Tuesday, December 8, 2015

Bibliografi

Pengertian Bibliografi

Pengertian Bibliografi Menurut Ahli Bahasa Indonesia – Yang dimaksud dengan bibliografi atau daftar kepustakaan adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi seorang awam, bibliografi mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana, seorang calon sarjana, atau seorang cendekiawan, daftar kepustakaan itu merupakan suatu hal yang sangat penting.

Fungsi Bibliografi


Fungsi sebuah bibliografi hendaknya secara tegas dibedakan dari fungsi sebuah catatan kaki. Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk menunjuk kepada surnber dari pemyataan atau ucapan yang dipergunakan daiam teks. Sebab itu referensi itu harus menunjuk dengan tepat tempat, di mana pembaca dapat menemukan pernyataan atau ucapan itu. Dalam hal ini selain pengarang, judul buku dan sebagainya, harus dicantumkan pula nomor halaman di mana pernyataan atau ucapan itu bisa dibaca. Sebaliknya untuk sebuah bibliografi harus memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan. Karena fungsi catatan kaki dan bibliografi seluruhnya tumpang tindih satu sama lain.

Di pihak lain bibliografi dapat pula dilihat dari segi lain, yaitu ia berfungsi sebagai pelengkap dari sebuah catatan kaki.

Unsur Bibliografi

Untuk persiapan yang baik agar tidak ada kesulitan dalam penyusunan bibliografi, tiap penulis harus tahu pokok-pokok mana yang harus dicatat. Pokok yang paling penting yang harus dimasukkan dalam sebuah bibiiografi adalah:
  • Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
  • JudulBuku, termasuk judul tambahannya.
  • Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan keberapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
  • Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan tahun.
Ada penulis yang memberikan suatu daftar bibliografi yang panjang bagi karya yang ditulisnya. Namun untuk penulisan karya-karya pada taraf permulaan cukup kalau diusahakan suatu daftar kepustakaan dari buku-buku yang dianggap penting, dan sungguh- sungguh diambil sebagai pertimbangan atau dijadikan dasar orientasi bahan-bahan karya tulis itu.
Jika daftar bibliografinya lebih panjang, maka biasanya akan dibuat daftar berdasarkan klasifikasinya. Ada yang membedakan daftar yang hanya memuat buku, artikel majalah, artikel ensiklopedi, harian, dll. Ada juga yang membuat daftar berdasarkan kaitannya dengan tema yang digarap : buku-buku atau referensi dasar, bibliografi pelengkap.
Macam-macam Bibliografi
Terbitan bibliografi sering tidak menggunakan kata bibliografi, beberapa contoh ada yang menggunakan index, katalg, dan sebagainya. Namun pada hakikatnya terbitan yang dimaksud adalah sebagai bibliografi.
Macam-macam bibliografi, yaitu
  • Bibliografi universal termasuk katalog tercetak dari perpustakaan nasional yang besar
  • Bibliografi nasional
  • Bibliograi niaga, termasuk cantuman perdagangan buku, serta katalog niaga
  • Bibliografi selektif atau elektif
  • Bibliografi incunabula (buku langka)
  • Bibliografi karya anonim dan pseudonim, dll.
Penyusunan Bibliografi

Cara penyusunan bibliografi tidak seragam bagi semua bahan referensi, tergantung dari sifat bahan referensi itu. Cara menyusun bibliografi untuk buku agak berlainan dari majalah, dan majalah agak berlainan dari harian, serta semuanya berbeda pula dengan cara menyusun bibliografi yang terdiri dari manuskrip-manuskrip yang belum diterbitkan, seperti tesis dan disertasi. Walaupun terdapat perbedaan antara jenis-jenis kepustakaan itu, namun ada tiga hal yang penting yang selalu harus dicantumkan yaitu: pengarang, judul, dan data-data publikasi.

Cara Penyusunan Bibliografi
  • Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad
  • Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad
  • Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, untuk referensi kedua dan berikutnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan
  • Jarak antara baris dengan baris untuk satuu referensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi
  • Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan kedalam sebanyak tiga atau empat ketikan
Contoh Penulisan Bibliografi

Penulisan bibliografi terdiri atas 1 (satu)  orang penulis
Contoh :
Keraf, Gorys. 1980. Komposisi. Ende : Nusa Indah Ibrahim, Nini. 2011. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: UHAMKA PRESS

Penulisan bibliografi terdiri atas 2 (dua) orang penulis buku
Contoh :
Arifin, E. Zaenal dan s. Amran Tasai. 1995. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta : Akademia

Penulisan bibliografi dengan penulis buku terdiri dari 3 (tiga) orang
Contoh :
Akhadiah, Sabarti, maidar G. Arsjad, dan Sakurta H. Ridwan. 2003. Pembinaan Kemampuan Manulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga

Penulisan bibliografi dengan penulis buku lebih dari 3 orang
Contoh:
Rani, Abdul dkk.2000. Analisis Wacana. Malang: Bayamedia


Referensi:

No comments:

Post a Comment