya kami ngebentuk geng namanya anco -nggak usah nanya arti/kepanjangannya apa- isinya Ana, Fara, Amel, Dimas, Vindy, Iis, Della, Afri, berdelapan. Anco itu seru banget anak-anaknya, suka bikin berisik di kelas pas istirahat dan nggak ada malu-malunya sampe karaokean dengan suara yang keras, kami nonton film horror di laptop, terus webcam-an. Pokonya seru dan asyique banget masa itu.

Kelas xii kami dipisah-pisah kelasnya, gue mencar nggak bareng Fara tapi kalo istirahat masih suka makan bareng, gue nyamperin ke kelasnya. Waktu kelas xii gue berasa ngga punya temen -ini udah pernah dijelasin di postingan sebelumnya- jadi gue sering main ke kelas Fara. Sampe pas malem perpisahan gue juga nempelnya sama Fara, Vindy, Iis sampe ketua kelas gue bilang "Na, ini acara kelas solid dong mainnya sama temen sekelas jangan sama kelas sebelah mulu."

Setelah lulus SMA kita semua semakin mencar, Ana di Gunadarma, Fara di Perbanas, Iis & Afri di UI, Amel di UB, Vindy di Tarakanita, Dimas di Trisakti, dan Della gue lupa dimana *maaf Dell ._.v* Makin jarang ngumpul, komunikasi jarang banget juga, paling group rame kalo puasa dan lebaran :( Tapi alhamdulillah gue sama Fara tetep komunikasian hampir setiap hari. Ada aja yang diceritain nggak ada habisnya. Kami berdua juga masih sering pergi bareng, gue juga masih sering...
Ana: Far, gue mau main ke rumah lo
Fara: boleeeh
Ana: *15 menit kemudian* *mencet klakson motor*
Fara: Dih Na kok udah sampe?! Lu mah kebiasaan banget tau-tau muncul mendadak. Gue belom mandi >:(
Dan...
Ana: Far, pergi yuk
Fara: kemana?
Ana: nggak tau, browsing dulu deh
Fara: oke
Ana: udah nih, yuk gas
Far: yuk

Sampe sekarang kami deket banget, Fara itu hebat, entah hebat atau konyol pokoknya segala cerita genre apapun bakalan berakhir bikin ngakak. Dan kalo udah curhat, panjangnya udah kayak lagi nulis novel remaja :)) Gue bahagia banget, alhamdulillah bisa punya sahabat kayak Fara <3 Gue berharap kami bisa sahabatan sampe tua dan I wish your future husband is the right one cause he will be lucky to marry you, he will laugh til dead because of your jokes.

Deskripsi singkat tentang Fara:

  • Awalnya pendiem, sekarang out of control katanya dia begini karna gue yang nularin kegilaan, padahal engga, yaa semua orang tau laah gue pendiem (kalo lagi tidur & lagi sakit) hahaha.
  • Dermawati banget, karena kalo dermawan untuk cowok.
  • Cantik
  • Baik parah
  • Konyol, suka banget ngebanyol
  • Peka, penuh perhatian (kadang)
  • Kalo ketawanya udah heboh jadi cekukan dan susah berenti
  • Nggak bisa ngendarain motor
  • Lesung pipitnya dalem banget, kira-kira 3,5m dalemnya
Segitu aja ceritanya, ini pun banyak banget hahahahha. Yak kalo ada yang berminat, hubungi Ana aja melalui komen di bawah ini ;)
Sahabat selamanya! Hip hip???? Yeeayyyy!!

Tuesday, November 17, 2015

Tips Kesehatan Wajah

Cara Mengatasi Kulit Wajah Kering

Ladies, sudahkah kalian mengenali jenis kulit wajah kalian? Karena hal ini penting sekali diketahui sebelum memulai perawatan untuk wajah kalian. Manusia memiliki tiga jenis kulit, yaitu kulit wajah normal, kulit wajah berminyak, dan yang ketiga kulit wajah kering.

Pada artikel yang saya posting kali ini, akan membahas kulit wajah kering. Kenapa kulit yang kering harus dirawat? Karena apabila dibiarkan tanpa perawatan, kulit yang kering akan menyebabkan kulit kita mengalami cepatnya penuaan dini. Tentu saja kita para wanita tidak menginginkan hal ini terjadi, bukan?

Bagaimana cara mengetahui kulit wajah kita kering atau tidak? Yaitu tentu saja kita bisa mengkonsultasikan hal ini pada dokter kecantikan atau kita bisa mengecek sendiri dengan cara melihat wajah kita, adakah kulit yang mengelupas dan atau timbulnya kerutan-kerutan di area sekitar hidung dan bibir saat kita tersenyum.

Nah ladies, untuk mengatasi kulit wajah yang kering saya mempunyai resep masker alami menggunakan lidah buaya dan madu. Check this out!

1. Siapkan Lidah Buaya

Lidah buaya mempunyai banyak sekali manfaat, bukan hanya untuk membuat volume rambut kita meningkat tetapi bisa juga sebagai pelembab alami, kulit kusam, alergi kulit, dan regenerasi kulit. Caranya yaitu siapkan satu batang lidah buaya, cuci hingga bersih, potong menjadi dua lalu kupas sebelah bagian luarnya. Kemudian serut daging lidah buaya tersebut menggunakan sendok, wadahkan di piring atau mangkuk kecil. Setengah dari lidah buaya tadi bisa disimpan dulu dalam kulkas.

2. Campurkan Madu 

Campurkan 1/2 sdt madu ke dalam serutan lidah buaya tadi, aduk hingga merata. Apabila masker lidah buaya tersebut masih tersisa banyak, dapat dipakai lagi saat malam hari.

3. Gunakan Kuas

Oleskan masker lidah buaya secara merata pada wajah, hindari daerah mata. Gunakan kuas untuk maskeran dengan bulu kuas yang lembut.

4. Diamkan Selama 30 Menit

Diamkan masker lidah buaya selama 30 menit, agar masker dapat menyerap ke dalam lapisan kulit melalui pori-pori.

5. Basuh dengan Air Hangat

Setelah 30 menit, basuh wajah dengan air hangat. Caranya rendam handuk kecil pada air hangat lalu tutulkan handuk pada wajah hingga masker bersih dari muka Anda. Kemudian keringkan wajah dengan handuk bersih.

6. Pakai Minyak Zaitun

Gunakan minyak zaitun pada wajah setelah wajah Anda bersih dari masker tadi.

Gunakan masker secara rutin satu atau dua minggu sekali untuk hasil yang maksimal. Selain melembabkan wajah secara alami, masker lidah buaya ini juga bisa membuat wajah Anda terlihat bersih dan putih. Selamat mencoba!


Referensi:
1. http://www.nyunyu.com/main-article/detail/enam-cara-mudah-untuk-merawat-kulitmu
2. Pengalaman pribadi

Sunday, November 15, 2015

Karangan

Definisi Karangan

Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Atau rangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.

Macam-macam Karangan

A. Karangan Narasi
     adalah karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian dengan tujuan agar pembaca seolah-olah mengalami kejadian yang diceritakan itu.

       Ciri-ciri Karangan Narasi

  1. Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
  2. Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
  3. Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
  4. Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci      

   Ada dua bentuk narasi, yaitu narasi sugestif dan narasi ekspositoris.

  1. Narasi Sugestif merupakan suatu rangkaian peristiwa yang disajikan sedemikian rupa sehingga merangsang daya khayal para pembaca. Menitikberatkan penggunaan kata-kata konotatif. Narasi  sugestif berupa wacana fiktif seperti dongeng, cerpen, novel, dan roman.
  2. Ekspositoris adalah bentuk karangan yang sebaliknya dari karangan narasi sugestif. Narasi   ekspositoris bersifat nonfiktif yang disajikan dengan bahasa denotatif dan tujuan utama bukan   menimbulkan daya imajinasi, melainkan menambah pengetahuan pembaca dengan pemaparan yang rasional. Narasi ekspositoris seperti sejarah, biografi, dan autobiografi.
B. Karangan Deskripsi
      adalah bentuk tulisan yang melukiskan objek yang sebenarnya dengan tujuan untuk memperluas 
      pengalaman dan pengetahuan pembaca.

     Ciri-ciri Karangan Deskripsi: 
  1. Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
  2. Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang  dideskripsikan
  3. Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapatberupa  tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan
  4. Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis
Ada dua sikap yang dapat mempengaruhi pikiran penulis, yaitu sikap objektif dan sikap subjektif.

1. Subjektif (deskripsi realistis), sesuai dengan keadaan yang dilihatnya.
2. Objektif (deskripsi impresionistis), penulis turut menginterpretasi pandangan dirinya terhadap 
    benda yang dilukiskannya.

C. Karangan Eksposisi  
      adalah bentuk karangan yang memaparkan atau memberitahukan suatu informasi kepada          pembaca dengan tujuan memperluas wawasan pembaca tanpa ada pemaksaan.


     Ciri-ciri Karangan Eksposisi:
  1. Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
  2. Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual)
  3. Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
  4. Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektiterhadap fakta yang ada
  5. Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu
Contoh karangan eksposisi di dalam media massa seperti pembentukan informasi terkini, tips,
dan opini. 


D. Karangan Persuasi
      adalah karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca.
    
     Ciri-ciri Karangan Persuasi:
  1. Terdapat himbauan atau ajakan
  2. Berusaha mempengaruhi pembaca 
     Tiga hal yang harus diperhatikan :
  1. Kredibilitas penulis;
  2. Kemampuan penulis menyugesti pembaca
  3. Bukti-bukti.
      Contoh : Persuasi iklan, persuasi politik, persuasi pendidikan.

E. Karangan Argumentasi
      adalah karangan yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu. Pembuktian memerlukan data dan fakta yang meyakinkan.
   
      Ciri-ciri Karangan Argumentasi:

  1. Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca
  2. Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar
  3. Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
  4. Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas
  5. Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian

     Terdapat tiga inti karangan argumentasi :

  1. Bagian pendahuluan yang membahas pentingnya persoalan, lalu latar belakang historis, dan penetapan secara tepat titik ketidaksepakatan yang akan diargumentasikan.
  2. Bagian tubuh argumen : pembahasan masalah dengan menyajikan fakta-fakta yang dapat diuji kebenarannya dengan cara induksi, deduksi, analogi dll.
  3. Simpulan.

Sifat-sifat Karangan


A. Karangan Ilmiah
     adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum yang ditulis menurut metodologi dan penulisan yang benar.

    Ciri-ciri Karangan Ilmiah:

  1. Sistematis
  2. Objektif
  3. Cermat, tepat, dan benar
  4. Tidak Persuasif
  5. Tidak emotif
    Bentuk Karangan Ilmiah:
  • Makalah
  • Usulan Penelitian
  • Skripsi, dll

B. Karangan Ilmiah Populer (Semi Ilmiah)
     adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar.

    Ciri-ciri Karangan Ilmiah Populer:
  1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  2. Fakta yang disimpulkan subjektif
  3. Gaya bahasa formal dan populer
  4. Mementingkan diri penulis
  5.  Usulan-usulan bersifat argumentatif dan persuasif
    Bentuk-bentuk Karangan Ilmiah:
  • Artikel
  • Editorial
  • Opini
  • Tips, dll

C. Karangan Nonilmiah
     adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

    Ciri-ciri Karangan Nonilmiah:

  1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  2. Fakta yang disimpulkan subjektif
  3. Gaya bahasa konotatif dan populer
  4. Tidak memuat hipotesis
  5. Bersifat imajinatif
    Bentuk-bentuk Karangan Nonilmiah:

  • Dongeng
  • Cerpen
  •  Novel
  • Drama
  • Roman

Referensi:
1. Materi Power Point Bhs. Indonesia bu Rini Astuti S.I.KOM
2.http://semuapelajaransekolah.blogspot.co.id/2013/02/jenis-jenis-karangan-menurut-pengertian.html