Monday, November 18, 2013

Cerpen part 2

Simpanlah Sejenak Part 2
Oleh Ana Muidah

Bel pulang sekolah berbunyi, aku mengemaskan buku-buku lalu memasukkan ke dalam tas. Hari ini hati, pikiran, dan badanku terasa lebih lelah dari biasanya maka aku bergegas menuju gerbang dan ingin cepat-cepat sampai ke rumah. Tetapi saat aku berjalan di koridor terdengar sayup-sayup suara serak nan nyaring memanggil namaku, “Titaaaaa!” ya, sudah kuduga suara itu pasti berasal dari bibir mungilnya Gina.

“Ada apa Gin? Hari ini aku lelah banget kalau kamu mau cerita bbm aku aja yaa nanti saat aku sudah sampai di rumah.”
“Yaah sebentar saja, aku ingin mengajakmu ke taman sebentar. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu. Aku mohon, sebentar saja kok tidak akan lama.” Paksa Gina kepadaku
“Kenapa tidak cerita di kelasku saja? Kenapa harus ke taman? Seperti orang pacaran saja kita berdua.”
“Katanya kamu mau cepat pulang, yaudah nggak usah banyak tanya langsung ikut aku saja.”

Entah apa yang akan dibicarakan Gina kepadaku, tingkahnya sangat aneh bahkan lebih aneh dari biasanya. Sesampainya di taman aku melihat ke sekeliling dan suasana taman terlihat sepi tidak seperti biasanya apa lagi sudah jam pulang sekolah seperti ini.

“Ta, kamu duduk sebentar ya disini, aku mau beli minum dulu.”

Aku menunggu Gina sendiri di bangku taman, sampai akhirnya seseorang dari kejauhan menghampiriku. Dan seketika hatiku berdegup kencang melihat ke arahnya, pikiranku melayang-layang tak terkendali, bibirku seolah tak bisa diam meronta ingin tersenyum menyapanya.

“Hai, Ta! Kamu sendirian disini? Kemana sahabatmu yang selalu menempel padamu bak perangko pada surat?” sapa Raffi dengan senyuman memesona
Emm hai Raff, iya aku sendirian. Iya tadi aku kesini berdua sama Gina, tapi sekarang dia lagi beli minum.” Jawabku dengan nada tersipu malu. “Raff, dari berita yang beredar itu aku minta maaf ya kalau kamu jadi merasa risih mendengarnya.” Tambahku pada Raffi
“Berita yang mana Ta?”
Emm yang itu Raff, yang tadi pagi heboh dibicarakan teman-teman.” Jelasku gugup
“Yang mana sih?” desak Raffi seolah memancing untuk meminta penjelasan
“Ituloh Raff, omongan teman-teman yang bilang kalau…..emm itu….bilang kalau aku suka sama kamu…” menjelaskan malu-malu
“Ooh itu, iya gapapa Ta aku nggak merasa risih kok. Aku kesini mau ngomong sesuatu ke kamu.”
“Mau ngomong apa Raff? Yaudah ngomong aja.”
“Sebenarnya aku ingin membicarakan ini sejak lama, tapi aku tidak berani mengungkapkannya sampai akhirnya ada desas-desus di pagi hari. Aku jadi memberanikan diri untuk meneruskan niat awalku. Mungkin bagi kamu ini terlampau cepat, tapi aku juga sudah mengagumi kehadiranmu sejak lama. Ta, kamu mau nggak jadi pacarku?” jelas Raffi sambil menyodorkan seikat bunga mawar yang disembunyikan dari balik punggungnya
“Raff, aku bingung aku nggak tau harus berkata apa. Entahlah, tapi aku senang mendengar perkataanmu. Emm… iya aku mau jadi pacarmu.” Jawabku tersipu malu sambil meraih bunga mawar dari genggaman Raffi
“Ciyeeee Tita, Raffi akhirnya nggak diem-dieman lagi deh. Coba berita ini nggak tersebar, mungkin perasaan kalian akan terkubur dalam-dalam bersama gengsi hahaha.” Saut Gina dari balik pohon

Mungkin terkadang kecerobohan seseorang akan menghasilkan sesuatu yang indah untuk orang lain. Baru kali ini aku merasa ingin berterima kasih kepada Gina yang telah membocorkan  rahasiaku dan kepada teman-teman yang telah menyebarkan berita tentangku. Hidup ini memang indah jika kita tidak terlalu menganggap perkataan-perkataan orang lain menjadi beban pikiran.

No comments:

Post a Comment